![]() |
Padang Pariaman — Sigi24.com-- Padang Pariaman diguncang kabar mengejutkan! Masyarakat dikejutkan dengan lahirnya Surat Keputusan (SK) Bupati yang menonaktifkan sementara Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Padang Pariaman, Siska Primadona S. STP. M. SI. Yang bikin heboh: ia baru saja dilantik pada Desember tahun lalu — baru hitungan bulan menjabat!
Lewat SK Bupati Padang Pariaman John Kenedy Aziz Nomor 021.2/347/KEP/BPP-2026 tertanggal 31 Juli 2026, diputuskan: Siska Primadona dibebaskan sementara dari jabatannya terhitung mulai tanggal yang sama, sampai ditetapkannya keputusan hukuman disiplin. Alasan: diduga melanggar Pasal 3 huruf f Peraturan Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
APA SEBENARNYA YANG TERJADI? SEMUA BERAWAL DARI VIRALNYA MEDIA SOSIAL
Heboh ini bermula dari viralnya video dan cerita di media sosial — TikTok maupun Facebook — yang menyebutkan rumah kediaman Kadis Siska digerebek warga pada tengah malam, karena diduga ada seorang laki-laki yang bukan muhrim berada di dalam rumah! Kabar ini menyebar kilat, penuh tuduhan tak berdasar: seolah-olah Kadis Siska berselingkuh — bahkan disebut dengan sopirnya sendiri!
Tak jelas siapa yang "menggerebek", tak jelas siapa laki-laki tersebut — namun berita tak bertanggung jawab itu sudah menyebar ke seantero masyarakat, melukai hati Siska dan keluarga besarnya. Dan yang paling ironis: jabatan yang baru beberapa bulan diembannya pun kini terancam!
KRONOLOGI MALAM ITU — VERSI SISKA: JAM 11.30 MALAM PULANG, SOPIR IKUT MASUK RUMAH...
Ketika awak media bertemu Siska Primadona pada Jumat, 31 Juli 2026, di sebuah tempat di dampingi awak media lain, ia membenarkan telah dinonaktifkan. Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan kronologi malam yang mengubah segalanya:
"Tanggal 25–26 Juli saya ada perjalanan dinas ke Padang menghadiri Hari Anak Nasional. Bolak-balik Padang, pulang sudah larut malam — jam 11.30 malam baru sampai rumah. Sopir ikut masuk karena ada tugas administrasi yang harus disiapkan."
Kira-kira jam 12 malam, datang tiga orang mengetok pagar — salah satunya Ketua Pemuda bernama Akhir. Siska sendiri yang keluar menemui mereka.
"Mereka bertanya: 'Apakah ada laki-laki di atas rumah?' Saya jawab jujur: ada, itu sopir saya, kami baru pulang dari Padang, sedang menyelesaikan tugas."
Ketua Pemuda menyarankan dengan halus: sudah larut malam, sebaiknya sopir dipulangkan — tidak elok dilihat orang. Itu saja. Tidak ada keributan, tidak ada pertengkaran. Namun peringatan itu tersampaikan: perhatikan etika, jaga nama baik.
Di tengah badai yang menghantamnya, Siska Primadona tetap tegar. Ia menutup pertemuan dengan pesan yang menyentuh hati:
"Segala sesuatu yang terjadi adalah ujian Allah SWT bagi hamba-Nya. Jika kita lolos dalam ujian ini, kita akan naik kelas. Seberat apapun ujian ini, Allah tidak akan menguji di luar kemampuan hamba-Nya — sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Baqarah ayat 286."
Pertanyaan besar masih menggantung:
Apakah ini benar-benar soal pelanggaran etika — atau sekadar alasan untuk menyingkirkan pejabat yang baru memulai? Siapa yang sebenarnya diuntungkan dari skandal viral ini?
Kami akan terus menelusuri fakta-fakta tersembunyi di balik peristiwa ini. Jangan lewatkan edisi selanjutnya — jawaban dari semua kejanggalan ini akan kami ungkap!
(nd/red)

