Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Santri Baru Madrasatul 'Ulum Ikuti MTSB Pakai Sarung

Para santri baru Madrasatul 'Ulum sedang mengikuti MTSB. (ist)

Padang Pariaman, Sigi24.com--Masa Ta'aruf Santri Baru (MTSB) nama kegiatannya, yang digelar Organisasi Santri Intra Pesantren (OSIP) Madrasatul 'Ulum Lubuk Pandan, Kecamatan 2X11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (19/7/2023).

Lebih dari 20 santri baru mengikuti kegiatannya, sebagai awal pengenalan dengan lingkungan pesantren yang didirikan Syekh Abdullah Aminuddin Tuanku Shaliah pada tahun 1940 ini.

Kegiatan diawali dengan apel di halaman pondok, dan dibuka secara resmi oleh pimpinan Madrasatul 'Ulum Buya Marulis Tuanku Mudo.

Seluruh santri baru berbaris dengan rapi, lengkap pakai sarung dan peci yang melekat di kepala. Lalu sebuah plastik dikalungkan di leher, sebagai bagian dari kegiatan MTSB.

Santri baru sebanyak itu datang dari berbagai daerah di Sumatera Barat, dan rata-rata mereka baru saja menamatkan sekolah dasar di kampungnya.

MTSB dilakukan dengan berbagai games dan tausiyah tentunya, yang sekalian dijadikan sebagai ajang lomba terhadap santri baru demikian. 

Artinya, ada reward dan hadiah secara cuma-cuma bagi santri yang dianggap mampu menuntaskan permainan dengan baik.

Ada permainan dan lomba cara memakai sarung yang baik, mengumpulkan sampah terbanyak, permainan mencari tanda tangan guru dan pimpinan santri itu, dan permainan lainnya, yang intinya bagaimana santri baru paham dan mengerti seluk-beluk kehidupan di pesantren.

Termasuk juga makan bersama, serta membersihkan tempat yang digunakan saat makan bersama, bagian dari MTSB itu sendiri.

Kenapa dengan sarung. Sarung adalah pakaian khas santri. Di samping saat shalat pakai sarung, dalam keseharian pun santri tak pernah lupa pakai sarung.

Sarung yang bagus itu terpasang dengan kuat dan kokoh. Dibawa berlari pun sarung tak akan lepas. Tentu ini punya makna, bahwa santri itu dibangun pondasi dasarnya dengan kuat.

Lalu mengumpulkan sampah. Ya, sampah yang ada di lingkungan pesantren. Familiar dulunya, santri itu sering kumuh. Hanya seputar tempat tidurnya saja yang dibersihkan.

Sekarang, santri baru itu dibangun semangat kerja dan kegotong royongannya lewat memungut sampah. Ya, sampah apa saja yang tampak berserah, harus dikumpulkan dan ditempatkan di tempat yang sudah disediakan.

Ini lambang kebersihan. Orang yang bersih, hatinya tenang, aktivitasnya bersemangat, kesehatannya pun terjaga dengan baik. 

Kebersihan ketika sudah terjaga dengan baik, beribadah pun khusuk, mengaji bisa pula lancar dan senang.

Dan lewat berbagai permainan itu, OSIP Madrasatul 'Ulum hendak mengajarkan kepada yuniornya tentang arti penting hidup mandiri sejak kecil.

Mandiri dan berprestasi, adalah tujuan akhir dari aplikasi MTSB ini. Sebab, santri Madrasatul 'Ulum masak secara bersama, dengan bergantian alias piket setiap harinya.

Menanak nasi pun dengan kayu bakar. Masih seperti yang dulu. Dan tradisi menanak nasi seperti itu akan terus dipertahankan. (ad/red)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies