Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Mel dan Keluarga, Tinggal di Pondok Reot yang Tidak Layak Huni

Mel sedang menggendong anaknya yang kecil. (nd)

Padang Pariaman, Sigi24.com--Dalam menjalani hidup tidak seorang pun yang ingin hidup susah atau sulit, terkadang di luar kemampuan kita terkadang telah dicoba berusaha namun keberuntungan belum pihak kita.

Hal inilah yang menimpa pasangan Mel dan Syamsuir sekeluarga, warga Korong Kampuang Apa, Nagari Sungai Buluah Utara, tinggal di gubuk yang sangat tidak layak, dengan ukuran 3 x 4 terbuat dari sisa kayu (papan sibiran) kecil, dan sampingnya hanya bertutupkan palstik karena tidak ada lagi kayu yang bisa mereka gunakan untuk dinding tersebut.

Ketika awak media mendatangi Mel, Sabtu (20/3/2023) di kediamannya bersama keluarga dan rekan lainnya. Waktu itu Mel sedang bekerja di sawah orang lain, izin keluar dan menemui kami yang telah menunggu di pondoknya, sambil memberikan sedikit rezeki kepadanya dan Mel sambil menggendong anaknya bercerita kepada kami.

"Sebelum di sini kami tinggal di kaki bukit, Pak, dan pondok seperti ini juga. Tapi di sana kami sampai 4 hari tidak makan karena jarang ada kerjaan, dan di sini kami baru 4 minggu, dan pondok ini kami saja yang buat dengan bahan kayu di kasih orang lain dan ini tanahnya bukan milik kami dan di pinjamkan sama kami dan di sini alhamdulillah lai ado karajo," jelas Mel.

Pasangan Syamsuir dan Mel di karunia 4 orang anak, yang sulung sudah berkeluarga dan sudah pisah tempat dari mereka. Namun tiga orang adiknya yang tinggal sama Mel, 1 ukuran kls VI SD, adiknya Rizki ukuran kls IV SD dan yang bungsu masih kecil, kedua anaknya tidak lagi sekolah, gimana lagi Pak alasan Mel karena tidak ada biaya untuk melanjutkan sekolahnya, beber Mel.

Sampai saat ini pasangan keluarga ini terpaksa tinggal di gubuk reot yang tidak layak huni ini dengan ketiga anaknya. "Kami tidak terpikir tempat tinggal, Pak. Dapat saja anak-anak ini makan sudah syukur, karena ayah anak-anak ini juga jarang pulang dan ketiga anak ini bergantung kepada saya sendiri," keluh Mel dengan mata berlinang.

Kami berharap kondisi seperti moga cepat berlalu dan kedua anak usia sekolah ini dapat kembali sekolah seperti anak-anak lain seumuran mereka dan moga Allah Swt memberikan jalan bagi kami agar kebutuhan anak ketiga anak ini bisa terpenuhi dan bisa tinggal di rumah yang layak huni yang berdiri di atas tanah sendiri kelak. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak sekeluarga dan kawan lainnya yang telah meluangkan waktu mengunjungi kami di sini dan teristimewa kepada Hendra yang sekarang sudah jadi tetangga kami," tambah Mel mengakhiri. (nd)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies