![]() |
| Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis ketika berkunjung ke Sikabu Lubuk Alung. |
Oleh: Duski Samad
Anak Nagari Sikabu Lubuk Alung, Padang Pariaman
Pagi ini Ahad, 31 Mei 2026 Bupati Padang Pariaman yang populer dengan panggilan JKA bersama tim pesepedanya tiba di Nagari Sikabu Lubuk, Padang Pariaman mengunjungi OBES.
OBES bagi masyarakat Sikabu bukan sekadar sebuah kawasan hutan. OBES adalah singkatan dari Orang Besar Sikabu, sebuah nama yang mengandung nilai historis, sosial, dan emosional bagi masyarakat Nagari Sikabu. Kawasan ini berada di jajaran Bukit Barisan sebelah timur Pasar Lubuk Alung dan sejak puluhan tahun lalu menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Di kawasan inilah masyarakat mengelola kebun karet, durian, petai, jengkol, dan berbagai tanaman keras lainnya. Sejak masa pergolakan PRRI tahun 1958 hingga hari ini, OBES menjadi ruang penghidupan sekaligus benteng ekologis yang menjaga keseimbangan alam Nagari Sikabu.
Karena itu, kunjungan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Aziz (JKA), ke kawasan OBES memiliki arti yang sangat penting. Kehadiran beliau menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap potensi ekonomi masyarakat sekaligus terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati melihat langsung kondisi kawasan OBES, mendengar aspirasi masyarakat, serta mencermati berbagai persoalan lingkungan yang muncul akibat berkurangnya tutupan hutan di sejumlah wilayah. Banjir, longsor, dan kerusakan daerah aliran sungai menjadi isu yang tidak bisa dipisahkan dari tata kelola kawasan hutan dan lahan.
Kunjungan ini juga didampingi oleh Ninik Mamak Pucuk Adat Nagari Sikabu, Ir. Bachtiar Sultan Datuk Penyalai, bersama tokoh masyarakat dan unsur pemerintahan nagari. Kehadiran ninik mamak menunjukkan bahwa pembangunan di Minangkabau harus berjalan seiring antara pemerintah, adat, dan masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan lingkungan saat ini, OBES sesungguhnya menyimpan potensi besar yang belum tergarap secara optimal. Selain sebagai kawasan pertanian dan perkebunan rakyat, OBES dapat dikembangkan menjadi kawasan ekowisata berbasis masyarakat. Hutan yang masih asri, udara yang sejuk, pemandangan perbukitan, serta keberagaman tanaman produktif menjadi modal penting untuk membangun destinasi wisata alam yang berkelanjutan.
Wisata trekking, camping ground, wisata edukasi lingkungan, wisata durian musiman, hingga wisata sepeda gunung dapat menjadi pilihan pengembangan kawasan ini. Dengan konsep tersebut, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi tanpa harus merusak hutan yang selama ini menjadi penyangga kehidupan nagari.
Selain OBES, Nagari Sikabu juga memiliki destinasi yang tidak kalah menarik, yaitu Tapian Puti. Kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata keluarga, wisata air, dan wisata budaya. Dengan penataan yang baik, Tapian Puti dapat menjadi ikon wisata baru yang memperkuat identitas Nagari Sikabu sebagai nagari yang kaya akan keindahan alam dan kearifan lokal.
Ke depan, OBES dan Tapian Puti dapat menjadi dua kekuatan utama pariwisata Nagari Sikabu. OBES menawarkan pesona perbukitan dan hutan rakyat, sedangkan Tapian Puti menghadirkan keindahan wisata air dan ruang rekreasi keluarga. Keduanya dapat dikembangkan secara terpadu sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
Masyarakat Sikabu tentu berharap kunjungan Bupati JKA tidak berhenti pada peninjauan lapangan semata, tetapi menjadi langkah awal lahirnya kebijakan yang mendorong pengembangan ekonomi rakyat, pelestarian lingkungan, dan pembangunan pariwisata nagari yang berkelanjutan.
Sebab hutan yang terjaga bukan hanya menghasilkan karet, durian, dan petai. Hutan juga menjaga mata air, mencegah banjir, mengurangi longsor, serta menjadi warisan yang harus diserahkan kepada generasi mendatang.
Dalam falsafah Minangkabau dikenal ungkapan: "Alam takambang jadi guru."
Alam mengajarkan manusia tentang keseimbangan. Ketika alam dijaga, kehidupan akan terpelihara. Sebaliknya, ketika alam dirusak, bencana menjadi harga yang harus dibayar.
Karena itu, menjaga OBES berarti menjaga masa depan Nagari Sikabu. Mengembangkan Tapian Puti berarti membuka peluang kesejahteraan baru bagi masyarakat. Dan menyatukan keduanya dalam visi pembangunan nagari adalah langkah penting menuju Sikabu yang maju, lestari, beradat, dan bermartabat.

