Type Here to Get Search Results !

'Tiga Serangkai' Tulisan Cakndjojo: Menyala di Senja Kehidupan

Oleh: Akaha Taufan Aminudin 

Tulisan karya Cakndjojo ini bukan sekadar catatan biasa, melainkan sebuah memoar apresiatif yang sangat hangat, reflektif, dan penuh dengan rasa persaudaraan (sedulur sejati).

Berikut adalah ulasan apresiasi atas tulisan "TIGA SERANGKAI" tersebut:

1. Gaya Bahasa yang Autentik dan "Njawani"

Salah satu kekuatan utama tulisan ini terletak pada pemilihan diksinya yang sangat akrab dan khas masyarakat Batu/Malang. Penggunaan istilah seperti kepenak tur perigut, wira-wiri, ketlisut, hingga istilah IMAKOBA (t) alias Tuwek, memberikan kesan jujur dan tidak berjarak. Cakndjojo berhasil mengemas narasi organisasi yang kaku menjadi cerita yang sangat manusiawi dan penuh humor.

2. Penghormatan terhadap Sejarah dan Tokoh (Tiga Serangkai)

Penulis dengan sangat apik membedah profil "Tiga Serangkai" (Andrek, Pariono, dan Miste) bukan hanya sebagai nama, melainkan sebagai pilar pergerakan:

Andrek: Digambarkan sebagai sosok intelektual dan politisi senior yang menjadi "pembuka pintu" (pembawa privilege) karena rekam jejaknya.

Pariono: Mewakili semangat fisik dan kesehatan (sosok manusia olahraga), menjaga kebugaran komunitas.

Miste: Mewakili energi dan daya juang (spirit Angkatan Darat), yang menjadi motor penggerak agar organisasi tetap tegak berdiri.

3. Narasi "Senja yang Berdaya"

Tulisannya membawa pesan moral yang sangat kuat: bahwa usia tua bukan penghalang untuk berkontribusi. Istilah IMAKOBA (t) digambarkan bukan sebagai tempat untuk meratapi usia, melainkan wadah untuk "mengasah otak" dan tetap "gebyar" bagi negeri. Ini adalah ajakan halus bagi generasi muda agar meneladani semangat para senior yang tidak ingin jalannya letoy termehek-mehek.

4. Sentuhan Humor dan Kedekatan Emosional

Ada bagian yang sangat menarik ketika penulis menceritakan bagaimana pihak PEMKOT bisa "salah tingkah" jika undangan untuk Pak Andrek terlambat. Selipan humor seperti ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh ketokohan subjek yang diceritakan, sekaligus menunjukkan kedekatan emosional antara penulis dengan tokoh-tokoh tersebut.

Tulisan Cakndjojo adalah sebuah "Penghormatan Hidup" (Living Tribute) yang luar biasa. Cakndjojo tidak hanya mencatat sejarah terbentuknya IMAKOBA atau FORDI MAPELAR, tetapi juga mengabadikan karakter para sahabatnya dalam tulisan yang renyah dan bergizi. Tulisannya berhasil memotret bagaimana persahabatan, idealisme, dan pengabdian bisa tetap menyala meski di "senja kehidupan."

Rabu 7 Januari 2026

Akaha Taufan Aminudin 

*Sisir Gemilang Kampung Baru Literasi SIKAB Himpunan Penulis Pengarang Penyair Nusantara HP3N Kota Batu Wisata Sastra Budaya SATUPENA JAWA TIMUR*

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.