Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ali Mukhni Kisah yang Tidak Pernah Selesai Ditulis

Sempat diskusi dan bercerita agak lama menjelang Ali Mukhni mengakhiri jabatan bupati. (ist)

Padang Pariaman, Sigi24.com--Ali Mukhni dan pembuktian sebuah karya kepemimpinan dalam kesunyian.

Lama saya terpana dan terdiam. Kepergian Bupati Padang Pariaman dua periode yang dikenal fenomenal itu, menyisakan banyak kenangan dan kisah dari banyak orang dan tokoh di Sumatera Barat.

Ali Mukhni laksana buku yang belum selesai ditulis. Dia tokoh hebat melahirkan banyak karya. Jago komunikasi politik, sangat dekat dengan masyarakat.

Satu periode jadi Wabup dan dua periode jadi Bupati Padang Pariaman, semangatnya untuk terus dan terus berbuat di tengah masyarakat tak pernah surut.

Kepergiannya mengejutkan banyak orang. Sedih dan berduka yang amat sangat. Tangisan tumpah, doa mengalir, cerita kenangan pun menghiasi jagad dunia maya.

Berita duka ini menyeruak ke seantero dunia. Padang Pariaman dan Sumatera Barat berduka. Tokoh hebat, bapak pembangunan Padang Pariaman itu sudah pergi.

Innalillahi wa innailaihi rajiun. Doa ini begitu deras di seluruh beranda penggiat media sosial. WA grup penuh oleh kabar ini, Sabtu pekan lalu hingga dua hari setelah itu.

Ali Mukhni, ayah tiga putra ini sedang mencaleg. Dia Caleg DPR RI dari NasDem di Sumbar II. Dia jalan nyaris sendirian. Tak ada atau nyaris tidak pakai rombongan dan tim dalam bersosialisasi.

Ya, sama dengan saat menjabat 15 tahun di daerah, Ali Mukhni sepertinya tak ingin pakai protokoler. Dia melenggang bebas, jalan sendiri. Paling berdua dengan sopir.

Mau ikut acara, melihat pekerjaan yang sedang berjalan. Tak memandang waktu. Bisa malam, sore dan tengah malam dia tak takut sendirian.

Ali Mukhni mungkin satu-satunya bupati yang ketika turun ke lapangan tidak kita temukan iring-iringan mobil pejabat, pakai patwal.

Untuk ini pula, ketika turun itu Ali Mukhni banyak mendengar kisah rakyatnya. Kisah hidup susah, kisah pembangunan tidak ada di kampungnya, dan kisah lainnya.

Ali Mukhni adalah pemimpin yang senang dengan kisah itu. Dari kisah itulah dia giat membangun. Membangun kepentingan umum.

Dia senang dan suka memberi dan berbagi. Di sejumlah panti asuhan, Ali Mukhni tercatat sebagai bapak angkat. Mungkin karena sering berbagi.

Saya pernah ditelpon Ali Mukhni. Tak sering memang, tetapi saya berpikir sendiri. Dan ini pula yang saya rasakan bupati dan wakil bupati yang menelepon saya di Padang Pariaman ini.

Cakapnya dalam telpon tak banyak. Tetapi menusuk hati saya. "Dima, nku. Ambo taragak sobok," kata dia dalam telpon.

Saya bersaksi, Ali Mukhni orang baik. Sangat baik. Teruslah ke surga Pak, kami terus berdoa dan mengenang dalam doa dan kaji.

Banyak orang menyebut, setelah Anas Malik, Ali Mukhni inilah kepala daerah yang fenomenal. Karyanya besar dan banyak. Di kalangan wartawan, Ali Mukhni adalah tokoh yang asyik untuk ditulis.

Tak pernah selesai ditulis, begitu asyik dan senang untuk mengulas dan merangkai sepak terjangnya dalam sebuah cerita menarik. (ad/red)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Hollywood Movies