Type Here to Get Search Results !

Tak Jadi Mencalon, Rahmanul Hidayat dan Edi Yanto Berpeluang Mendapatkan Suara Yardi

Baliho besar Yardi ini sudah tidak lagi terpasang di Asam Jawa. Berganti dengan baliho Rahmanul Hidayat, calon Walinagari Balah Hilie Lubuk Alung nomor urut empat.

Padang Pariaman, -- Pilwana Balah Hilie Lubuk Alung menghangat. Terutama pasca mundurnya calon walinagari nomor urut lima, Yardi dari keikutsertaannya dalam helat serentak delapan tahun sekali ini.

Disebut menghangat, Yardi yang kembali jadi perangkat Nagari Lubuk Alung ini dinilai punya kekuatan massa yang kuat dan loyal. Kini, kemana arah dukungan masyarakat itu, masih dalam tawar menawar politik di antara empat calon walinagari yang tinggal saat ini.

Politik lokal di Balah Hilie Lubuk Alung memang terasa berlari kencang. Satu persatu baliho Yardi yang sudah tersebar luas, mulai dicopot satu persatu. Yang utama, baliho besar di Asam Jawa, tempat Yardi langsung diganti dengan baliho Rahmanul Hidayat, calon walinagari nomor urut empat.

Apakah pertukaran ini menjadi simbol pula dari pendukung Yardi ke Rahmanul Hidayat? Tak bisa dipastikan. Balah Hilie Lubuk Alung adalah nagari berkembang, sangat heterogen dalam menyikapi dinamika politik Pilwana yang sedang menggelinding.

Ketua Panitia Pilwana Balah Hilie Lubuk Alung, Mailon Maneza membenarkan calon walinagari nomor urut lima, Yardi menyatakan mundur. "Setelah kami menetapkan calon dan sekaligus penetapan nomor urut calon, ternyata yang bersangkutan belum memberikan surat keterangan mundur dari perangkat Nagari Lubuk Alung," kata Mailon Maneza.

"Kami menyurati Yardi, minta kelengkapan administrasi tersebut segera diserahkan ke panitia, mengingat tahapan Pilwana serentak selanjutnya adalah penyerahan data calon ke DPMD Padang Pariaman. Ternyata, Yardi menyerahkan surat tidak jadi maju menjadi calon walinagari," kata Mailon Maneza.

Mailon Maneza tak berani menjelaskan, soal dukungan masyarakat Yardi ini, dalam Pilwana serentak. "Itu urusan masyarakat pendukung. Bagi kami panitia, Pilwana serentak berjalan sesuai aturan saja," sebutnya.

Pengamat politik Pilwana Padang Pariaman menilai, suara dukungan ke Yardi yang tidak jadi maju itu, nasibnya akan terpecah belah ke calon yang empat lagi.

"Besar kemungkinan, sebagian besar suara itu berpindah untuk calon nomor urut empat, Rahmanul Hidayat. Ada kesan, dari pergantian tempat terpasang baliho besar di Asam Jawa, dari foto Yardi ke Rahmanul Hidayat, adalah bentuk isyarat menyerahkan dukungan untuk Ketua Forum Sekretaris Nagari se Padang Pariaman tersebut.

Namun demikian, kata pengamat itu, calon walinagari nomor urut dua, Edi Yanto juga berpeluang besar mendapatkan suara masyarakat, pendukung Yardi itu.

Balah Hilie Lubuk Alung adalah nagari besar dan berkembang. Lebih dari 8.000 daftar pemilih tetap yang akan menentukan nasib nagari itu delapan tahun mendatang.

Sudah pasti, masyarakat Balah Hilie Lubuk Alung punya nilai tawar sendiri. Karena, masyarakat punya otoritas tinggi dalam menentukan siapa diantara empat calon itu yang akan dijadikan pemenang dalam Pilwana serentak 27 Juni tahun ini.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.