Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Drama Dibalik Pemecatan Liesma Siregar sebagai Dosen Tetap UMSB

Kampus I UMSB. (ist)

Padang, Sigi24.com--Di keluarkannya surat pemecatan Liesma Siregar, Dosen Akutansi Fakultas Ekonomi oleh Badan Pembina Harian (PBH) melalui surat keputusan nomor 005/KEP/II.3.AU/D/2023 tentang Pemberhentian Dosen Tetap Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), sebagamana termuat di lampiran surat keputusan terhitung mulai 10 Maret 2023 lalu. Sebagaimana telah 2 kali diberitakan media ini sebelumnya.

Keputusan pemecatan terhadap Liesma Siregar dapat menguak misteri sistem managemen pengelolaan dan pembinaan pada kampus Muhammadiyah ini belum berjalan dengan baik. 

Terkesan adanya saling sikut dan pembunuhan karakter antara sesama dosen dan dosen dengan pimpinannya, sepertinya ini bukan hal yang baru terjadi di kampus kebanggaan warga Muhammadiyah Sumatera Barat ini. 

Ketika awak media coba telusuri kepada beberapa sumber terkait dalam hal ini, ada ditemukan beberapa kejanggalan proses terbitnya surat keputusan pemecatan terhadap Liesma Sirergar ini :

1. Penandatanganan surat keputusan pemecatan ini oleh Ketua PBH Prof. Dr. Rusydi diakui dia hanya tinggal tandatangan saja, artinya tidak melalui kajian, analisis serta belum memperoleh informasi yang akurat dari bukti dan data pendukung adanya surat yang akan dia tandatangani tersebut. 

Pernyataan Ketua BPH Prof. Dr. Rusydi terkuak ketika Liesma Siregar bersama suaminya mendatangi dia ke tempat kediamannya Perumahan Mawar Putih Blok E/2 Kecamatan Kuranji, Selasa (14 Maret 2023) sekira jam 20.00 malam lalu. Pak Rusydi kaget bahwa ternyata Liesma Siregar itu adalah istri dari Win Bakhtiar, anggota Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumbar juga dan Prof Risydi mengaku bahwa "ambo hanya tandatangan saja", aku Liesma menirukan.

Dari dari peristiwa ini bisa diketahui siapa pemegang peran di BPH? Berdasarkan komunikasi yang dibangun awak media dengan Prof. Dr. Rusydi mengenai persoalan ini, Rusydi selalu melimpahkan kepada Marhadi Efendi, sebagai Sekretarisnya di BPH, seperti chat penulis dengan Rusydi Sabtu (25/3/2023). 

"Assalamualaikum prof, kapan ada waktu bisa ketemuan, banyak hal butuh informasi dari Prof sebagai ketua BPH, makasih" dan Rusydi menjawab "Aturlah waktu dengan Sekretaris Pak Marhadi- kawan bapak - sebab tidak akan selesai oleh ketua sendiri saja". Dari sini jelas ibarat mengendarai sebuah mobil, siapa nyetir dan siapa penumpangnya.

Kejanggalan ke 2 ditemui ketika awak media coba mendatangi rumah mahasiswi bimbingan Liesma Siregar yang mengaku bernama Salsa, Sabtu (25/03/2023) yang sekarang sudah memasuki smt 10 pada Jurusan Akutansi di Fakultas Ekonomi tersebut. 

Ketika ditanya mengenai surat yang pernah diajukannya kepada Fakultas untuk mengganti pembimbing dari Liesma Siregar karena ada beberapa kesulitan dalam bimbingannya. 

Salsa mengakui bahwa pengajuan surat permohonan penggantian pembimbing itu diakui Salsa diajukannya tgl 1 Desember 2022 dan langsung menemui Dekan Puguh Setiawan, SE. M.Si dan pada pak Puguh menyarankan tidak bisa lansung mengganti begitu saja, banyak prosedurnya dan waktu itu pak Puguh menyarankan Salsa untuk menemui Prodi Ibuk Fitri Yulianis, dan ibuk Fitri mengatakan kalau begitu lanjutkan saja dengan buk Liesma. 

Namun Salsa mengaku tidak mengambil surat itu kembali dari Dekan Puguh, dan tahunya surat itu yang diajukan kembali sebagai bukti pendukung pemecatan ibuk oleh Dekan Puguh.

Anehnya ketika awak media bersama Liesma Siregar sedang asik berbicara sama Salsa yang didampingi Ibunya itu, adik Salsa keluar dari kamarnya dan memberitahukan. 

"Tolong angkat telpon pak Marhadi Efendi dulu kak, di HP kakak," jelas adik Salsa. Benar saja Salsa minta izin kepada kami untuk menerima telpon Marhadi dan dari pembicaraan mereka berdua lewat telpon dapat ditangkap bahwa Marhadi menanyakan apa Liesma ada ke rumah Salsa. 

Salsa menjawab, ya pak, ini buk Liesma sedang ada di rumah Salsa di Pulai Pak. Kemudian Marhadi kelihatan sudah memutus kontak telpon dengan Salsa.

Ketika ditanya apa ada Salsa memberitahu orang lain tentang kedatangan ibuk Liesma, ya tadi ngasih tau sama teman seangkatan Salsa bernama Sindi. 

Sindi itu adalah anak pembimbing 1 Salsa bernama buk Willy, ketika dicoba mendesak, apa pak Marhadi pernah kontak Salsa sebelum ini? belum pernah pak jawab Salsa apa nomor pak Marhadi ada sama Salsa dan nomor Salsa ada sama pak Marhadi ? seingat Salsa tidak pak, jelas Salsa sedikit tegang.

Fakta kejanggalan terkuak jelas di sini dan mendatangkan tanda tanya kenapa Marhadi Efendi langsung menelpon Salsa? Dan ikut aktif mencari tahu keberadaan Liesma? 

Padahal Salsa hanya memberi tahu kedatangan buk Liesma ke rumahnya hanya kepada temannya Sindi kebetulan anak pembimbing 1 dari Salsa. 

Artinya Marhadi yang menjabat Sekretaris PBH ini tahu bahwa Liesma ada di rumah Salsa adalah diduga melalui Ibu dari Sindi yaitu buk Willy, kenapa tidak buk Willy langsung nelpon Salsa? 

Secara prosedur apakah pantas Marhadi telpon langsung Salsa? Apa hubungan Marhadi dengan buk Willy dalam kisruh ini? Persekongkolan seperti apa sebenarnya yang terjadi? Tunggu lanjutannya. (nd)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies