![]() |
PADANG PARIAMAN — Sigi24.com — Di tengah tekanan ekonomi yang kian berat dan dirasakan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat, muncul satu terobosan inspiratif yang patut dicontoh. H. Syafrizal, atau yang akrab disapa H. Syaf Arafah, membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berdiam diri — justru menjadi pemicu untuk berbuat lebih produktif.
Langkah nyatanya: mengubah lahan tidur seluas 1,7 hektar yang selama bertahun-tahun tertutup semak belukar di Korong Padang Kunik, Nagari Buayan, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman — menjadi lahan pertanian yang subur dan siap panen.
Kini, setelah beberapa minggu dikerjakan menggunakan alat berat mini untuk meratakan dan membersihkan lahan, tanah yang dulunya terlantar itu telah tertata rapi, hijau tertanami jagung, dan dilengkapi dengan pondok bertingkat sederhana — berfungsi sebagai gudang peralatan sekaligus tempat istirahat dan memantau perkembangan tanaman setiap hari.
“Lahan seluas 1,7 hektar ini sudah selesai digarap, seluruhnya sudah kami tanami jagung, dan kami bangun pondok untuk kebutuhan harian pekerja dan penyimpanan alat,” ungkap H. Syaf Arafah penuh semangat.
H. Syaf mengakui, selama ini lahan tersebut belum tergarap sepenuhnya karena kesibukan padat dalam dunia usaha dan berbagai amanah sosial yang diembannya di tengah masyarakat. Saat ini, ia tercatat sebagai Ketua Masjid Badano Sungai Rotan — salah satu masjid tertua di Kota Pariaman —, anggota LKAAM Padang Pariaman, pengurus Payuang Panji Suku Koto Saiyo (PPSKS) Sedunia, serta sejumlah amanah penting lainnya.
Namun melihat kondisi ekonomi yang kian memprihatinkan — terlihat dari sepinya pasar-pasar yang biasanya ramai — ia merasa harus bergerak dan memberi contoh nyata.
“Kondisi ekonomi sekarang memang berat, pasar yang biasanya hidup kini terasa sepi. Ini dampak nyata yang kita rasakan bersama. Karena itu, saya bertekad membuka lahan ini agar bermanfaat,” ujarnya.
Tanah bersertifikat atas namanya ini dinilai sangat cocok untuk budidaya jagung — komoditas yang permintaannya terus tinggi. Tak hanya bijinya yang laku dijual untuk pangan dan pakan ternak, batang dan daun jagung pun bisa diolah menjadi pakan ternak maupun ikan — menjadikan tanaman ini sangat efisien dan bernilai ekonomi ganda.
Lebih dari sekadar keuntungan pribadi, H. Syaf berharap langkah kecilnya ini bisa menjadi pemantik semangat dan motivasi bagi masyarakat luas.
“Dengan membuka lahan ini, semoga bisa menjadi contoh bagi dunsanak kito di mana pun berada. Jangan diam saja saat ekonomi sedang sulit. Mari kita bangkit, manfaatkan lahan-lahan yang masih ‘tidur’ di sekitar kita — ubah menjadi ladang rezeki yang bermanfaat,” ajaknya tulus.
Terletak tak jauh dari Jalan Raya Padang–Bukittinggi, lokasi lahan ini sangat strategis dan memiliki potensi pertanian yang menjanjikan. Saat ditanya mengenai kemungkinan menjual lahan tersebut kepada pihak yang ingin mengembangkan usaha pertanian atau peternakan lebih lanjut, H. Syaf menyatakan keterbukaannya.
“Jika ada pihak — petani, pengusaha pertanian, atau investor — yang berminat dan mampu mendatangkan manfaat lebih besar, kami siap menjual. Silakan datang langsung ke lokasi atau hubungi kami bisa juga melalui media ini,” tegasnya.
Langkah H. Syaf Arafah membuktikan: di tangan yang tepat, lahan tidur bisa berubah menjadi sumber harapan dan solusi ekonomi yang nyata. Sebuah pesan sederhana namun kuat — bekerja, bergerak, dan manfaatkan apa yang ada, adalah cara terbaik melawan kesulitan. (Tim Redaksi Sigi24.com)

