![]() |
Kota Pariaman, Sigi24.com – Di tengah kondisi dana desa yang semakin menipis, Plt. Kepala Desa Koto Marapak Ahmad Hadi Fachrudin, S.Pd tidak memilih untuk tinggal diam. Setelah sebelumnya menggandeng Universitas Negeri Padang (UNP), kini desa ini berhasil menjalin kerja sama dengan Pusat Studi Komunitas Universitas Andalas (Unand) Padang.
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (MoU) dilakukan di Kantor Desa Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman pada Senin (02/02/2026). Acara dihadiri oleh Wakil Wali Kota Pariaman yang diwakili Camat Pariaman Timur M. Arif Gunawan, S.Si.apt, serta didampingi ninik mamak, tokoh masyarakat, Ketua BPD Koto Marapak Indra, perangkat desa, seluruh kepala dusun, dan puluhan warga yang antusias menyaksikan momen penting tersebut.
Kepala Desa Koto Marapak Ahmad Hadi Fachrudin, S.P.d dalam sambutannya menyampaikan, awalnya kerja sama ini bertujuan untuk memasarkan produk pakan ternak yang sudah diolah dengan bimbingan Pak Edi di Gedung TPS3R Desa Koto Marapak. "Melalui BUMDes, kami juga sudah memiliki mesin pengering padi dan jagung, meskipun kapasitasnya belum memenuhi standar bisnis," ungkap Ahmad yang akrab disapa Pak KD.
Menurutnya, kondisi dana desa yang semakin menyusut menjadi dorongan untuk mencari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya ini sebagian sudah dilakukan melalui BUMDes dan pengolahan pakan ternak yang dimentori Pak Edi, pensiunan pejabat Kantor Gubernur Sumbar. "Kemudian kami bertemu dengan Pak Hamdani dari Unand. Setelah diskusi singkat, ia dengan senang hati menerima ide kami untuk mengembangkan potensi desa mulai dari pembinaan, pemberdayaan, hingga peningkatan ekonomi melalui pertanian, peternakan, bahkan membantu mencari investor. Nota kerja sama rinci akan segera ditandatangani," tambahnya.
Kepala Pusat Studi Komunitas Unand, Dr. Arfa’i, menyampaikan bahwa kerja sama ini sudah lama direncanakan. "Pusat kami terdiri dari berbagai disiplin ilmu dan telah berdiri lebih dari 5 tahun. Kami memiliki program seperti pekan ternak dan pengembangan pupuk organik yang sudah berkembang baik. Semoga Desa Koto Marapak bisa menjadi suplayer pupuk organik untuk Sumatera Barat. InsyaAllah pada bulan Juli mendatang, mahasiswa kami akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sini," ujarnya.
M. Arif Gunawan menyampaikan bahwa Wali Kota dan Wakil Wali Kota sangat menyambut baik dan bangga dengan kerja sama ini, namun tidak bisa hadir karena ada agenda Rakornas Kepala Daerah di Jakarta. "Kita tahu Desa Koto Marapak memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan, juga sudah memiliki TPS3R dan mesin pengering padi serta jagung melalui BUMDes. Selain itu, kami berharap pihak kesehatan dari Unand juga bisa membantu menyelesaikan permasalahan kesehatan masyarakat desa ini," jelasnya.
Ketua Pengarah Pusat Studi Komunitas Unand, DR. Dr. Andani Eka Putra (Hamdan), menjelaskan bahwa pihaknya fokus pada pembangunan desa yang lebih baik. "Tahun lalu kami juga melakukan pengabdian di Muaro Labuh, Solok Selatan, melalui peternakan sapi dengan anggaran hampir Rp 1 miliar, namun belum berhasil karena kesalahan manajemen. Kali ini, saya sangat tertarik dengan semangat Pak Kades dan Pak Edi. Desa Koto Marapak akan menjadi pilot proyek dengan dukungan berbagai disiplin ilmu, dan kami optimis akan berhasil karena jarak yang tidak terlalu jauh," ucapnya.
Ia menambahkan, pihaknya siap sering datang ke desa tanpa membebani anggaran daerah. "Kami hanya menjalankan pengabdian untuk membangun landasan perekonomian masyarakat. Bahkan dalam waktu dekat, kami akan berkunjung ke Australia dan berupaya agar daging sapi bisa diperoleh dengan harga di bawah Rp 50.000 per kilogram. Kami juga akan mencari donator untuk program pemeliharaan sapi korban jangka pendek," jelas Dr. Hamdan.
Masyarakat Desa Koto Marapak menunjukkan kegembiraan dan dukungan penuh terhadap kerja sama ini, dengan harapan dapat segera diwujudkan dalam tindakan nyata. (nd/red)

