Solok, -- Musibah bencana banjir bandang dan longsor di Kenagarian Kayu Aro, Kabupaten Solok yang terjadi Senin (21/9) sekitar pukul 19.45, yang meluluhlantakan daerah sekitar, menyisakan trauma yang mendalam. Musibah yang datang secara tiba-tiba mengejutkan warga setempat.
Lokasi yang terdampak amukan galodo dan banjir bandang di Solok, tepat di areal perkantoran Bupati Kabupaten Solok itu, secara mendadak dan tiba-tiba Senin dihantam galodo. Lumpur dan bebatuan besar, kecil menutup areal sekitar perkantoran itu, termasuk jalan Padang - Solok di depan kantor Bupati Solok, dipenuhi material lumpur dan batu-batu, perkayuan. Secara otomatis, jalur jalan raya Padang - Solok dan sebaliknya tidak bisa dilewati.
Berdasarkan laporan data yang berhasil dihimpun, berbagai fasilitas umum, bangunan banyak yang rusak. Ada yang rusak berat dan ada yang rusak ringan. Beberapa kendaraan rusak, akibat terdampak galodo tersebut.
Yang rusak berat dari data yang tercatat dihimpun Polda Sumbar, yakni Kantor Dinas PUPR tertimbun material banjir bandang ± 30 CM) dan Kantor Dinas DPMN. Data rusak ringan akibat amukan galodo terdiri dari, Kantor DPRD tertimbun, Kantor Bappenda.
Kantor Bapelitbang, Kantor Inspektorat Daerah, Kantor Dinas Pariwisata, Kantor Dinas Pertanian, Kantor Dinas Kesehatan, Kantor Dinas BKPSDM.
Sedangkan kendaraan yang kena dampak amukan galodo ada beberapa buah yakni, Mobil Dinas Pertanian Jenis Isuzu Panther, Mobil Dinas Pertanian Jenis L - 300 Pickup, Mobil Dinas Kesehatan Jenis Kijang Kapsul.
Mobil Dinas Kesehatan Mini Bus Jenis Toyota, mobil masyarakat jenis Avanza warna putih, Avanza warna silver, Kijang Super warna orange. Perkiraan data perumahan yang terdampak material banjir bandang sekitar 100 unit rumah. Data lengkap masih dalam pendataan BPBD Kabupaten Solok.
Selain itu juga terjadi kerusakan di lahan pertanian, dan kini masih dalam pendataan dan fasilitas umum yang rusak dari laporan yang dihimpun Polda Sumbar. Terdapat atu unit jembatan penghubung jalan utama Arosuka yang tertimbun lumpur, sudah dibersihkan.
Disamping itu, juga ada masjid di Kayu Aro Solok diamuk galodo, dalam keadaan tertimbun material longsor.
Dari data yang yang disampaikan Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy bersama Wakapolda Brigjen Pol Solihin pada media ini, bahwa akibat dari amukan galodo dan banjir bandang yang melanda Kayu Aro Solok itu, malam itu masyarakat diungsikan ke tempat yang aman.
Sekitar 50 orang yang berada di titik lokasi galodo diungsikan. Polri untuk masyarakat diterjunkan ke TKP.
Menghadapi musibah galodo, banjir bandang dan longsor tesebut, Polda Sumbar menurunkan personil polisi untuk melakukan evakuasi dan pemulihan daerah yang terkena dampaknya, hampir 500 personil Polri turun ke lapangan pada malam itu, langsung dipimpin dan diarahkan Kapolda Sumbar.
Personil yang turun diturunkan hampir 500 orang itu, terdiri dari 3 SSK dari Sat Brimob yang berjumlah 300 orang, 100 personil Direktorat Samapta Polda Sumbar, ditambah dari personil Polri dari Polres Solok 75 orang. Semua bergabung dengan BPBD dan masyarakat setempat, melakukan evakuasi dan pemulihan.
Secara bersama membersihkan lumpur, menyingkirkan kayu dan bebatuan, tanpa lelah. Personil menyingkirkannya agar kembali daerah tersebut bisa bersih, aman ditempati, dan jalan raya bisa dilewati kendaraan.
Menurut Kapolda Djati Wiyoto Abadhy, kehadiran Polri untuk masyarakat ini, akan berada di lapangan, tepatnya di lokasi musibah galodo dan banjir bandang Solok ini sampai 14 hari kedepan. Bentuk evakuasi menyelamatkan warga yang terdampak, menyingkirkan material dan bebatuan lumpur yang memenuhi komplek bangunan, jalan utama Solok-Padang, sehingga pada siang hari Selasa-nya jalan tersebut sudah bisa dilewati kendaraan, walaupun awalnya buka tutup.
Kapolda Djati mengatakan, di lokasi juga disediakan posko Polri untuk masyarakat, dapur umum, Posko DVI, Posko Sar dan BPBD. Diharapkan, pemulihan lokasi musibah bencana galodo ini bisa teratasi. "Untuk pemulihan, menyingkap bebatuan, dan lumpur serta perkayuan, tim penyelamatan dari Polda bekerja sama di lapangan dengan tim bantuan lainya, seperti dari BPBD dan masyarakat mengerahkan alat berat di lokasi sebanyak tujuh unit, terdiri dari 4 unit eskavator, dua wheel loader," katanya.
Kapolda Sumbar menegaskan, bahwa jajaran kepolisian bersama instansi terkait akan mengerahkan seluruh kekuatan, untuk mempercepat pemulihan dan pencarian korban yang belum ditemukan. "Mudah-mudahan dengan dukungan bersama segenap lapisan masyarakat, kita bisa melakukan upaya pembersihan jalur jalan dan areal yang terdampak lainnya," ujar dia.
Untuk jalur transportasi, menurut Kapolda, setelah tim dari Polri bersama masyarakat menyingkirkan lumpur dan bebatuan yang memenuhi jalan raya di sekitar komplek kantor Bupati itu, jalan sudah mulai dibuka dan dilewati kendaraan, namun perlu kehati-hatian agar tidak terjadi kecelakaan.
Himbauan Kapolda pada masyarakat setelah musibah galodo dan banjir bandang di Solok, Kapolda Djati Wiyoto Abadhy menghimbau, agar tetap waspada. Kondisi cuaca, diperkirakan turun hujan di lokasi, karena aliran air dari gunung saat ini masih cukup deras.
"Jangan musibah saat ini menjadi tontonan, dengan berduyun-duyun membawa keluarga dan anak ke lokasi bencana, karena di lokasi saat ini masih sangat berbahaya," katanya.
Menurutnya, jangan berkerumunan, mengganggu para petugas yang sedang melakukan evakuasi dan pembersihan di lokasi. "Mari bersama-sama, bahu membahu, membantu melakukan evakuasi dan pembersihan, agar proses pemulihan bencana dapat segera tuntas," katanya. (Asfar Tanjung)

