Type Here to Get Search Results !

Revolusi AI dalam Kreativitas Iklan: Peluang Baru di Tengah Transformasi Industri Oleh: Ririe Aiko

Webinar "Revolusi AI dalam Kreativitas Iklan" yang berlangsung tadi malam menjadi ruang diskusi yang dinamis dan penuh gagasan segar. Acara ini dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang yang berbeda. Diskusi ini membedah secara mendalam bagaimana kecerdasan buatan (AI) mengubah wajah industri periklanan.

Salah satu narasumber utama yang memberikan perspektif tajam adalah Asep Herna, seorang Subconscious Communicator, Creative Director, Brand Builder, sekaligus Hypnotic Writer. Sebagai sosok yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam dunia iklan dan branding, Asep Herna memaparkan bagaimana iklan telah mengalami perubahan seiring perkembangan zaman dan teknologi.

Dalam forum tersebut, Asep Herna menjelaskan bahwa kehadiran AI bukan sekadar teknologi pendukung, tetapi telah menjadi akselerator ide dalam proses kreatif. Ia menyoroti bahwa AI mampu memunculkan konsep-konsep luar biasa yang sebelumnya mungkin tak terpikirkan oleh manusia. Lebih dari itu, pemanfaatan AI juga membuka jalan bagi produksi iklan yang lebih efisien secara biaya.

"Jika dulu satu produksi iklan bisa memakan biaya ratusan juta bahkan miliaran rupiah, kini dengan bantuan AI proses itu bisa dipersingkat dan lebih hemat tanpa mengorbankan kreativitas," jelas Asep Herna. Ia menyebutkan beberapa brand besar seperti Coca-Cola dan McDonald's sebagai contoh perusahaan global yang sudah mulai memanfaatkan teknologi AI dalam kampanye iklan mereka.

Namun demikian, Asep menekankan bahwa AI bukan solusi yang berdiri sendiri. Sentuhan manusia tetap sangat dibutuhkan, terutama untuk menjaga hasil visual dan narasi agar tetap realistis, emosional, dan tidak keluar dari konteks. "AI itu seperti alat. Tanpa arahan yang tepat dari manusia, hasilnya bisa saja absurd—gerakan tidak alami, visual tidak sinkron, bahkan kesalahan logika yang mencolok," tambahnya.

Diskusi yang berlangsung hangat ini juga memunculkan berbagai tanggapan dari para peserta. Beberapa di antaranya mengungkapkan kekhawatiran tentang potensi AI menggantikan peran manusia dalam industri kreatif. Menanggapi hal tersebut, Asep justru melihatnya sebagai peluang. “Benar, beberapa profesi mungkin akan terdisrupsi, tapi di saat yang sama profesi-profesi baru bermunculan. Kini banyak kreator AI lahir, prompt designer dicari, dan bahkan akademi-akademi AI mulai bermunculan untuk melatih orang agar mahir menggunakan teknologi ini dengan bijak,” ujarnya.

Webinar ini menyadarkan kita bahwa revolusi AI bukan tentang mengganti manusia, tetapi tentang bagaimana manusia bisa beradaptasi dan berkolaborasi dengan teknologi. Dunia periklanan sedang memasuki fase baru yang menantang, tetapi juga sangat menjanjikan bagi mereka yang terbuka dan siap berubah.

Sebagaimana dikatakan Asep Herna, “AI tidak akan menggantikan kreativitas manusia, tetapi ia akan mempercepat dan memperluas jangkauannya.” Dan justru di titik inilah, masa depan iklan yang lebih inklusif, efisien, dan kreatif mulai terbentuk.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.