Oleh: Duski Samad
Alhamdulillāhi Rabbil 'Ālamīn.
Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (PPMTI) Batang Kabung menerima kunjungan silaturahmi dari NU Peduli Sumatera, NU Care-LAZISNU, dan ParagonCorp dalam rangka pelaksanaan Program Renovasi Madrasah Terdampak Bencana Tahun 2026, sebagaimana tertuang dalam spanduk kegiatan Madrasah Bangkit.
Tim NU Peduli yang terdiri atas Anik Rifqah dan Putri Azmi hadir didampingi Firdaus, S.S., M.Si. serta H. Farindasyah dari Yayasan Profetik Transcendental Indonesia. Rombongan disambut oleh Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag. selaku Pembina PPMTI, didampingi Irwanto Tuanku Sutan selaku Kepala MTs Tarbiyah Islamiyah, Zulkifli selaku Kepala Madrasah Salafiyah Tarbiyah Islamiyah Batang Kabung, serta Agusrianto, S.HI., M.A. selaku Tim Satgas Bencana PPMTI yang sejak awal berperan aktif memfasilitasi berbagai bantuan pascabencana.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Duski Samad menyampaikan bahwa PPMTI Batang Kabung merupakan salah satu oase pendidikan Islam berpaham Ahlussunnah wal Jamaah di tengah Kota Padang. Sejak berdiri pada 13 Januari 1955, PPMTI telah menjadi pusat kaderisasi ulama dan pendidikan Islam yang mengintegrasikan ilmu, akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selama lebih dari tujuh puluh tahun, ribuan alumni PPMTI telah mengabdikan diri sebagai guru besar, dosen, guru, mubaligh, pengusaha, birokrat, serta pembina umat di berbagai daerah. Hal tersebut menjadi bukti bahwa pesantren terus melahirkan kader-kader yang memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan negara.
Prof. Duski juga mengenang musibah banjir yang melanda PPMTI pada 29 November 2025, yang mengakibatkan mushalla dan beberapa ruang kelas mengalami kerusakan berat bahkan hanyut terbawa arus. Namun, di balik ujian tersebut Allah SWT menghadirkan banyak tangan-tangan yang peduli. Setelah sebelumnya memperoleh dukungan dari WAMY untuk pembangunan masjid, kini NU Peduli Sumatera bersama NU Care-LAZISNU dan ParagonCorp memberikan bantuan melalui Program Renovasi Madrasah Terdampak Bencana guna memperbaiki ruang-ruang belajar serta membantu kebutuhan para santri.
Dalam pesannya kepada para santri, Prof. Duski mengajak agar musibah dijadikan sebagai momentum kebangkitan.
> "Ketika mushalla dan ruang-ruang kelas hanyut dibawa banjir, Allah SWT akan menggantinya dengan yang lebih baik. Jangan jadikan musibah sebagai alasan untuk menyerah. Jadikan ia sebagai energi untuk bangkit. Wahai para santri, majulah dengan penuh keberanian dan keyakinan kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya, 'In tanshurullāha yanshurkum wa yutsabbit aqdāmakum'—'Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.' (QS. Muhammad: 7)."
Beliau juga menyampaikan perkembangan menggembirakan bahwa Pemerintah Kota Padang, insya Allah, telah menyiapkan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk pembelian lahan, sedangkan pembangunan gedung direncanakan akan didukung melalui bantuan nasional dari Kementerian Pekerjaan Umum. Diharapkan, sinergi antara pemerintah, lembaga filantropi, dan masyarakat akan mempercepat kebangkitan PPMTI sebagai pusat pendidikan Islam yang lebih maju dan representatif.
Atas nama keluarga besar PPMTI Batang Kabung, Prof. Duski Samad menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada NU Peduli Sumatera, NU Care-LAZISNU, ParagonCorp, WAMY, Pemerintah Kota Padang, Tim Satgas Bencana PPMTI, Yayasan Profetik Transcendental Indonesia, serta seluruh donatur yang telah menunjukkan kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan Islam.
Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal jariah, mendatangkan keberkahan bagi para donatur, serta menjadi ikhtiar bersama dalam mewujudkan semangat "Madrasah Bangkit" untuk melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan kemanusiaan. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.

