![]() |
Padang Pariaman — Sigi24.com — Maraknya praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, hingga munculnya gudang-gudang penimbunan di berbagai titik khususnya di Sumatera Barat, adalah bukti nyata lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di daerah ini. Bisnis ilegal ini berjalan seolah dibiarkan, bahkan mendapat perlindungan tertentu — ironis di tengah masyarakat yang harus berjam-jam, bahkan bermalam, mengantre di SPBU hanya untuk mendapatkan haknya: BBM subsidi.
Secara kasat mata, lalu-lalang truk dan tangki yang mengangkut minyak subsidi ke gudang-gudang penampungan terang-terangan. Namun tak ada teguran, apalagi sanksi yang memberi efek jera. Kabupaten Padang Pariaman tampaknya menjadi salah satu basis utama operasi mafia ini. Gudang penimbunan tersebar di berbagai lokasi, dan faktanya — meski sudah diungkap — masih banyak yang beroperasi tanpa gangguan.
Media ini sebelumnya telah memberitakan penemuan dua gudang penampungan BBM ilegal di Pasar Baru, Korong Kasai, Nagari Kasang. Namun penelusuran di lapangan menunjukkan: masih ada gudang lain yang tetap beroperasi hingga hari ini, dan identitas para pemainnya sudah masuk dalam catatan redaksi kami.
"Gudang itu sudah lama beroperasi. Kadang petugas datang, tapi tak pernah ada hasil yang berarti. Sementara itu, kami melihat antrean di SPBU semakin panjang, bahkan ada yang bermalam." — keluh seorang perangkat Nagari Kasang yang meminta namanya dirahasiakan.
Padahal, pada November 2025 lalu, Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade telah mendesak pemerintah pusat dan Pertamina membentuk Satuan Tugas khusus untuk menindak tegas mafia BBM subsidi yang marak di berbagai daerah, termasuk Sumatera Barat. Namun tindakan itu tampaknya hanya berlangsung sesaat — dan kini praktik itu kembali merajalela.
Menanggapi laporan ini, Kapolda Sumatera Barat, Irjen. Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., saat dikonfirmasi Senin (17/8/2026), merespons tegas:
"Terima kasih atas informasinya. Segera kami selidiki kebenarannya."
Benarkah ada istilah "pagar makan tanaman" di balik kelanggengan bisnis ini? Siapa pelaku utamanya? Bagaimana modus operandi dan jaringannya? Apakah ada keterlibatan pihak pengelola SPBU? Siapa yang seharusnya bertindak dan memberikan sanksi tegas?
"Kami akan terus mengupas tuntas siapa dalang di balik semua ini. Jangan lewatkan edisi berikutnya kami buka siapa "pemain wayang" di balik mafia BBM subsidi ini," kata Djati Wiyoto. (Tim Redaksi sigi24.com)

