Type Here to Get Search Results !

Ketika Air Turun Membawa Kesalahan Manusia

Oleh : Ririe Aiko 

Kreator Puisi Esai

Tiktok @ririeaiko_djaf


_(Puisi esai mini ini terinspirasi dari data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tentang bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara yang menewaskan ribuan orang pada Januari 2026)_ (1)

‎---000---

‎Hujan turun dari langit

‎tanpa pernah bertanya

‎siapa yang paling siap kehilangan.

‎Ia jatuh di tanah Sumatera

‎yang telah lama retak

‎oleh gergaji,

‎oleh kesepakatan gelap,

‎oleh peta-peta pembangunan

‎yang tak peduli nyawa manusia

‎Seribu seratus sembilan puluh sembilan nyawa

‎dicatat rapi dalam laporan. (2)

‎Angka yang tampak biasa

‎padahal setiap digitnya

‎pernah bernapas,

‎pernah ada didunia

‎Seratus empat puluh empat lainnya

‎hilang.

‎Bukan hanya tertimbun tanah,

‎tapi juga tertelan oleh lambannya

‎pertobatan manusia.

‎Di Aceh Timur,

‎satu nyawa kembali ditambahkan

‎seperti catatan kaki

‎dalam tragedi panjang.

‎Tak ada lonceng duka,

‎hanya satu keluarga lagi

‎yang belajar menyebut sabar

‎dengan suara bergetar.

‎Di pengungsian,

‎seratus lima puluh empat ribu lebih jiwa

‎bernapas di antara terpal dan antrean.

‎Anak-anak kelaparan

‎menunggu bantuan datang

‎Orang tua hanya terdiam

‎menunggu kain kafan

‎Negara datang membawa logistik. (3)

‎Pesawat terbang puluhan kali,

‎truk dan kapal menyusuri jarak.

‎Bantuan tiba,

‎namun tak bisa menyembuhkan luka kehilangan.

‎Rumah-rumah hancur dalam sekejap

‎merobohkan banyak kehangatan yang pernah dibangun

‎Langit bahkan disemai.

‎Awan dimodifikasi,

‎seolah hujan adalah musuh utama.

‎Padahal yang lebih berbahaya

‎adalah tangan manusia

‎yang merusak hutan

‎tanpa rasa bersalah.

‎Sumatera tak sekadar basah oleh air.

‎Ia basah oleh pembiaran.

‎Sungai dipersempit,

‎bukit ditelanjangi,

‎lalu kita terkejut

‎saat alam menuntut kembali

‎apa yang dirampas.

‎Bencana ini bukan murka langit

‎tragedi tak datang sendiri

‎alam selalu jadi pelampiasan

‎atas kesalahan yang

‎dirancang manusia dengan sadar.

‎Tanah tak pernah berniat menelan,

‎ia hanya tak lagi kuat menahan

‎beban kerakusan

‎Catatan:

‎(1) Laporan resmi BNPB, 17 Januari 2026, terkait bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

‎(2)https://www.niaga.asia/total-korban-meninggal-dunia-akibat-bencana-di-sumatera-1-199-orang-dan-hilang-144/

‎(3)https://papuastar.com/pemerintah-distribusi-logistik-hingga-1375-ton-bantu-warga-terdampak-banjir-sumatra/

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.