Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Target Besar Partai Buruh Masuk Senayan, Merubah UU Cipta Kerja

Foto bersama Caleg Partai Buruh usai diskusi dalam Podcast Padang Pariaman bicara. (ist)

Padang Pariaman, Sigi24.com--Target besar Partai Buruh memenangkan Pemilu 2024, adalah bisa masuk Senayan, dan siap untuk merubah Undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja atau omnibus law.

Tiga tokoh Partai Buruh, Juprizal, Caleg DPR RI Dapil Sumbar II, Ali Nurdin Syam, Caleg DPRD Sumbar Dapil II, Padang Pariaman dan Kota Pariaman serta Idratul Rahman, Caleg DPRD Kota Pariaman Dapil III, terlibat dalam diskusi hangat, khusus pemenangan Partai Buruh di Podcast Padang Pariaman bicara, di MCS Pauh Kambar, Selasa 31 Oktober 2023.

Juprizal, Caleg dengan nomor urut satu, salah seorang tokoh nasional di Partai Buruh ini menilai, undang-undang itu belum berpihak pada buruh.

"Hanya menguntungkan pengusaha. Kalaupun ada bicara buruh di dalamnya, porsi sangat sedikit sekali. Nah, ini perlu perubahan, dan harus berpihak pada buruh," kata dia.

Ini pula sebabnya, kata dia, kondisi yang memaksa hadirnya Partai Buruh di tengah masyarakat, dan bisa pula ikut Pemilu.

Tak mudah memang untuk bisa sampai pada kondisi saat ini. Juprizal masuk jajaran tokoh yang ikut mendirikan partai ini kembali di sejumlah daerah di Indonesia ini.

Termasuk di Sumbar, meskipun sampai sekarang atribut Partai Buruh dan calegnya tak banyak menghiasi jalan-jalan utama, Juprizal dan seluruh pengurus partai di semua tingkatan tetap optimis dan bekerja keras, sesuai aturan main yang berlaku dalam kepemiluan.

Dari dialog rumah ke rumah, satu persatu masyarakat menyadari akan pentingnya Partai Buruh ini.

Satu kebanggaan Juprizal bersama seluruh pengurus Partai Buruh, adalah bisa ikut Pemilu, dan nama dia tercatat di dokumen negara sebagai orang yang ikut dalam Caleg.

"Masuk ke Senayan, bisa bersuara lantang, mengembalikan kekuatan buruh sebagai kekuatan dunia, adalah cita-cita dan keinginan mulia," ulasnya.

Idratul Rahman yang juga aktivis Muhammadiyah Kota Pariaman menambahkan, belum banyaknya atribut dan alat peraga kampanye partainya, di samping keterbatasan di partai, juga karena kepatuhan terhadap aturan Pemilu itu sendiri.

Kemudian, yang menjadi penyemangat kerja Partai Buruh, adalah adanya hari buruh sebelum partai ini lahir dan eksis di tengah masyarakat.

Idratul Rahman senang melihat "pasukan orange" yang tiap pagi bekerja menyapu, membersihkan yang kumuh, serta memberikan yang terbaik, meskipun sebagian mereka masih malu-malu ikut sebagai anggota Partai Buruh.

"Saya sendiri dalam bergerak di tengah masyarakat, sampai minta KTP masyarakat, memastikan kalau dia itu seorang buruh," katanya.

Awal ditanya, tak mau dan tidak tahu soal buruh dan Partai Buruh. "Akhirnya, KTP dia langsung yang menyebutkan kalau dia berprofesi sebagai buruh harian lepas," cerita Caleg DPRD Kota Pariaman ini.

Buruh sepertinya mencakup semua lini kehidupan. Sepanjang orang itu bekerja, menerima upah, dia patut dan pantas disebut buruh.

Apalagi bekerja di sektor pertanian, nelayan, di pasar dan lainnya, harus bangga jadi buruh. (ad/red)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies