Type Here to Get Search Results !

Vila Mewah di Atas Luka Masyarakat Solok: Dokter Kaya Pakai Kuasa & Marinir, Jalan Petani Digembok, Polres Arosuka Masih Lempar Batu Sembunyi Tangan

Kabupaten Solok – Sigi24.com – Kasus penganiayaan dan pengrusakan vila di Korong Galagah jalan tambang aro bukit ampajang Nagari Air Dingin, Kabupaten Solok, yang kini viral dan jadi buah bibir di mana-mana, ternyata menyimpan kelalaian dan keterlambatan proses hukum yang bikin emak-emak sampai bapak-bapak galigaman (kesal, jengkel). Sampai berita ini tayang, Polres Arosuka masih cuma bilang "masih proses lidik" tanpa ada progres yang jelas. Begitu pernyataan Kasi Humas AKP Eko Kurniawan saat dihubungi lewat WhatsApp, Jumat (20/02/2026).

Kalau ditarik ke belakang, masalah ini bermula saat dr. Syukri, spesialis jantung RS M. Jamil Padang, mau membangun vila di sana. Tanah yang dibelinya itu ternyata masih dalam perkara perdata di pengadilan! Syahwal sebagai pemilik tanah yang dinyatakan menang dan pemilik syah yang telah inkrah berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 4801 K/Pdt/2024, pun geram dengan tindakan semena-mena ini.

Padahal, sebagai kaum intelektual, dr. Syukri seharusnya jadi teladan di Korong Galagah. Tapi nyatanya? Jauh dari harapan! Dia malah jadi momok yang meresahkan warga. Pakai jabatan dan kekayaannya, dia membangun vila seenak udel, bahkan menggandeng anggota Marinir sebagai "back up". Dia nggak peduli sama kehidupan sosial masyarakat, apalagi Adat Salingka Nagari yang jadi pegangan warga. Begitu keluhan Ketua Pemuda Yohanes dan tokoh masyarakat yang tidak bersedia ditulis namanya di sini saat dihubungi lewat ponselnya Jum'at (20/02/2026). 

Tindakan arogan dr. Syukri ini nggak main-main, lho. Berikut ulah yang bikin warga sampai gigit jari:

1. Beli tanah dan langsung bangun vila saat tanah masih sengketa, bahkan bawa anggota TNI Kopr Marinir buat pengamanan. Warga? Cuma bisa diam dan takut berkutik, karena lahan yang lagi diperkarakan langsung dijadikan tempat vila mewah.

2. Jalan sepanjang lebih 2 km yang dibangun petani dengan susah payah, dia pakai seenaknya buat masukin material bangunan. Nggak ada kata izin, nggak ada musyawarah sama sekali sama warga setempat.

3. Yang paling bikin darah naik, dia bukan cuma pakai jalan itu, tapi berani memagar dan menggembok sebagian aksesnya! Petani cuma bisa menelan ludah, nggak berani protes karena selalu dihadang sama anggota Marinir yang dia bawa.

Banyak lagi ulah dr. Syukri yang bikin hati warga terluka—nggak berdarah, tapi sakitnya sampai ke tulang. Mulai dari pembangunan sampai vila mulai dipakai, warga cuma bisa menahan rasa kesal yang menumpuk.

Kronologi ini sudah berlangsung lama, bagaikan gunung berapi yang terus menahan tekanan. Akhirnya, pada November 2025, "lahar panas" itu meledak. Insiden pengrusakan vila itu? Itu puncak dari kemuakan warga terhadap tingkah laku seorang dokter yang terkesan sombong dan nggak punya hati. (nd/red)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.