Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Kebangkitan Politik VII Koto Lewat Sosok Bujang Pendawa

Sekretaris DPD Golkar Padang Pariaman Bujang Pendawa foto bersama dengan sejumlah tokoh masyarakat VII Koto. (ist)

PADANG PARIAMAN, Sigi24.com--Semakin dekat ke Pilkada, semakin berkurang pula dinamika di tengah masyarakat.

Asesmen para calon yang ikut mendaftar di sejumlah partai, sepertinya sudah mulai menampakkan titik terang, partai apa mengusung siapa.

Meski baru sebatas wacana yang dihamburkan ke ruangan publik, setidaknya memberikan kesan tersendiri, dalam menentukan arah bola liar politik Pilkada serentak di Padang Pariaman November mendatang.

Adalah "keberanian" Yosdianto mendaulat sebuah kelompok anak muda progresif terhimpun dalam kelompok "BM Bang Yos" mendeklarasikan Suhatri Bur - Yosdianto untuk satu pasangan dalam Pilkada nanti, seminggu yang lalu.

Hanya Yosdianto satu-satunya yang berani membuat gerakan itu, dari puluhan nama yang sedang antri "merapat" ke calon incumbent itu.

Hebatnya, gerakan ini mengundang banyak kontroversi di tengah masyarakat itu, terutama di VII Koto. Sederet pertanyaan pun bermunculan, perdebatan saling bersileweran di mana-mana.

Yosdianto yang katanya anak nagari VII Koto, sepertinya ingin sekali dukungan penuh dari masyarakat kampungnya, untuk bisa maju menjadi Cawabub Suhatri Bur.

VII Koto yang dimaksud di sini, adalah trah yang terhimpun di Sungai Sariak, Sungai Durian, Tandikek, Batukalang, Koto Baru, Koto Dalam tujuh jo Ampalu, yang secara pemerintahan terkoneksi di tiga kecamatan; VII Koto Sungai Sariak, Patamuan dan Padang Sago.

Posisi Utara dan Selatan yang kini menguat untuk calon bupati, yang direpresentasikan oleh kekuatan Suhatri Bur dan John Kenedy Azis, posisi VII Koto sangat strategis untuk calon wakil dari tokoh berdua itu.

Mungkinkah ini yang ditangkap Yosdianto? Bisa jadi seperti itu. Tapi, sampai hari ini, di VII Koto nama Yosdianto belum apa-apanya.

Dari sekian banyak tokoh yang muncul di VII Koto, kayaknya susah meletakkan Yosdianto di nomor paling kecil.

Ada klasifikasi birokrat, keluar nama Zahirman dan Dr. Hendri Satria. Dari politisi mencogok nama Bujang Pendawa dan Hendri Gusvira. Dari pengusaha dan tokoh rantau, masuk nama H. Jakfar dan sejumlah nama lainnya di VII Koto.

Setelah sekian lama nama ini didengungkan, diputarbalikkan, diaduk-aduk, sesuai fakta dan kenyataan, ditambah kekuatan trah VII Koto ingin ikut dalam pusaran politik Pilkada ini, agaknya tak salah kita menomorsatukan nama Bujang Pendawa.

Sekretaris DPD Golkar Padang Pariaman ini, sepertinya punya kesiapan tersendiri untuk ikut bersaing dan bermain dalam ajang Pilkada tersebut.

Takah, tokoh dan toke dikira ada di Bujang Pendawa. Dan itu dibuktikannya dengan ikutnya dia bersaing dan mendaftar di sejumlah partai politik.

Sebagai berasal dari "Mazhab" politisi, Bujang Pendawa pun Istiqomah berpolitik. Sejak awal tak pernah pindah dari Golkar.

Pengalaman di pemerintahan, Bujang Pendawa yang juga pengusaha ini pernah jadi anggota DPRD Padang Pariaman, dan pernah juga menjadi Kepala Desa di Tandikek, sebelum berubah nama jadi nagari. 

Meskipun tak terpilih dalam Pileg Februari lalu ke DPRD Sumbar, dukungan untuk Bujang Pendawa dalam Pemilu kemarin cukup signifikan.

Banyak orang di VII Koto menyebutkan, kalau ingin ikut dan memperkuat politik Pilkada, VII Koto harus bersama-sama mendukung Bujang Pendawa.

"Tokoh mengakar, diterima semua kalangan, tak diragukan pengaruhnya di Golkar, partai yang digandrunginya," katanya.

Dari sosok Bujang Pendawa, masa depan politik VII Koto bisa diselamatkan dengan baik, dalam menentukan arah kebijakan Padang Pariaman itu sendiri. (ad/red)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Hollywood Movies