Type Here to Get Search Results !

Melunasi Hutang Akademik: Grand Launching Magister PAI STIT Syekh Burhanuddin Pariaman dan Ikhtiar Membangun Peradaban Keilmuan

Oleh: Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag.

Ketua Yayasan Islamic Centre Syekh Burhanuddin Pariaman

Grand Launching Program Studi Magister (S-2) Pendidikan Agama Islam STIT Syekh Burhanuddin Pariaman bukan sekadar peresmian program studi baru. Momentum ini merupakan tonggak sejarah dalam memperkuat tradisi akademik yang berakar pada sanad keilmuan ulama Minangkabau sekaligus menjadi ikhtiar nyata melunasi hutang akademik kepada Syekh Burhanuddin, ulama besar penyebar dan pengembang Islam di Minangkabau.

Selama ini, jasa dan pengaruh Syekh Burhanuddin hidup dalam tradisi masyarakat melalui surau, tarekat Syattariyah, Basapa, dan jaringan ulama. Namun, warisan intelektual tersebut masih memerlukan penguatan melalui penelitian, publikasi ilmiah, dokumentasi, dan pengembangan pendidikan tinggi agar menjadi bagian dari khazanah akademik nasional maupun internasional.

Grand Launching yang dihadiri pimpinan Kopertais Wilayah VI Sumatera, akademisi, ulama, pemerintah daerah, dosen, mahasiswa, dan tokoh masyarakat diawali dengan pemukulan gandang tambua, sebagai simbol dimulainya babak baru perjalanan STIT Syekh Burhanuddin Pariaman menuju perguruan tinggi yang semakin unggul.

Salah satu agenda utama adalah peluncuran resmi Program Studi Magister (S-2) Pendidikan Agama Islam oleh Kopertais Wilayah VI Sumatera. Kehadiran program magister ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan pendidikan Islam tingkat lanjut yang tetap berpijak pada tradisi keilmuan ulama, namun mampu menjawab tantangan zaman.

Pada kesempatan tersebut, saya menyerahkan 15 judul buku tentang Syekh Burhanuddin kepada STIT Syekh Burhanuddin Pariaman sebagai referensi akademik bagi dosen, mahasiswa, dan para peneliti. Bersamaan dengan itu dilaksanakan pula peluncuran buku Living Heritage Syekh Burhanuddin dan Ensiklopedi 100 Syekh dan Tuanku Bersanad Syekh Burhanuddin. Kedua karya tersebut diharapkan menjadi fondasi pengembangan pusat studi Syekh Burhanuddin serta memperkaya literatur sejarah ulama Minangkabau yang selama ini masih sangat terbatas.

Sejak tahun 2023, STIT Syekh Burhanuddin telah mengembangkan Program Unggulan Sarjana Tuanku dan Tuanku Sarjana, yaitu program kaderisasi yang mengintegrasikan pendidikan akademik dengan pendidikan keulamaan. Dalam waktu dekat, program ini akan melahirkan angkatan pertama yang diwisuda dengan dua kompetensi sekaligus, yakni sarjana dan Tuanku. Program tersebut merupakan ikhtiar melahirkan ulama yang memiliki kedalaman ilmu agama, penguasaan tradisi keilmuan Islam, serta kemampuan akademik yang diakui secara formal.

Untuk memperluas manfaat pendidikan, STIT Syekh Burhanuddin juga akan memperluas kerja sama dengan berbagai pondok pesantren di Sumatera Barat maupun di berbagai daerah di Indonesia. Kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan pendidikan sarjana dan magister, peningkatan mutu dosen dan guru, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan jaringan pendidikan pesantren.

Keunggulan utama Program Studi Magister (S-2) Pendidikan Agama Islam STIT Syekh Burhanuddin terletak pada kekhasan kurikulumnya yang memadukan kajian turats (khazanah klasik Islam) dengan integrasi keilmuan kontemporer. 

Selain itu, program ini menjadikan pendidikan surau sebagai salah satu konsentrasi unggulan, meliputi sejarah surau di Minangkabau, peran Syekh Burhanuddin dalam membangun jaringan pendidikan Islam, dinamika perkembangan surau dari masa ke masa, hingga strategi revitalisasi surau sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat pada masa depan. Kekhasan ini diharapkan menjadi identitas akademik yang membedakan STIT Syekh Burhanuddin dari program magister sejenis di Indonesia.

Transformasi kelembagaan juga terus dipersiapkan. Setelah memperoleh izin penyelenggaraan Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, STIT Syekh Burhanuddin menargetkan bertransformasi menjadi Institut dalam waktu sekitar satu tahun ke depan. Perubahan status tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas bidang keilmuan, meningkatkan kualitas penelitian, memperkuat pengabdian kepada masyarakat, serta memperluas jejaring kerja sama nasional dan internasional.

Grand Launching ini bukan hanya meresmikan sebuah program studi baru, tetapi juga menandai dimulainya gerakan besar membangun tradisi akademik yang menghargai sejarah ulama, memperkuat sanad keilmuan, dan melahirkan generasi intelektual Muslim yang berakar pada tradisi sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.

Pada akhirnya, melunasi hutang akademik Syekh Burhanuddin bukanlah tugas satu orang atau satu lembaga, melainkan tanggung jawab bersama seluruh insan akademik, ulama, pemerintah, dan masyarakat. Melalui STIT Syekh Burhanuddin Pariaman, diharapkan lahir pusat kajian yang mampu mendokumentasikan, meneliti, mengembangkan, dan mewariskan khazanah keilmuan Syekh Burhanuddin kepada generasi mendatang sebagai kontribusi nyata dalam membangun peradaban Islam dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.ds. 01082026.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.