Type Here to Get Search Results !

Peringatan Tujuh Hari Wafatnya Ibunda Gatot Tri Suryanta, Diperingati dengan Khidmat dan Kekeluargaan

Kapolda Sumbar Irjen Pol Dr. Gatot Tri Suryanta berkabung, 7 hari wafatnya ibudanya, Hj. Kastarini Binti Padmo Wisastro diperingati di kediaman beliau di Jl. Rasuna Sad Padang Baru Padang, Jumat malam. Gambar atas susana peringatan wafat 7 hari ibunda tersayang Gatot yang dihadiri unsur pejabat, kerabat, sahabat dan unsur tamu lainnya. (Foto.Ist/Asfar Tanjung)

Padang,-- Irjen Pol Dr. Gatot Tri Suryanta M.Si, Kapolda Sumbar berkabung, Jumat (5/6) malam di kediamannya, Jl Rasuna Said Padang Baru, Padang. Berkabung dalam bentuk penyelenggaraan peringatan tujuh hari wafatnya ibundanya almarhumah Hj. Kastarini binti Padmo Wisastro.

Peringatan tujuh hari itu diisi dengan kegiatan doa bersama dan tausiah. Acara dihadiri Gubernur H. Mahyeldi, Wakapolda Brigjen Pol Solihin, para pejabat di Pemprov Sumbar, PJU Polda Sumbar, Kapolres se Sumbar, unsur sahabat Kapolda dan undangan lainnya.

Gatot Tri Suryanta dalam sambutan dan hantaran katanya dalam acara mengenang wafatnya ibunda Kastarini mengatakan, bahwa ibundanya wafat dalam usia 81 tahun, di kampung halamannya Yogyakarta, pada minggu lalu.

"Beliau meninggal dengan tenang, setelah berapa hari penyelengaraan Shalat Idul Adha. Waktu itu hadir seluruh anak-anak beliau yang berjumlah lima orang," katanya.

Beliau wafat setelah Shalat Dhuha, tanpa ada keluhan sakit. Dalam keseharian ketika beliau masih sehat, selalu dekat dengan anak-anak dan cucu-cucunya. "Beliau mengenal nama dan tanggal lahir anak cucunya. Kami sendiri kalau ingin sesuatu selalu minta doa restu ibunda, karena doa ibu itu lebih sakti dan makbul," katanya. 

Bagi seorang anak, pengabdian kepada ibu dan ayah jangan sampai terabaikan. "Kelau beliau sudah wafat, doa kita juga masih sampai kepada beliau sesuai sunah," ujarnya.

Kepada jemaah dan karib kerabat, sahabat yang hadir, Gatot Tri Suryanta mintakan rela dan maaf almarhumah ibunda Kastarini kalau ada salah dan khilaf. "Mudah-mudahan beliau dilapangkan kuburnya, diampuni dosanya dan ditempatkan di surganya Allah. Atas nama ahli bait, anak-anak beliau sudah memaafkan salah dan khilaf hadirin," ulas dia.

Acara mengenang tujuh hari wafatnya ibunda Kastarini diawali dengan membaca Alquran, dilanjutkan dengan ceramah takziah yang disampaikan Dr. Sofyan Hadi.

Dalam ceramahnya, Sofyan Hadi mengatakan, bahwa tidak ada yang kekal dalam hidup ini. Semua manusia akan mengalami kematian, kapan waktu dan saatnya, Allah Yang Maha Tahu. Kita harus mempersiapkan kematian dengan memperbanyak amal shaleh," ujarnya.

Kepada hadirin, Sofyan Hadi mengajak untuk mempersiapkan diri menjelang kematian yang datang secara tiba-tiba, perbanyak amal ibadah, hindari segala perbuatan keji dan mungkar, jalin silaturrahmi, kuatkan iman dan taqwa.

"Mudah-mudahan akhir kehidupan kita husnul khatimah. Bagi yang masih memiliki ayah dan ibu, berbaktilah kepada keduanya. Bila sudah wafat, doakanlah, karena doa seorang anak yang shaleh akan sampai kepada orang tuanya. Itulah yang diharapkan orang tua kita di alam kubur, yakni doa anak yang shaleh," ulas dia. 

Tausiah diakhiri dengan doa bersama untuk almarhumah ibunda Gatot Tri Suryanta.

Gubernur Mahyeldi mengajak hadirin untuk meningkatkan iman dan taqwa, serta memperbanyak amal ibadah. "Inilah salah satunya yang kita persiapkan menjelang kehidupan ini berakhir," katanya. 

"Menyinggung peringatan wafatnya hari ketujuh, mari kita doakan, semoga almarhumah dilapangkan kuburnya, diampuni dosanya, mendapatkan surganya Allah, dan saudara kita Gatot Tri Suryanta sabar dan tawakal selalu, Amin," harapnya.

Kegiatan mengenang tujuh hari wafatnya Hj. Kastarini, ibunda Gatot Tri Suryanta berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Satu persatu tamu yang datang menyampaikan ucapan belasungkawa. (Asfar Tanjung)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.