Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Kasus Penganiyaan terhadap Tisma Yenti Berujung Damai di Polsek 2X11 Enam Lingkung

Foto bersama damai di Polsek 2X11 Enam Lingkung. (nd)

Padang Pariaman, Sigi24.com--Kasus penganiayaan yang terjadi di Korong Kampung Tangah, Nagari Anduriang, Kecamatan 2X11 Kayu Tanam, Sabtu (23/12/2023) lalu berakhir di selesaikan secara damai oleh kedua belah pihak di Polsek Sicincin, Kamis (28/12/2023).

Kasus penganiayaan yang menimpa Tisma Yenti, gadis berumur 27 tahun itu di lakukan oleh Restu, umur 15 tahun tergolong (pelaku anak dibawah umur). 

Namun yang sempat menjadi viral dan menghebohkan di tengah masyarakat Padang Pariaman, karena pemukulan oleh Restu ini terjadi di tengah berada di antara kedua orang tua pelaku dan neneknya (ikut menyaksikan) anak dan cucunya memukul korban, bahkan uniknya ayah pelaku ikut dengan santai memvideokan kejadian tersebut.

Penganiayaan yang terbilang unik dan terkesan kejam ini, karena terindikasi seolah pelaku memukul korban itu adalah atas suruhan dari orang tuanya yang mengakibatkan korban sempat tak sadarkan diri, dan dilarikan ke Puskesmas terdekat oleh masyarakat sekitar, dan akhirnya korban melaporkan kejadian yang menimpa dirinya itu ke Polsek Sicincin pada hari itu juga.

Adapun kronologi kejadian berdasarkan surat 

Laporan Polisi nomor : NOMOR : LP/50/XII/2023/POLSEK 2X11 ENAM LINGKUNG/ POLRES PADANG PARIAMAN/POLDA SUMBAR tanggal 23 Desember 2023 tentang penganiyaan adalah 

berawal pada saat pelapor mengendarai sepeda motor lewat di depan rumah terlapor, tiba-tiba terlapor menyoraki/meneriaki pelapor dengan kata-kata “OI LESBIAN ANJIANG”, mendengar kata-kata tersebut pelapor menghentikan laju sepeda motornya, kemudian turun dari atas sepeda motor, selanjutnya pelapor bertanya kepada terlapor apa maksud dan tujuan mengatakan pelapor “ LESBIAN ANJIANG”,

Dijawab oleh terlapor dengan nada ketus dan kasar, sehingga terjadilah pertengkaran mulut antara pelapor dengan terlapor, dalam bertengkar mulut tersebut tiba-tiba terlapor melayangkan tinju tangan kanannya sebanyak 1 (satu) kali tepat mengenai hidung sebelah kiri pelapor.

 Akibatnya hidung pelapor mengeluarkan darah, kemudian terlapor melayangkan kembali tinjunya tepat mengenai bagian mata kiri pelapor sebanyak 1 (satu) kali membuat tubuh pelapor merunduk, saat posisi merunduk tersebut terlapor secara bertubi-tubi meninju di bagian belakang kepala pelapor (yang pelapor ingat lebih dari empat kali), mengakibatkan pelapor pingsan, setelah pelapor sadar ternyata sudah berada di rumah sdri FITRI YANTI dan sudah ada bidan yang mengobati pelapor.

Atas kejadian tersebut pelapor merasakan sakit pada bahagian anggota tubuhnya dan kesehatannya terganggu, selanjutnya melaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polsek 2X11 Enam Lingkung untuk proses hukum lebih lanjut.

Atas laporan korban tersebut Pihak polsek 2X11 Enam Lingkung bergerak cepat dan segra mengamankan pelaku, dan mengantarkan korban ke RSUD Parit Malintang untuk mendapatkan pertolongan dan sekaligus dilakukan visum terhadap korban. 

Dalam perjalanan waktu korban terus berobat baik secara medis dan obat kampung, disamping itu pelaku masih dalam pengamanan di Polsek, diantara kedua belah pihak sudah antara kedua mamak kaum secara maraton terus berupaya untuk diselesaikan secara damai, karena antara pelaku dan korban masih berdekatan atau beralamat di korong yang sama akhirnya di sepakati penyelesaiannya secara damai di Polsek 2X11 Enam lingkung yang disaksikan langsung oleh Kapolsek AKP Novrizal Can DT. PANDEKA MAKRAJO DIRAJO dan Kanit Reskrim Ipda Ricky Sadli Siregar beserta anggota lainya serta keluarga kedua belah pihak bertempat di ruang Kanit Reskrim Kamis (28/12/2023).

Awak media ini juga ikut menyaksikan prosesi perdamaian tersebut di Mapolsek. Uniknya dari proses perdamaian tersebut yang di mediasi oleh Kapolsek dan Kanit Reskrim serta anggota lainya yang hadir disamping menjelaskan prosedur hukum yang paling dominan terkesan adalah pesan moral dan adat dalam mewujudkan damai tersebut dari Kapolsek dan anggotanya, sehingga membuat suasana berkumpul dalam penyelesaian tersebut terasa rumah adat (rumah gadang). Ternyata beberapa dari teman yang bertugas di Pol. (nd/red)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies