Type Here to Get Search Results !

Buku Ensiklopedi 100 Syekh dan Tuanku Bersanad Syekh Burhanuddin di Book Fair International JCC Jakarta

Oleh: Duski Samad

Dari surau di nagari menuju ruang perbukuan internasional, warisan keilmuan ulama Minangkabau memperoleh kesempatan untuk dikenal lebih luas. Buku Ensiklopedi 100 Syekh dan Tuanku Bersanad Syekh Burhanuddin ikut dipamerkan di stan IKAPI Sumatera Barat dalam Book Fair Internasional di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Kehadiran ini membawa sejarah ulama, jaringan guru dan murid, serta tradisi pendidikan surau ke dalam perjumpaan literasi lintas bangsa.

Stan IKAPI Sumatera Barat menampilkan ensiklopedi bersama beragam karya penulis dan penerbit daerah.

Di rak pameran itu, kisah para syekh dan tuanku hadir sebagai bagian dari kekayaan pengetahuan yang tumbuh dari kehidupan masyarakat. Buku memberi jalan bagi ingatan nagari untuk menjangkau pembaca di luar lingkungan asalnya.

Bersamaan dengan ensiklopedi tersebut, turut dipamerkan buku Living Heritage Syekh Burhanuddin, ditulis oleh Duski Samad, dkk., terbit tahun 2026. Kedua buku tercantum dalam Katalog Buku Pustaka Artaz 2026. Kehadirannya saling melengkapi: ensiklopedi memperkenalkan tokoh dan jaringan sanad, sedangkan Living Heritage mengingatkan pembaca pada warisan sejarah yang masih hidup.

Katalog Buku Pustaka Artaz 2026 memuat Ensiklopedi 100 Syekh dan Tuanku serta Living Heritage Syekh Burhanuddin.

Warisan yang hidup dapat dikenali melalui pengajian yang terus berlangsung, hubungan guru dan murid yang dipelihara, serta kehidupan surau dan jemaah yang meneruskan nilai para pendahulu. Sejarah memperoleh makna ketika dipahami dan diamalkan oleh generasi sekarang. Pendokumentasian melalui buku membantu masyarakat merawat ingatan sekaligus menyediakan bahan untuk penelitian dan pembelajaran lebih lanjut.

Bagi generasi muda, kedua buku ini diharapkan membuka jalan untuk mengenali akar keilmuannya. Nama ulama yang dikenal dalam lingkungan keluarga, jemaah, atau nagari dapat dipelajari oleh mahasiswa, peneliti, pendidik, dan masyarakat luas.

Dalam momentum perbukuan ini, Ketua IKAPI Sumatera Barat, Alizar Tanjung, didampingi Sekretaris Armaidi Tanjung, menerima penghargaan IKAPI Award kategori Local Content of the Year. Penghargaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus dorongan bagi pengembangan penerbitan yang mengangkat kekayaan lokal. Kerja penulis, penerbit, dan penggerak literasi daerah memperoleh ruang apresiasi atas upaya menghadirkan pengalaman masyarakat ke dalam karya yang dapat dibaca lintas wilayah dan generasi.

Kehadiran dua buku tentang Syekh Burhanuddin di stan IKAPI Sumatera Barat sejalan dengan semangat itu. Muatan lokal memiliki daya jangkau luas ketika digali dengan tekun, ditulis secara bertanggung jawab, dan diperkenalkan melalui jaringan penerbitan. Riwayat guru di surau dan perjalanan tuanku mengajarkan agama merupakan bahan penting untuk memahami kehidupan keagamaan dan kebudayaan bangsa.

Stan China Publication memperlihatkan buku sebagai sarana memperkenalkan pengetahuan dan kebudayaan antarbangsa.

Melihat stan China Publication, saya teringat bahwa buku ternyata menjadi tali penghubung antarbangsa: China, dunia Arab, Indonesia, dan berbagai bangsa lainnya. Melalui bacaan, kita dapat mengenal cara masyarakat lain memahami sejarah, membangun pendidikan, dan memelihara kebudayaannya.

Stan Abu Dhabi Forum for Peace dari Uni Emirat Arab dalam pameran buku internasional di JCC Jakarta.

Kehadiran stan Abu Dhabi Forum for Peace dari Uni Emirat Arab memperkaya makna perjumpaan tersebut. Buku memungkinkan gagasan tentang agama, kebudayaan, dan perdamaian dibaca melampaui batas geografis. Bahasa dapat berbeda, tetapi keinginan memahami manusia dan kehidupan menjadi ruang bersama. Penerjemahan dan pertukaran karya membuka peluang agar pengetahuan dari suatu masyarakat dapat dipelajari oleh masyarakat lainnya.

Dalam suasana itu, Sumatera Barat membawa kisah dan pengetahuannya sendiri. Tradisi surau, sanad keilmuan, serta warisan Syekh Burhanuddin dapat diperkenalkan sebagai bagian dari pengalaman Islam di Nusantara. Kehadiran di pameran internasional merupakan langkah awal untuk memperluas pengenalan, membangun hubungan penerbitan, dan membuka kemungkinan penerjemahan karya.

Apresiasi patut disampaikan kepada Alizar Tanjung, Armaidi Tanjung, dan jajaran IKAPI Sumatera Barat yang memberi ruang bagi karya daerah untuk tampil. Penghargaan dan keikutsertaan dalam pameran hendaknya dilanjutkan dengan perluasan distribusi, penguatan akses perpustakaan, serta kegiatan pembacaan dan diskusi di kampus, sekolah, dan surau.

Ensiklopedi 100 Syekh dan Tuanku Bersanad Syekh Burhanuddin dan Living Heritage Syekh Burhanuddin adalah ikhtiar merawat pengetahuan serta warisan sejarah yang masih hidup. Dari nagari, buku dapat menempuh perjalanan jauh, mempertemukan pembaca, dan menumbuhkan penghargaan terhadap pengalaman bangsa lain. Melalui buku, warisan para syekh dan tuanku memperoleh kesempatan untuk terus dibaca, dikaji, dan diteruskan.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.