Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ketika Walinagari Mencaleg, Bangun SDM Masyarakat Kembangkan Potensi Nagari

Walinagari Kardimon dan Irkhaswandi foto bersama usai podcast Padang Pariaman bicara. (ist)

Padang Pariaman, Sigi24.com--Walinagari mencaleg. Ini tema Podcast Padang Pariaman Bicara, Senin (21/8/2023), menghadirkan Walinagari Ambung Kapur Sungai Sariak Kardimon, dan mantan Walinagari Gadur Irkhaswandi, dengan panelis mantan Walinagari Kapalo Koto Irmanto.

Podcast Padang Pariaman Bicara diadakan PT MCS di Pauh Kambar. Diskusi dengan walinagari dan mantan walinagari soal strategi dan targetnya maju atau dimajukan jadi caleg, cukup menarik dan patut untuk dipublikasikan.

Irkhaswandi adalah tokoh tua belum muda terlampau. Dia dua periode memimpin Nagari Gadur, Kecamatan Enam Lingkung.

Pemilu 2024, Irkhaswandi maju di PKS dari Dapil I Padang Pariaman. Terdaftar di DCS, sebagai caleg nomor 11, dan setidaknya dia sudah belajar banyak untuk meraih sukses jadi anggota dewan.

Pemilu 2019, Irkhaswandi sudah pernah mencaleg, tapi tidak di PKS. Dia maju dari PAN, namun kemenangan kala itu belum berpihak.

Ada banyak hal yang membuat Irkhaswandi maju menjadi caleg di Dapil yang kecamatannya meliputi Enam Lingkung, Nan Sabaris, 2X11 Kayu Tanam, Ulakan Tapakis dan 2X11 Enam Lingkung ini.

Di samping dukungan masyarakat, Irkhaswandi merasakan betapa pengembangan nagari-nagari saat ini terasa mengambang. Tidak fokus, sehingga pembangunan susah untuk diwujudkan.

"Artinya, produk yang dihasilkan nagari, perlu aturan dan regulasi, sehingga ada fokus para walinagari dalam menjalankan kepemimpinannya di tengah masyarakat," kata dia.

Dia minta masyarakat untuk melihat para caleg itu secara utuh. Ini penting, karena menyangkut pembangunan di nagari.

"Ya, lihat apa yang sudah dibuat, dan kontribusi apa serta prestasi yang pernah ditorehkan di nagari," ujar Irkhaswandi.

Tentu, Irkhaswandi sendiri sudah punya nama di nagarinya. Dua periode memimpi nagari, dan berhasil pula melakukan berbagai terobosan untuk kemajuan nagari. 

Setidaknya, modal sosial dan selalu bersama masyarakat, menjadikan peta politik dukungan masyarakat bisa tidak salah.

Apalagi program "PKS Menyapa", dilakukan Irkhaswandi tiap pagi. "Ya, setiap selesai Subuh. Dan saya selalu Subuh tiap pagi di berbagai masjid dan surau yang ada di Enam Lingkung," katanya.

Kardimon, Walinagari Ambung Kapur Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto memutuskan maju ke DPRD Sumatera Barat dari PPP. Ya, di Dapil II, Padang Pariaman dan Kota Pariaman.

Dia ingin membuat terobosan. Dari sekian banyak walinagari aktif yang ikut jadi caleg, hanya Kardimon yang maju ke provinsi.

Tentu ini sebuah nilai plus dan apresiasi untuk dia di kalangan walinagari, agar terus melangkah meraih kesuksesan jadi anggota dewan terhormat di Sumbar.

Kardimon yang pernah jadi walikorong dan anggota Bamus di kampungnya ini, ingin membuka ruang bagi masyarakat VII Koto lama yang belum pernah ada di DPRD Sumbar, menurut sejarahnya.

Dan beruntung pula, dalam pemilu tahun depan itu, Kardimon tak punya banyak saingan secara VII Koto lama. Secara politik, berbagai tokoh dan pemuka masyarakat di wilayah itu telah disambanginya.

Menurut dia, pembangunan sumberdaya manusia amat penting diberikan porsinya secara berlebih oleh pemerintah. 

Kardimon merasakan dan punya pengalaman tersendiri dalam lima tahun memimpin nagari.

Potensi daerah banyak, tapi memiskinkan masyarakat. "Kita punya kelapa yang laku di pasar luar daerah. Hanya saja, pengelolaannya yang kurang pas, sehingga tak memberi nilai lebih pada ekonomi masyarakat," sebutnya.

Setidaknya, melihat kondisi itu, Kardimon menembus DPRD Sumbar. Dia ingin membuktikan kalau masyarakat VII Koto lama itu mampu menjadi wakil rakyat di DPRD Sumbar.

Irmanto minta kepada walinagari itu nantinya untuk bersuara lantang. "Kita sudah punya pengalaman, dan punya banyak persoalan yang mesti dituntaskan di tingkat eksekutif dan legislatif," katanya.

"Ya, menyuarakan pentingnya regulasi dan dasar hukum ketika hendak melahirkan kebijakan dan program di nagari. Dan regulasi itu hanya kepala daerah bersama DPRD yang bisa melahirkannya," kata dia.

Irmanto yakin, bila garis perjuangan ini tak melenceng, masyarakat akan berbondong-bondong memilih caleg yang berasal dari walinagari ini. (ad/red)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies