Type Here to Get Search Results !

Ruri Eka Putra, Calon Walinagari Kapalo Koto Nomor Urut Dua Gandeng Mak Katik: Kupas Tuntas Sejarah KAN dan Peran Niniak Mamak

Calon Walinagari Kapalo Koto nomor urut dua, Ruri Eka Putra diskusi khusus dengan Mak Katik.

Padang, (31/05/2026) Dalam upaya merawat warisan budaya Minangkabau dan memperkuat fungsi kelembagaan adat di era modern, calon Wali Nagari Kapalo Koto, Kecamatan Nan Sabaris nomor urut 2 Ruri Eka Putra menggelar diskusi santai namun mendalam bersama budayawan terkemuka Sumatra Barat, Musra Dahrizal Katik Jo Mangkuto, yang akrab disapa Mak Katik.

Diskusi yang berlangsung hangat tersebut mengupas tuntas sejarah Kerapatan Adat Nagari (KAN), reposisi peran niniak mamak, serta tantangan pelestarian adat di tengah gempuran digitalisasi.

Kembali ke Akar Sejarah KAN

Dalam sesi pembuka, Mak Katik memaparkan secara gamblang bahwa Kerapatan Adat Nagari (KAN) bukanlah lembaga yang lahir kemarin sore, melainkan institusi tertinggi dalam struktur adat nagari di Minangkabau yang memiliki akar sejarah kuat. KAN berfungsi sebagai wadah musyawarah mufakat bagi para pimpinan adat.

"KAN adalah benteng terakhir pertahanan moral dan pilar hukum adat kita di nagari. Memahami KAN bukan cuma soal seremonial, tapi memahami bagaimana sistem demokrasi tertua di Nusantara ini bekerja," ujar Mak Katik dengan gaya khasnya yang lugas.

Rejuvenasi Peran Niniak Mamak

Ruri Eka Putra menyoroti fenomena mulai bergesernya nilai-nilai kepemimpinan adat di kalangan generasi muda. Menurut Ruri, peran niniak mamak (penghulu/pemimpin adat) sebagai pemelihara anak kemanakan kini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks.

Niniak mamak dituntut tidak hanya paham hukum adat (bahu baurek, bauriah tunggang), tetapi juga harus adaptif terhadap perkembangan zaman agar tetap didengar oleh generasi Z dan milenial.

Pilar Utama: Niniak mamak harus menjadi teladan (suluah bendang) dalam penyelesaian sengketa internal kaum.

Tantangan Zaman: Perlunya digitalisasi pengarsipan sejarah kaum dan pemetaan tanah ulayat agar meminimalisir konflik di masa depan.

Komitmen Ruri Eka Putra untuk Kebudayaan

Sebagai representasi generasi muda yang peduli, Ruri Eka Putra menegaskan bahwa diskusi ini merupakan langkah awal dari komitmen jangka panjangnya untuk menjembatani jurang pemisah antara generasi tua pemegang adat dan generasi muda dalam Nagari Kapalo Koto.

"Kita tidak boleh kehilangan identitas. Diskusi bersama Mak Katik ini membuka mata kita bahwa adat Minangkabau itu sangat dinamis dan ilmiah. Tugas kami yang muda adalah mengemas nilai-nilai luhur dari niniak mamak dan KAN ini ke dalam narasi modern agar anak muda bangga dengan akarnya," tutur Ruri di akhir diskusi.

Pertemuan ini diharapkan dapat memantik gelombang diskusi serupa di berbagai nagari, guna memastikan falsafah "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" tidak sekadar menjadi slogan, melainkan pedoman hidup yang terus hidup dan relevan.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.