Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Mengawali Tahun Ajaran Baru, Madrasatul 'Ulum Lubuk Pua Gelar Doa Bersama

Rapat bersama pesantren dengan orangtua santri dan santriwati sebelum doa bersama, mengawali tahun ajaran baru di Madrasatul 'Ulum Lubuk Pua. (ist)

Padang Pariaman, Sigi24.com--Mendoa di awal tahun ajaran baru, sepertinya menjadi warisan tersendiri di Madrasatul 'Ulum Lubuk Pua, Nagari Balah Aie Utara, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Padang Pariaman.

Sabtu, 11 Mei 2024 pesantren itu menggelar doa bersama. "Doa pancung kalam" dinamakan. Sebelum doa siang itu, pihak pesantren menggelar rapat bersama dengan orangtua santri dan santriwati.

Ya, rapat tentang kelangsungan proses belajar mengajar di pesantren itu. Rapat dipimpin bersama oleh Pimpinan Madrasatul 'Ulum Lubuk Pua, H. Ahmad Yusuf Tuanku Sidi, dan pengasuh H. Zainuddin Tuanku Bagindo Basa dan Afrizal Arif Tuanku Mudo.

Segala macam peraturan pesantren, iuran bulanan, tahunan serta iuran untuk ziarah akhir tahun, termasuk juga iuran mingguan dan harian, dibahas bersama, agar tidak terjadi kesalahan komunikasi pesantren, orangtua dan santri itu sendiri.

Pun kedisiplinan santri di pondok dan di kampungnya, ikut dibincangkan bersama. Ya, disiplin mengaji, disiplin ibadah, disiplin jadi orang siak ketika sedang di kampung.

"Sebulan santri ini tak mengaji di pondok, masih lebih bagus ketimbang tiga hari di kampung tidak mengaji," begitu ulas Ahmad Yusuf Tuanku Sidi, membaca keunggulan santri ketika memilih bertahan di pondok saat liburan.

Di kampung, bergaul sama kawan, lingkungan, kadang ibadah wajibnya bisa lalai dan dilupakan.

Tapi, di pondok ibadahnya sempurna. Karena di sini tiap waktu diwajibkan shalat berjamaah. Ada guru yang mengawal tingkah laku dan pergaulannya.

Dalam rapat disepakati untuk adanya keringatan iuran tahunan bagi orangtu, yang anaknya dua sampai tiga orang atau lebih mengaji di Madrasatul 'Ulum Lubuk Pua ini.

Pun para orangtua ini bersepakat pula untuk melakukan subsidi, bagi santri yang tidak mampu atau anak yatim yang mengaji di pesantren ini.

"Yang penting, anak yatim dan anak yang tidak mampu jadi santri di sini, kita para orangtua santri ini yang membayar kebutuhannya di pondok, tapi pesantren yang memfasilitasi," usul salah seorang orang santri tersebut.

Selesai rapat, mendoa pun dilakukan. Di surau sebelah, masih di lingkungan pondok. Doa langsung dipimpin oleh pengasuh H. Zainuddin Tuanku Bagindo Basa.

Afrizal Arif Tuanku Mudo yang mengabarkan tentang maksud, tujuan serta harapan dari doa bersama itu.

Doa selesai, hidangan pun disantap bersama. Ada jamuan akikah sekalian dari salah seorang santri, yang dalam momen ditumpangkan doa akikahnya.

Penuh sesak surau itu oleh guru, alumni, masyarakat serta orangtua dan santri.

Tentu doa pancung kalam ini diharapkan mampu menghadirkan keberkahan tersendiri, dalam menatap masa depan Madrasatul 'Ulum Lubuk Pua. (ad/red)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies