Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Spritual dan Kesejahteraan Oleh : Prof Duski Samad Tuanku Mudo

Prof Duski Samad Tuanku Mudo 

Dalam kajian ilmiah banyak ulasan bahwa puasa, shalat Tarawih, tilawatil quran, doa, dan beritikaf selama Ramadhan bukan saja sebatas pahala akhirat, namun ia besar artinya bagi penguatan spritualitas (jiwa) dan kesejahteraan, ekonomi dan sosial. 

Satu di antara yang besar artinya bagi penguatan spritualitas adalah itikaf. Itikaf sebagai dinyatakan secara eksplist di surat al-Baqarah akhir ayat 187 dapat meneguhkan hati untuk mendapat kualitas spritual yang baik dan akhirnya mengundang datang kesejahteraan lahir dan batin.

Itikaf adalah praktik ibadah di mana seseorang mengisolasi diri di masjid untuk beribadah dan merenung selama periode tertentu, biasanya selama 10 hari terakhir bulan Ramadan. Beberapa manfaat kesehatan dari praktik itikaf dapat mencakup:

1. Menenangkan pikiran melalui cara mengisolasi diri dan fokus pada ibadah, itikaf dapat membantu seseorang untuk menenangkan pikiran dan mengurangi stres.

2. Meningkatkan konsentrasi dengan membuang distraksi dari dunia luar, itikaf dapat membantu seseorang untuk meningkatkan konsentrasi dalam beribadah dan merenung.

3. Menjaga kesehatan mental, praktik itikaf dapat membantu seseorang untuk meningkatkan kesehatan mental dengan memberikan waktu untuk introspeksi dan refleksi diri.

4. Menjaga kesehatan spiritual, dengan fokus pada ibadah dan meningkatkan hubungan dengan Allah, itikaf dapat membantu seseorang untuk menjaga kesehatan spiritualnya.

Penting untuk diingat bahwa manfaat kesehatan itikaf lebih bersifat spiritual dan mental daripada fisik. "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd 13: 28)

Kekuatan mental spiritual memiliki urgensi yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Berikut beberapa alasan mengapa kekuatan spiritual penting:

1. Membantu dalam menemukan makna hidup:

Kekuatan spiritual membantu seseorang untuk menemukan tujuan hidup dan makna yang lebih dalam dalam setiap tindakan dan pengalaman.

2. Memberikan ketenangan dan kebahagiaan:

Kekuatan spiritual dapat memberikan ketenangan batin, kebahagiaan, dan kedamaian dalam menghadapi tantangan hidup.

3. Memperkuat koneksi dengan yang Maha Kuasa:

Kekuatan spiritual membantu seseorang untuk memahami diri sendiri dengan lebih baik dan memperkuat hubungan dengan Tuhan atau kekuatan yang lebih tinggi.

4. Menyediakan panduan moral:

Kekuatan spiritual membantu seseorang untuk mengembangkan nilai-nilai moral dan etika yang kuat, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

5. Mengatasi kesulitan dan tantangan:

Kekuatan spiritual memberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kesulitan, tantangan, dan cobaan hidup.

Kekuatan spiritual memiliki urgensi yang besar dalam membantu seseorang untuk menjalani kehidupan dengan lebih bermakna, bahagia, dan penuh dengan ketenangan.

SPRITUAL DAN KESEJAHTERAAN

Hidup bahagia, bermakna dan tenang sebagai buah dari spritual agama yang berkualitas diyakini akan menghadirkan kesejahteraan individu dan akhirnya akan mendorong kesejahteraan sosial. Islam sangat memberikan dorongan agar umatnya sejahtera dan bahagia sepanjang waktu (dunia dan akhirat), seperti yang sudah dijadikan doa harian rabbana artinya finddunya hasanah wa fil akhirat hasanah ya Allah berikan kami kebahagian dunia dan akhirat.

Kesejahteraan sejak awal menjadi visi besar dari Islam rahmatan lil alamin, lihat saja ayat yang mendorong pengentasan kemiskinan dan terus mengerakkan filantropi Islam (zakat, infaq, sadaqah, melindungi anak yatim, faqir miskin, orang terlantar). Jadi itu agama pastilah memiliki kaitan erat dengan perekonomian, pembangunan infrastruktur, dan lain sebagainya. Sehingga dengan ini ada korelasi atau ke bersinggungan antara agama dan kehidupan.

Tiap individu umat beragama yang berperilaku tidak sesuai dengan etika keagamaan yang diklaim, bisa jadi dilakukan karena eksternal. Seperti halnya di Indonesia, korupsi tersebut bukan dilakukan oleh orang yang tidak memiliki uang melainkan karena keserakahan dari orang yang melakukan tindakan tersebut. Harus diakui peran agama menghentikan korupsi dan kecurangan sulit menyimpulkannya. Agama normatif dan teologis mesti didorong menjadi aplikatif dan solutif.

Namun dalam batas-batas tertentu agama, khususnya Islam telah menunjukkan peran berarti dalam menjawab kesulitan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di beberapa daerah, pembangunan sekolah yang terpinggirkan, tidak dilakukan oleh pemerintah. Biasanya dilakukan oleh ormas keagamaan, diantaranya dari Muhammadiyah, NU dan lain sebagainya.

Contoh nyata agama berperan dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi di antaranya Uni Emirat Arab dan negara Islam lainnya di kawasan Timur Tengah saat ini memiliki kenaikan perekonomian dan juga seimbang dengan nilai keagamaannya. Bahkan Qatar sukses menjadi tuan rumah helat dunia Piala Dunia dengan memastikan iman dan ibadah agama tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Dukungan doktrin al-Quran bahwa kerja keras, keseimbangan hidup, melakukan kerja-kerja terbaik, tidak bikin keonaran merusak lingkungan adalah bukti Islam memiliki titik singgung dengan kesejahteraan, ekonomi dan sosial.  

"Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan."(QS. Al-Qasas 28: Ayat 77).

Natijah dari spritual dan kesejahteraan adalah memiliki hubungan timbal balik. Spritual yang buruk memperlambat hadirnya kesejahteraan sosial. Sejahtera tanpa spritual akan menjadikan komunitas ganas dan memangsa saudaranya sendiri, homo homini lupus, manusia serigala bagi manusia lain. Virus ganas korupsi dan penyimpangan dan kejahatan hukum yang luar biasa (extra ordinary) dipicu oleh sejahtera yang bankrut spritualitas, hidup baik tapi miskin agama. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya mendapat prioritas bagi penerima amanah rakyat. @khutbahmasjiddarulmuttaqinsiteba@290324.

*Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumbar

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies