Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Surat Terbuka, Mohon Evaluasi Kebijakan Sekolah 5 Hari di kota Pariaman

Jupriman

Kepada PJ Wali Kota Pariaman dan Ketua DPRD Kota Pariaman.

Assalamualaikum wr wb.

Perkenalkan nama Penulis Jupriman, Ketua Karang Taruna Kecamatan Pariaman Selatan.

Sebelumnya Penulis Mendoakan semoga Bapak selalu dalam keadaan sehat dan dilancarkan dalam setiap aktivitas yang dilakukan.

Aamiin.

Menyikapi kebijakan pemberlakuan Sekolah 5 hari seminggu oleh Pemerintah kota Pariaman yang tertuang dalam surat edaran Wali Kota Nomor 420/1745/Dikopora tahun 2022, Penulis Merasa Perlu Kebijakan ini dievaluasi penyelengaraanya.

Adapun beberapa Alasan kenapa Kebijakan ini perlu dievaluasi antara lain:

1. Pemberlakuan Sekolah 5 hari sepekan, membuat semakin bertambahnya jam belajar siswa di sekolah, yang awalnya hanya sampai siang sekarang sampai sore 15:30 an. Dengan durasi belajar yang semakin lama nyatanya memicu terjadinya kelelahan pada siswa.

2. Durasi belajar yang panjang ini ternyata membawa efek domino terhadap aktivitas anak-anak usia sekolah, diantaranya telah mengganggu kebutuhan belajar agama di baik belajar MDA siang Maupun TPA mengaji malam di surau atau mushola.

3. Penerapan Belajar sampai sore, tidak didukung dengan kehadiran sarana dan prasarana ibadah di sekolah.

Hal itu penulis temui dan dengar langsung dari pengakuan salah satu pihak sekolah menengah pertama yang ada di kota Pariaman.

Mereka kewalahan untuk memastikan siswa siswa mereka melaksanakan sholat zhuhur, sebab mushola yang ada sangat tida mampu menampung siswa yang berjumlah lebih dari 600 siswa, sebab bangunan mushola sekolah hanya mampu menampung siswa sekitar 30-40 siswa saja untuk sholat berjamaah.

4. Munculnya keluhan masyarakat terutama oleh Guru mengaji mengingat animo belajar mengaji bagi anak-anak turun drastis, Setelah di tinjau ternyata disebabkan karna anak-anak mengaku merasakan kelelahan sepulang sekolah.

5.. Waktu bermain jadi terbatas, mengingat anak-anak usia sekolah SD-SMP masih membutuhkan waktu bermain dan berinteraksi dengan lingkungan guna mendukung pertubuhan baik fisik maupun mental anak.

6. Tidak hanya berdampak pada anak saja, Penerapan sekolah 5 hari dengan durasi belajar sampai sore nyatanya memicu penambahan pengeluaran orang tua.

Pengerluaran orang tua itu meliputi, penambahan jajan anak, belum lagi ada yang harus antar makan siang buat anak.

Penerapan jam sekolah sampai sore, juga membuat anak-anak yang biasa membantu aktivitas usaha orang tua menjadi terganggu.

Hal itu seperti aktivitas mengarit atau mencari pakan ternak bagi masyarakat yang punya ternak. 

Atau yang biasa membantu orang tua jualan sepulang sekolah tidak lagi bisa leluasa membantu.

Selain itu kita tahu bahwa sebagian masyarakat pariaman hidup dan menggantukan kehidupan dengn aktivitas bertani.

Biasanya anak-anak yang mencari pendapatan dengan menawarkan jasa tanam atau ikut panen (kerja paroh hari sepulang sekolah) tidak bisa lagi dilakukan.

Sehingga yang biasanya mampu mencari potensi pendapatan uang jajan tidak lagi dapat melakukanya, sehingga semua kebutuhan anak tertuju kepada orang tua.

Paling tidak itulah beberapa alasan yang bisa penulis utarakan dari hasil temuan dan keluhan masyarakat pariaman terhadap pemberlakuan sekolah lima hari ini.

Penulis juga menyadari bahwa kebijakan yang pemerintah ambil ini adalah guna mendukung peningkatan kualitas belajar anak-anak pariaman.

Namun begitu, kita juga harus memperhatikan banyak agar kebijakan tersebut dapat betul-betul berjalan dengan baik, tampa membawa dampak kerugian bagi masyarakat.

Pariaman sebagai daerah yang dikenal dengan masyarakatnya yang agamis, tentu kita harus memperhatikan agar kebutuhan-kebutuhan akan pendidikan keagamaan juga penting jadi perhatian bersama.

Jangan sampai semangat membangun SDM hanya tertuju pada Pendidikan umumnya saja, namun pendidikan mental dan karakter barbasis agama yang selama ini telah berjalan baik di tengah masyarakat pariaman jadi terabaikan.

Kita ingin keseimbangan antara Pemenuhan kebutuhan pendidikan Formal dan agama dapat berjalan dengan seimbang.

Sehingga ke depan kita dapat melahirkan generasi-generasi cerdas dan berkarakter mulia.

Demikianlah, Surat Terbuka ini Penulis sampaikan, semoga dapat ditindak lanjuti.

Penulispun juga menyadari tidak semua masyarakat yang punya kesepahaman dengan apa yang penulis utarakan, namun setidaknya itulah yang dirasakan oleh sebagiam masyarakat.

Penulis juga mohon maaf jika da yang kurang berkenan dalam penyampaian, kepada allah penulis mintak ampun.

Wallahu a'lam.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies