Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Tabuik Pariaman Tiba di Bandung, Tapi tak Berhoyak Sadayana

Ketua rombongan Buyung Lapau menyerahkan miniatur Tabuik ke Susi Darsiti. (ad)

Bandung, Sigi24.cim--Semua jenis media yang bermitra dengan Pemko Bandung, terupdate di aplikasi "Bandung Sadayana".

"Ada ratusan media online di ibukota Provinsi Jawa Barat ini," kata Kabid Desiminasi Informasi Kominfo Kita Bandung Susi Darsiti, Senin 4 Maret 2024.

Susi Darsiti menyampaikan itu dihadapan puluhan wartawan yang sedang studi tiru bersama Kominfo Kota Pariaman ke Bandung.

Dia menyampaikan selamat kepada rombongan yang telah menjadikan kota ini sebagai tempat studi komparatif.

"Bandung terkenal macet. Penduduk malam dengan siang berbeda, dan nyaman bagi masyarakat yang sudah pensiun untuk tinggal di kota ini," ujar dia.

Studi komparatif itu dipimpin oleh Kepala BPKAD Buyung Lapau, Sekdis Kominfo Riky Falantino, Ketua PWI Ikhlas Bakri.

Tim Analisis Media Kominfo Kota Bandung Atik Suprihatin yang juga tim penguji UKW PWI Jawa Barat memaparkan polah tingkah wartawan yang tak mau mengembangkan rilis.

"Utuh dimuatnya di media. Sampai judul pun tak dirubah. Apa yang tertera di rilis, itu pula yang tayang di media dia," ujar Atik.

Atik ini banyak terkesan dengan Sumatera Barat. Daerah yang melahirkan Adinegoro ini terkenal rancak dan kaya akan sastrawan.

Studi komparatif hari itu, setidaknya saling melengkapi dunia informasi di dua daerah, Pariaman dan Bandung.

Termasuk soal organisasi wartawan. Sekretaris Pokja PWI Kota Bandung Ikhsan ikut nimbrung dan sedikit memuji keberadaan PWI Pariaman yang satu-satunya organisasi profesi di Kota Tabuik tersebut.

Di Bandung semua organisasi wartawan ada dan eksis. Tentu selain dengan pemerintah, organisasi wartawan di Bandung itu bisa menjalin kemitraan dengan berbagai perusahan.

Selesai pertemuan dengan Kominfo Kota Bandung, silaturahmi berlanjut dengan rekan wartawan kota itu, di kantornya, di komplek GOR Persib Bandung.

Namun, sebelumnya atas nama rombongan, Buyung Lapau menyerahkan cenderamata berupa miniatur Tabuik, sebagai buah tangan.

Tabuik ini bergoyang alias dihoyak setiap bulan Muharram, yang terkenal dengan pestifal budaya Tabuik. Bergoyang sadayana. (ad/red)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies