Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

SDA Piaman Laweh oleh : AS Edi

AS Edi 

Edisi ke 4.

Carano adalah wadah berupa dulang berkaki yang terbuat dari loyang atau logam kuningan. Carano diisi dan digunakan sebagai tempat sirih, tembakau, gambir dan Pinang. 

Carano yang diisi tersebut di pakai untuk acara adat, disuguhkan menanti tamu kehormatan yang di undang secara adat atau suatu kegiatan, sidang/ musyawarah adat dan pengukuhan pemangku jabatan adat dan sara' di Minangkabau. 

Dari ke empat isi Carano tersebut, penulis melanjutkan edisi keempat tentang tulisan revolusi usaha agraris, menuju perobahan yang lebih baik untuk bangkit, maju dan meningkatkan pendapatan hasil pertanian, perkebunan dan peternakan yang diusahakan masyarakat Piaman Laweh. 

Selanjutnya tulisan ini akan membahas tentang "buah pinang" supaya jangan sekedar bernilai dalam acara dan upacara adat mengisi perlengkapan Carano tapi juga sangat berharga sekali di sektor perekonomian rakyat.

Buah pinang terdiri dari beberapa jenis, diantaranya Pinang Pandan Wangi, Pinang Betara, Pinang Kelapa, Pinang Hutan, Pinang Merah dan lain-lainnya. 

Pada umumnya umur 4 atau 5 tahun, pohon pinang sudah mulai berbuah, satu batang pinang bisa dipanen 1 tandan setiap bulan, 1 tandan buah pinang, normalnya diperoleh 1 kg buah kering dengan harga minimal /terendah Rp 10.000/kg, jika Piaman Laweh punya 1.000.000 batang pinang, diperkirakan hasil panen pinang daerah ini mencapai Rp 10.000.000.000 setiap bulannya. Pendapatan yang cukup besar yang berasal dari komuditi tumbuhan pinang. 

Mari kita bertanya kepada petani pinang yang bergoyang,,,, (***)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies