Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Pesantren Al-Wasilah Akan Hadir di Kawasan 48 Tanjung Pucuk Jambi

Buya Malin bersama rombongan tiba di tanah wakaf untuk pembangunan Pesantren Al-Wasilah di Kawasan 48, Desa Tanjung Pucuk Jambi. (ad)

Jambi, Sigi24.com--Pesantren Al-Wasilah Padang sepertinya akan mengembangkan sayapnya ke Provinsi Jambi.

Pesantren baru, tetapi aktif. Hadir di pinggir Kota Padang, tepatnya di Lubuk Minturun, dipimpin ulama muda Mashendri Malin Sulaiman.

Sejak berdiri, lembaga pendidikan berbasis ahlussunah waljamaah itu juga giat melakukan pengajian, wiridan, mengelola Majlis Zikir dan Shalawat Al-Wasilah.

Buya Malin, begitu Mashendri Malin Sulaiman akrab di kalangan masyarakat dan jemaahnya ini, adalah alumni Pesantren Madrasatul 'Ulum Lubuk Pandan, Padang Pariaman dan Pesantren MTI Batang Kabung, Padang.

Di Majlis Zikir dan Shalawat Al-Wasilah ini, Buya Malin diikuti banyak jemaah. Dia juga memfasilitasi jemaah yang ingin umrah dan ziarah.

Tak terbilang jemaah yang sudah diangkutnya ke Mekkah dan Madinah. Begitu juga ziarah dalam dan luar negeri, menjadi salah satu cara dia melekatkan hubungan baik antara guru dan murid, serta pimpinan dan jemaah.

Tentu, umrah dan ziarah bagian dari mengamalkan kaji atau ilmu agama yang sudah dipelajari. Bahkan, umrah dan ziarah juga bagian dari cara kita membelanjakan harta di jalan Allah SWT.

"Harta bila dibelanjakan di jalan Allah, itu tidak akan pernah habis. Melainkan terus diberkahi. Jangan takut untuk bersedekah, umrah dan ziarah, serta membangun pendidikan surau dan masjid," kata Buya Malin dalam ceramahnya, Sabtu 30 September 2023 malam di Masjid Al-Mukhlisin Tanjung Pucuk Jambi.

Buya Malin memang fokus pada penguatan kajian Syattariyah ini di lingkungan jemaahnya. Kajian dia dapat respon positif oleh banyak orang di berbagai daerah di Sumbar.

Komunikasi lewat kajian dan sebaran Majlis Zikir dan Shalawat Al-Wasilah ini terasa oleh masyarakat di Pucuk Jambi.

Sabtu malam itu, Buya Malin bersama sejumlah jemaahnya melakukan safari dakwah ke Desa Tanjung Pucuk Jambi, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Safari dakwah ini juga dimanfaatkan untuk melihat dari dekat, tanah dan lokasi rencana pembangunan pesantren yang diwakafkan oleh Remija Azwarni, seorang pengusaha muda di desa itu.

Tanahnya bagus. Kami langsung ke sana, ditemani penjaga tanah wakaf itu, Rudi Purba. Terletak di Kawasan 48, tapi jauh juga dari kediaman Rudi Purba.

Berliku, menyusuri jurang, menaiki bukit yang tinggi, kabut tebal siap untuk dipecahkan oleh mobil kami di belakang mobil Rudi Purba, menuju kawasan itu.

Ada dua hektar lahannya. Tak datar, tetapi Buya Malin sudah punya perencanaan yang mantap, soal disain pesantren yang akan dibangunnya di situ nantinya.

"Pas di tri poin. Bukit yang di depan itu sudah wilayah Riau. Yang di belakang kita ini, Dharmasraya, Sumbar, dan di ujung sana, Jambi," sebut Buya Malin.

Langkah awal, akan dibangun pondok tempat istirahat, sambil membangun sebuah surau untuk tempat pergerakan pesantren dan majlis zikir untuk warga kawasan ini.

Kemudian, lahan seluas itu juga Buya Malin peruntukan buat perkebunan, guna menunjang perekonomian pengelola pesantren. (ad/red)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies