Type Here to Get Search Results !

Tragedi Siska: "Siapa Menabur Angin Akan Menuai Badai": Dalang di Balik Viral "Penggerebekan" Mulai Terungkap

Padang Pariaman — Sigi24.com-- Kabar mengejutkan yang sempat mengguncang masyarakat Padang Pariaman dan viral di media sosial pekan lalu kini mulai menampakkan wajah aslinya. Angin malam yang menyelimuti kasus Kadis Sosial Siska Primadona perlahan berubah menjadi arah yang lebih jelas: apakah kejadian itu murni kedatangan pemuda ke rumahnya, atau ada angin jahat yang sengaja dihembuskan pihak tertentu untuk meruntuhkan karirnya yang baru saja dimulai?

"Bukan Penggerebekan — Itu Hanya Ronda Malam Biasa"

Ketua Pemuda Kampung Akhir dan Kepala Dusun Dody telah memberikan keterangan tegas di hadapan wartawan dalam jumpa pers, Selasa (4/8/2026). Kata mereka, istilah "penggerebekan" yang viral di media sosial sama sekali tidak benar.

"Tidak ada penggerebekan. Itu hal biasa — tugas kami sebagai pemuda keliling malam hari untuk menjaga keamanan kampung," tegas Akhir, Ketua Pemuda tersebut.

Ia menjelaskan kronologi yang sebenarnya: Sekitar pukul 12 malam, ia bersama dua rekannya mendatangi rumah warga — Siska Primadona — hanya untuk memastikan informasi yang beredar bahwa ada tamu laki-laki di rumah tersebut. Saat diketuk, Siska sendiri yang membuka pagar dan mempersilakan mereka masuk.

"Saat kami datang, memang ada laki-laki — namun itu adalah staf dan sopir beliau sendiri, yang baru saja pulang dari acara Hari Anak Nasional (HAN) di Padang. Kami hanya menyarankan agar sopir pulang lebih awal karena sudah larut malam. Kami hanya berbicara baik-baik, dan sopir pun langsung beranjak pergi," ungkap Dody dengan nada tenang namun tegas.

Penilaian Publik: Etika vs Tuduhan

Banyak pihak kini menilai tindakan para pemuda itu terpuji — wajar jika mereka mengawasi lingkungannya. Namun muncul pula pertanyaan tajam: apakah etis seorang pejabat membiarkan sopir laki-laki masuk ke rumah hingga larut malam? Meski begitu, pertanyaan ini tidak seharusnya berubah menjadi narasi palsu berupa "penggerebekan" yang menghancurkan nama baik seseorang.

Satu Narasi Palsu, Satu Jabatan Terenggut

Viralnya istilah "penggerebekan" membuat Pemerintah Daerah langsung tersentak. Tanpa menunggu klarifikasi lengkap, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Aziz menerbitkan SK No. 021.2/347/KEP/BPP-2026 tertanggal 31 Juli 2026: Siska Primadona dibebaskan sementara dari jabatannya, terhitung mulai tanggal yang sama, hingga proses hukuman disiplin selesai. Alasan: diduga melanggar Pasal 3 huruf f Peraturan No. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.

Siska: "Semua Ada Dalangnya — Seperti Wayang di Panggung"

Namun di balik keputusan itu, tersembunyi sisi lain yang jauh lebih besar. Kuat dugaan muncul: ada pihak-pihak yang tidak senang dengan keberadaan Siska di posisi Kadis Sosial, dan kejadian malam itu dimanfaatkan untuk meruntuhkannya.

Ketika media ini menanyakan langsung kepada Siska — apakah ada dalang yang menyusun skenario ini? Apakah ia akan menempuh jalur hukum? — Siska menjawab dengan penuh ketegasan namun tetap tenang:

"Bagaikan kesenian wayang di panggung — semua gerakan wayang itu ada dalangnya yang menggerakkan. Seiring waktu, kami sekeluarga terus menyelidiki: kenapa berita ini bisa secepat itu viral? Kuat dugaan, angin jahat itu dihembuskan oleh orang terdekat kami. Namun nama mereka belum bisa kami ungkapkan sekarang."

Siska tidak akan diam. Ia berjanji terus menelusuri siapa dalang di balik layar:

"Suatu saat kebenaran itu akan muncul sendiri. Kejadian ini sangat memalukan saya dan keluarga — kami tidak akan tinggal diam. Siapa menabur angin, pasti akan menuai badai. Sesuai ajaran agama: yang benar pasti menang, yang bathil pasti hancur." (nd /red)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.