Type Here to Get Search Results !

Makan Bergizi dan Berprotein

Oleh : AS Edi

Makan bergizi yang diperuntukan bagi bayi, ibu hamil dan anak remaja merupakan kebutuhan primer untuk menjaga daya tahan tubuh mereka agar tidak mudah sakit , mendukung pertumbuhan dan perkembangan, memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, menjaga fungsi organ tubuh tetap bekerja dengan baik. 

Protein sebagai  "zat " untuk  membangun dan memperbaiki jaringan otot, kulit, rambut, kuku, dan organ tubuh yang rusak.  Membentuk enzim dan  hormon untuk mengatur proses pencernaan, pertumbuhan,  keseimbangan tubuh.

Meningkatkan imun (daya tahan tubuh), antibodi untuk melawan kuman dan  virus. Protein membantu pertumbuhan  bayi, anak, remaja, ibu hamil, dan orang yang sedang memulihkan penyakit.

Untuk memenuhi kebutuhan gizi dan protein tersebut diatas, kita dapat memperolehnya dari beberapa makanan dan minuman seperti, daging ayam, daging sapi, ​daging Ikan, telur ayam, telur itik, jambu biji, alpukat,  pisang, mangga atau jeruk, kurma, susu sapi, susu kedelai kedelai serta  nasi, jagung dan kentang. 

Ketika era orde baru, Presiden Soeharto menganjurkan secara nasional dalam kegiatan Posyandu tentang Menu 4 sehat 5 sempurna dengan   makan bergizi dan protein bagi ibu ibu hamil, balita dan anak remaja :

1. Makanan Pokok sebagai sumber energi dan karbohidrat, 

​2. Lauk-pauk  sebagai sumber protein dan  lemak, 

​3. Sayuran sebagai  sumber vitamin dan mineral,  

​4. Buah-buahan sebagai sumber  vitamin, antioksidan dan gula alami. 

5. Sempurna dengan minum susu olahan. 

Menu 4 sehat 5 sempurna, di Posyandu mereka diberitahu tentang  kadar/ volume yang terkandung dalam makanan, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan . 

1. Program MBB Mandiri. 

Bergizi dan Berprotein adalah dua kata serangkai yang seharusnya tidak dipisah, karena responnya berlaku bagi pengguna dimanapun berada dan  bermakna sepanjang hayat. 

Dalam tulisan ini sengaja kita buat MBB Mandiri dengan maksud "Makan Bergizi dan Berprotein Mandiri", supaya setiap kepala keluarga dalam rumah tangga tahu dan melaksanakan  pola dan menu MBB Mandiri seperti apa dan bagaimana cara dan usaha untuk memenuhinya sesuai dengan yang dianjurkan. 

Kebutuhan MBB Mandiri oleh keluarga prasejahtera/sejahtera sering tidak terpenuhi dan selalu tidak teratur sesuai menu makan 4 sehat 5 sempurna. Mereka mengutamakan makan yang hanya mengandung Karbohidrat asal kenyang, makan nasi dengan  menu tambahan seadanya, campur  sayur, sedikit agak asin dan pedas. Untuk Bayi/ Balita, mereka buat bubur nasi/nasi lunak saja atau ada yang menambah sedikit sayur tanpa dicampur dengan lauk pauk dan jarang di selingi makan buah-buahan apalagi susu olahan. 

2. Program MBG

MBG ini merupakan program unggulan pemerintah yang dikelola oleh  Badan Gizi Nasional dan  diperuntukkan bagi ibu hamil, bayi, balita, dan anak remaja melalui Posyandu dan Satuan Pendidikan. Program ini bertujuan untuk Turunkan stunting dan gizi buruk yang dialami oleh bayi, balita dan anak remaja, mencegah kerusakan perkembangan otak dan fisik mereka, memenuhi kebutuhan gizi seimbang supaya cukup protein, vitamin dan mineral untuk perkembangan  pisik, meningkatkan kualitas kecerdasan mereka, membantu ekonomi keluarga mengurangi beban biaya makan sehari-hari , mendorong ekonomi lokal dengan membeli hasil tani dan ternak lokal. 

Dalam program MBG, negara memberikan penjelasan pada pribadi, keluarga dan masyarakat tentang standar makanan yang  "Sah dan Baik". Sah menurut agama dan Baik tentang kualitas, kebersihan, kesehatan dan cara memperoleh nya, sehingga keluarga pra sejahtera/sejahtera mampu memenuhi kebutuhan pangannya dengan standar gizi dan protein sesuai menu 4 sehat 5 sempurna.

Pelaksanaan program MBG jangan lagi terjadi disintegrasi kewenangan pemerintahan pusat dan daerah, tidak boleh lagi ada carut marut pada pelaksanaan Dapur MBG di SPPG. Patuhi Juknis dalam proses masak memasak yang terjamin bersih, layak dikonsumsi dan keamanan higienis. 

3. Sah Lagi Baik 

Ada falsafah abadi  yang mendasari makan dan minum dengan menu empat sehat lima sempurna, baik secara mandiri maupun gratis agar memperoleh energi positif bagi tubuh dan pikiran seseorang,  " Makanan Sah lagi Baik " dan turunannya dalam ilmu kesehatan dikatakan dengan " Makanan Bergizi lagi Berprotein ".

 Apapun bentuk dan jenis makanan yang dimanfaatkan oleh manusia akan ada dan pasti mengandung gizi dan protein apabila di dasari dengan Falsafah "Sah lagi Baik, Legal and Good atau Halalan Thayyiban". Begitu sebaliknya, Bergizi dan berprotein, belum tentu Halalan Thayyiban. Serta perlu dihindari setiap makanan yang disediakan, janganlah mau mengikuti  langkah setan, karena tama' dalam pengadaannya serta rakus dalam memakannya. 

Kota Malang, 1 Juli 2026.

Sekian, terima kasih.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.