Type Here to Get Search Results !

Bersama Pakar Syekh Burhanuddin, PKDP Riau Gelar Kajian Adat dan Syarak

Syafrial Alidin 

Riau, -- Bijak di Rantau, Paguno di Kampuang. Itu judul dan tema kajian adat dan syarak DPW Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Provinsi Riau, Sabtu 29 Agustus 2026 di Hotel Resti, Pekanbaru, Riau. Aplikasi dan sosialisasi ABS-SBK bersama Prof. Duski Samad Tuanku Mudo, Guru Besar Tasawuf UIN Imam Bonjol Padang dan Pakar Syekh Burhanuddin.

Ketua Bidang Dakwah, Adat dan Syara' DPW PKDP Riau, Syafrial Alidin, M. Ag menyebutkan, kajian adat dan syarak ini diadakan siang, menghadirkan seluruh pengurus DPW PKDP Riau dan PKDP Kota Pekanbaru.

"Di samping itu, pengurus IKA nagari-nagari, Bundo Kandung, Gempar Riau dan kota Pekanbaru, niniak mamak PKDP, alim ulama, sudah menyatakan kesediaannya hadir," kata Syafrial Alidin.

Menurutnya, acara dimulai dengan makan bersama, ramah tamah, dan setelah Shalat Ashar berjemaah, seminar dimulai. "Sesuai kapasitas tempat dan lokasi, peserta dibatasi 150 orang. Alhamdulillah, semua sudah terkoordinasi dengan baik," ulas dia.

Syafrial Alidin sudah mengkomunikasikan juga dengan narasumber utama, yakni Prof. Duski Samad Tuanku Mudo. "Kita ingin mendalami budaya mauluik badikie. Hampir seluruh surau dan masjid yang dibangun urang awak di Riau ini, menyelenggarakan mauluik badikie. Bahkan sudah membudaya. Ada dan tercatat 70 surau banyaknya, itu berada di bawah naungan paguyuban PKDP," sebut Syafrial Alidin.

"Lewat Pakar Syekh Burhanuddin, dimana budaya mauluik badikie warisan ulama besar Minangkabau ini, maka tepat sekali kita hadirkan Buya Duski Samad. Kita ingin, sejarah, hukum dan dasar mauluik badikie itu. Kandungan nilai dan hikmah mauluik badikia, di tengah dinamika perbedaan pandangan masyarakat luar Piaman dan perbedaan pandangan teologis," ujar Syafrial Alidin.

PKDP Riau 

Menurut Syafrial Alidin, PKDP Riau dan Pekanbaru sudah berdiri sejak kemerdekaan, dan eksis sebagai sebuah organisasi yang bernama PKDP tahun 1967. Cikal bakal PKDP bermula dari usulan dan kumpulan ikatan keluarga nagari asal kampung yang terdiri dari wilayah Tiku (KKTMS), Gasan (Ikabagas), Sungai Garinggiang (IKAS.G), Aur malintang (IKAKO AMAL), Sungai Limau (Kesuma), Limo Koto (Limko), Sakarek Hulu (Hiksu), Pasar Pariaman (NAN TONGGA), Nan Sabaris (Kekanas), Tujuah Koto (KTKS), Lubuak Aluang (Iklas), Kayu Tanam (Kakadasel).

Struktur organisasi PKDP di Riau sudah terbentuk sejak dari DPW, dan sudah berdiri DPD PKDP di Seluruh daerah tingkat kabupaten dan kota di Provinsi Riau (12 kabupaten dan kota). Sudah terbentuk sampai tingkat kecamatan DPC (yang sudah 117 DPC) se Riau.

Untuk kegiatan keagamaan, sejak dulu sampai hari ini, berbasis di masjid dan surau-surau yang dibangun oleh warga dan organisasi PKDP. Sementara, kegiatan Maulud Nabi Saw, merupakan wadah pembinaan agama dan silaturrahim antar sesama warga dan pengurus PKDP. "Di acara maulid, kita saling berkunjung dan saling menghadiri," katanya.

"Organisasi Pemuda Pariaman (Gempar) lahir dan berkembang pesat di Riau ini. Bijak di rantau, paguno di kampuang, adalah tema yang tepat sekali untuk agenda besar bersama Buya Duski Samad ini," ulasnya.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.