Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Berbalas Pantun Mewarnai Sertijab Kepsek MTsN 2 Padang Pariaman

Kepala Kemenag Padang Pariaman Syafrizal bersama rombongan disambut dengan siriah dalam carano saat Sertijab Kepala MTsN 2 di Pauh Kambar. (ad)

Padang Pariaman, Sigi24.com--Berbalas pantun mewarnai suasana serah terima jabatan (Sertijab) Kepala MTsN 2 Padang Pariaman dari H. Zaitul Makmur ke Suhaimis, Senin 30 Oktober 2023).

Tentu menjadi guyonan, sekaligus bahasa memuji diantara pihak-pihak yang saling berbalas pantun tersebut.

Zaitul Makmur memulai pantun itu. Ya pantun selamat datang dan terima kasih kepada Kepala Kemenag Padang Pariaman H. Syafrizal.

Begitu juga pantun sejenis dan apresiasi juga diberikannya pada Suhaimis, sang Kepala MTsN 2 Padang Pariaman yang baru saja diserahterimakan.

Pantun adalah puisi. Populer di tanah Minang dan Melayu. Pantun bisa menantang dan bisa pujian kepada yang diberi pantun.

Ada banyak pantun yang dibaca Zaitul Makmur dalam membuka dan menutup pidato terakhirnya di sekolah yang dia tinggalkan itu.

Maklum, Zaitul Makmur dan sekolah yang terletak di Nan Sabaris itu punya kenangan tersendiri. Kenangan kebersamaan, membangun sekolah dan pendidikan, sampai punya kampus B dan C.

Membangun masjid tanpa uang negara. Salah satunya, terwujudnya kampus dua lagi dan masjid tentu bagian dari kebersamaan di sekolah itu, serta kelihaian Zaitul Makmur dalam berpantun.

Berpantunlah Zaitul Makmur terhadap alumni sekolah itu. Pantun Zaitul Makmur mangkus dan mengena. Alumni yang banyak sukses di luar sana tak berat untuk mengeluarkan uangnya untuk membuat masjid.

Pun, dalam mengurai suka duka mengelola sekolah sampai meraih banyak prestasi, diuraikan laksana membaca puisi, berpantun itu.

Zaitul Makmur memang lincah berpantun, sampai-sampai para tamu yang hadir dalam Sertijab itu terharu. Tepuk tangan pun memecah kesunyian dalam acara yang berlangsung khidmat itu.

Sepertinya, Suhaimis tak mau kalah oleh Zaitul Makmur. Pantunnya juga mengalir dalam keharuan, seraya berharap sekolah hebat itu bisa menerima dia sebagai yang dituakan.

Zaitul Makmur, Syafrizal dan seluruh guru dan pendidik di sekolah dikasih pantun oleh Suhaimis.

Malah pantun Suhaimis lebih banyak dari Zaitul Makmur. Pantun sepertinya ungkapan wajib dalam setiap pidato oleh pejabat di lingkungan Kemenag Padang Pariaman ini.

Ya, pantunnya lengkap. Motivasi, terima kasih serta hiburan sekaligus. Pantun juga sebagai bahasa sindiran, sehingga mengandung makna untuk kemajuan tentunya.

Mungkin karena diberi pantun oleh yang akan memimpin dan yang akan meninggalkan sekolah, Syafrizal pun membalas dengan pantun.

Tapi tak sebanyak pantun Zaitul Makmur dan Suhaimis. Ya, sekedar penjawab rundingan ibaratnya di kalangan niniak mamak dan tokoh adat.

Yang jelas, pantun mampu mencairkan suasana yang tegang. Mampu mendamaikan hati yang bergejolak dan memberontak, misalnya. (ad/red)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies