Type Here to Get Search Results !

HJK Padang: Smart Surau dan Legacy Kepemimpinan Peradaban, Membangun Kota Cerdas dengan Menghidupkan Masjid

Oleh: Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag.

Tokoh Penerima Penghargaan HJK Padang 2017

Hari Jadi Kota Padang (HJK) setiap tahun tidak hanya mengingatkan kita pada perjalanan sejarah kota ini, tetapi juga mengajak seluruh masyarakat melakukan refleksi: ke mana arah pembangunan Kota Padang hendak dibawa? Apakah kemajuan hanya diukur dari bertambahnya jalan, jembatan, gedung, dan investasi, ataukah juga dari semakin berkualitasnya manusia yang hidup di dalamnya?

Sesungguhnya, kota yang maju bukan hanya memiliki smart infrastructure, melainkan juga smart people dan smart society. Kota yang cerdas adalah kota yang mampu memadukan kemajuan teknologi dengan kekuatan moral, spiritual, dan budaya.

Dalam konteks itulah Program Unggulan (Progul) Smart Surau yang digagas Wali Kota Padang Fadly Amran Wakil Walikota Maigus Nasir memiliki makna yang jauh melampaui sebuah program rutin pemerintahan. Smart Surau merupakan ikhtiar membangun kembali fondasi peradaban Minangkabau melalui institusi yang sejak dahulu menjadi pusat lahirnya ulama, cendekiawan, pemimpin, dan pejuang, yaitu surau.

Surau sebagai Pusat Peradaban

Sejarah Minangkabau menunjukkan bahwa surau bukan sekadar tempat ibadah. Surau adalah universitas masyarakat. Di sanalah anak-anak belajar Al-Qur'an, adab, kepemimpinan, musyawarah, silat, hingga kemandirian hidup.

Dari surau lahir Syekh Burhanuddin Ulakan, Syekh Muhammad Djamil Djambek, Syekh Sulaiman Arrasuli, Syekh Ibrahim Musa Parabek, dan banyak ulama besar lainnya yang membangun peradaban Islam di Nusantara.

Karena itu, menghidupkan kembali surau sejatinya bukan menciptakan tradisi baru, melainkan menghidupkan kembali tradisi besar Minangkabau.

Pendidikan Karakter Melalui Pembiasaan

Al-Qur'an mengingatkan:"Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka." (QS. At-Tahrim: 6)»

Ayat ini menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat harus bersinergi membangun generasi.

Program Smart Surau menjawab tantangan tersebut melalui pendidikan berbasis pembiasaan. Anak-anak dibiasakan bangun sebelum Subuh, berjalan menuju masjid, salat berjamaah, membaca Al-Qur'an, mendengar nasihat agama, serta berinteraksi dengan guru dan jamaah.

Dalam ilmu pendidikan, karakter tidak lahir melalui ceramah, melainkan melalui habituasi. Kebiasaan yang dilakukan terus-menerus akan membentuk karakter, dan karakter yang kuat akan melahirkan peradaban yang kokoh.

Smart City Berbasis Smart Spirituality

Selama ini istilah Smart City sering dipahami hanya sebatas digitalisasi pelayanan publik, teknologi informasi, atau kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Padahal kota yang benar-benar cerdas adalah kota yang mampu mengintegrasikan lima kecerdasan sekaligus:

- Smart Government, tata kelola pemerintahan yang efektif.

- Smart Economy, ekonomi yang produktif dan inklusif.

- Smart Environment, lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

- Smart Society, masyarakat yang berpendidikan dan berbudaya.

- Smart Spirituality, masyarakat yang memiliki iman, akhlak, dan integritas.

Di sinilah Smart Surau menjadi pembeda. Ia menghadirkan dimensi spiritual sebagai bagian dari konsep kota cerdas. Teknologi membangun kecerdasan intelektual, sedangkan surau membangun kecerdasan moral dan spiritual.

Legacy Kepemimpinan

Dalam ilmu kepemimpinan, seorang pemimpin tidak dikenang karena lamanya menjabat, tetapi karena legacy yang ditinggalkannya.

Ada pemimpin yang membangun gedung, ada yang membangun jalan, dan ada pula yang membangun manusia. Pembangunan manusia selalu membutuhkan waktu lebih panjang, tetapi hasilnya jauh lebih bertahan.

Masyarakat Sumatera Barat hingga kini masih mengingat berbagai gerakan yang berhasil membentuk budaya keagamaan, seperti Didikan Subuh, Pesantren Ramadan, dan pembiasaan membaca Al-Qur'an. Program-program tersebut dikenang bukan karena anggarannya, melainkan karena berhasil membentuk karakter masyarakat.

Apabila Smart Surau dilaksanakan secara konsisten, melibatkan keluarga, sekolah, pengurus masjid, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen masyarakat, maka program ini berpotensi menjadi salah satu warisan penting dalam sejarah pembangunan Kota Padang.

Padang Kota Pendidikan Islam

Padang memiliki modal sosial dan sejarah yang sangat kuat. Kota ini merupakan pintu masuk lahirnya banyak lembaga pendidikan Islam, organisasi keagamaan, serta pusat intelektual Minangkabau.

Momentum Hari Jadi Kota Padang hendaknya dijadikan titik awal memperkuat identitas tersebut. Kemajuan ekonomi harus berjalan bersama kemajuan akhlak. Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan spiritualitas.

Sebab, kota yang hebat bukan hanya melahirkan generasi yang cerdas menggunakan teknologi, tetapi juga generasi yang takut kepada Allah, menghormati orang tua, mencintai ilmu, menjaga persatuan, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

Penutup

Hari Jadi Kota Padang adalah momentum mempertegas arah pembangunan kota menuju peradaban. Program Smart Surau menunjukkan bahwa membangun kota tidak cukup hanya dengan beton, baja, dan teknologi, tetapi juga dengan iman, ilmu, dan akhlak.

Bila jalan raya menghubungkan satu kawasan dengan kawasan lain, maka surau menghubungkan manusia dengan Tuhannya. Bila pembangunan fisik memperindah wajah kota, maka pembangunan karakter memperindah jiwa masyarakatnya.

Selamat Hari Jadi Kota Padang. Semoga Kota Padang semakin maju, religius, berbudaya, dan menjadi model kota cerdas berbasis nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, sehingga benar-benar menjadi kota yang maju teknologinya, kuat ekonominya, dan mulia akhlaknya.Versi ini lebih bernuansa guru besar, memadukan teori smart city, kepemimpinan, pendidikan karakter, sejarah surau Minangkabau, dan filosofi ABS-SBK, sehingga layak menjadi artikel opini untuk memperingati Hari Jadi Kota Padang.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.