![]() |
| Jahidir |
PADANG PARIAMAN,-- Nagari Salibutan Lubuk Alung sepertinya tak se heboh nagari lain, dalam menyikapi helat Pilwana serentak akhir Juni tahun ini. Salibutan Lubuk Alung yang terisolir akibat bencana dan putusnya jembatan Kayu Gadang, amblasnya jembatan Bukik Lubuk Alung, dan putusnya akses jalan ke Pasie Laweh, membuat Salibutan tambah kesepian.
Walinagari Salibutan Lubuk Alung Jahidir mengaku kembali mencalonkan diri untuk periode kedua. "Ya, agak terasa sepi, sekaitan tak pula banyak tokoh yang ikut maju dalam Pilwana serentak itu," katanya.
Salibutan Lubuk Alung adalah satu dari sembilan nagari Lubuk Alung, memiliki jumlah pemilih yang paling sedikit. Nagari yang punya empat korong ini, yakni Korong Lipek Pageh, Kampung Alai, Gamaran, dan Korong Lubuak Munti ini punya 700 lebih pemilih.
Tapi yang jelas, Salibutan Lubuk Alung pasti melakukan helat Pilwana. Sama dengan nagari lain, sekarang tahapannya sedang penerimaan bakal calon walinagari.
Selama delapan tahun belakangan, Jahidir dinilai sukses meletakkan pondasi dasar nagari itu. Jahidir adalah salah satu tokoh pendiri Nagari Salibutan Lubuk Alung. Salibutan sama-sama menjadi yang tagak surang dengan Balah Hilie Lubuk Alung.
Sebelum jadi Walinagari pertama di Salibutan Lubuk, Jahidir dulunya pernah jadi walikorong Salibutan, lama menjadi perangkat Nagari Lubuk Alung, semasa Lubuk Alung dipimpin mendiang H. Sudirman Nazar.
Bahkan, Jahidir Kepala Desa Salibutan terakhir, sebelum pemerintahan nagari diberlakukan. Tak diragukan lagi, seluruh sudut rumah, berapa suku yang ada dalam nagari, sudah di kepala Jahidir.
Tak salah, bila masyarakat Salibutan Lubuk Alung mempercayai kembali Jahidir, untuk melanjutkan bengkalai Salibutan ini.

