Membangkitkan Semangat Swasembada Pangan di Padang Sago
![]() |
| Bustami Tanjung Ubah Lahan Tidur Jadi Lumbung Jagung Warga, Sabtu (25/04/2026) di Korong Tanjung Mutuih Nagari Koto Dalam Barat Kecamatan Padang Sago. (Foto: Ali Akbar) |
Padang Sago, Padang Pariaman - Sigi24.com : Menyikapi program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo, seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Bustami Tanjung, mengambil langkah konkret dengan memberdayakan warga Korong Tanjung Mutuih, Nagari Koto Dalam Barat, untuk mengolah lahan tidur menjadi lahan produktif melalui penanaman jagung.
Gerakan ini resmi dimulai pada Sabtu, 25 April 2026, setelah proses pembersihan lahan yang dipenuhi semak belukar dilakukan secara intensif selama satu bulan terakhir.
Filosofi Kerja dan Motivasi Masyarakat
Datuak Bustami, sapaan akrab tokoh tersebut, menegaskan bahwa inisiatif ini lahir dari keprihatinan sekaligus optimisme terhadap potensi sumber daya lokal.
Menurutnya, tidak ada lahan yang benar-benar tidak produktif, melainkan semangat masyarakat yang perlu dibangkitkan. "Sebenarnya tak ada lahan yang tidur, yang ada itu masyarakatnya yang tertidur," ujarnya saat berbincang dengan awak media.
Sinergi dan Gotong Royong Tokoh Masyarakat
Semangat tersebut kini diwujudkan melalui motto "Tiada hari tanpa kerja! Karena dengan bekerja, maka hasil akan diperoleh," yang menjadi pedoman bagi warga dalam beraktivitas.
Semangat gotong-royong warga tampak nyata di lapangan saat proses penanaman berlangsung. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wali Korong Tanjung Mutuih, Yahya Efendi; mantan anggota DPRD Padang Pariaman periode 2014-2024, Alfa Edison; serta tokoh masyarakat setempat yang baru kembali dari perantauan, Ali Muzar. Kehadiran para tokoh ini memberikan suntikan moral dan dukungan strategis bagi warga dalam menyukseskan swasembada pangan di tingkat lokal.
Strategi Pola Tanam Berkelanjutan
Dalam program ini, sebanyak empat hektar lahan yang sebelumnya terlantar telah berhasil disulap menjadi area pertanian yang siap kelola.
Datuak Bustami menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun pola tanam secara bertahap di empat titik lokasi yang saling berdekatan.
Strategi ini dirancang agar siklus produksi tetap terjaga, sehingga hasil panen dapat diperoleh secara berkelanjutan setiap bulannya.
Harapan Sinergi dengan Pemerintah
Keberhasilan awal dalam menggerakkan warga dan mengolah lahan ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi pihak-pihak terkait untuk memberikan dukungan lebih luas.
Datuak Bustami berharap inisiatif di Korong Tanjung Mutuih ini mendapatkan perhatian serta bantuan teknis maupun sarana produksi dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, guna memastikan keberlangsungan program swasembada pangan tersebut dalam jangka panjang. (Ali Akbar)


