Type Here to Get Search Results !

Sambut Kongres ke-42, PW Syarikat Islam Sumatera Barat Garap Ekonomi Gambir dan Koperasi Mandiri Dalam Rakorwil

Foto bersama keluarga besar Syarikat Islam Sumatera Barat, usai Rakorwil.

PADANG PANJANG – Gelombang besar perubahan mulai bergulir dari Ranah Minang. Rapat Koordinasi Wilayah dan Cabang Pimpinan Wilayah Syarikat Islam (SI) Sumatera Barat Tahun 2026 resmi digelar di Kota Padang Panjang, Sabtu (20/6/2026), dengan semangat membara dan tekad bulat membangun kemandirian ekonomi umat.

Mengusung tema “Konsolidasi Terpadu dan Pemantapan Kinerja SI Sumbar dalam Menyongsong Kongres Nasional Ke-42 Syarikat Islam Tahun 2026”, forum strategis ini menjadi momentum penting yang menyatukan seluruh kekuatan organisasi dari 15 cabang se-Sumatera Barat.

Di bawah komando Ketua PW SI Sumbar Kombes Pol (Purn) Mukhlis Mansyur, S.I.K., bersama Ketua Harian Dra. Marsenany, M.M., Rakorwil berlangsung penuh dinamika, gagasan besar, serta keputusan-keputusan strategis yang diyakini akan menentukan arah perjuangan Syarikat Islam ke depan.

Puluhan tokoh dan pengurus hadir, mulai dari Dewan Wilayah, Ketua DPC, pengurus cabang, perwakilan SEMMI, hingga berbagai unsur undangan yang datang dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Suasana Rakorwil semakin hidup ketika narasumber utama, Rahmat Saleh, memaparkan strategi pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah.

Dalam pemaparannya yang tajam dan menggugah, Rahmat Saleh mengungkap fakta mengejutkan bahwa sekitar 80 persen produksi gambir dunia berasal dari Sumatera Barat, namun ironisnya harga komoditas unggulan tersebut masih ditentukan oleh pihak luar negeri.

“Kita tidak boleh terus-menerus didikte pasar asing. Sudah saatnya kekayaan alam Sumatera Barat menjadi sumber kesejahteraan bagi petani, anggota organisasi, dan masyarakat luas,” tegasnya.

Menurutnya, ada tiga langkah strategis yang harus segera dilakukan:

Penegakan regulasi secara tegas dengan dukungan penuh pemerintah daerah.

Membangun kemitraan strategis antara BUMD, swasta, dan seluruh pemangku kepentingan.

Memulai hilirisasi gambir secara terencana dan berkelanjutan demi meningkatkan nilai tambah produk daerah.

Pernyataan tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta yang menilai pengembangan gambir dapat menjadi tonggak kebangkitan ekonomi umat di Sumatera Barat.

Tak hanya berhenti pada wacana, Rakorwil juga melahirkan langkah konkret berupa dimulainya proses pendirian Koperasi Mandiri Syarikat Islam Sumatera Barat.

Koperasi ini dirancang menjadi motor penggerak ekonomi organisasi dengan prinsip profesional, transparan, berintegritas, dan berbasis kekuatan anggota.

Modal usaha akan dihimpun dari anggota dengan iuran sebesar Rp150.000 per tahun. Seluruh pengurus cabang secara otomatis menjadi bagian dari koperasi wilayah sebagai bentuk penguatan ekonomi bersama.

Menariknya, bidang usaha yang akan digarap tidak hanya terbatas pada komoditas gambir, tetapi juga mencakup budidaya maggot, pengolahan hasil pertanian, perdagangan, hingga berbagai sektor usaha halal yang memiliki prospek besar.!

Dalam sesi pandangan organisasi, Ketua Syarikat Islam Bukittinggi menyampaikan pesan yang mengundang perhatian peserta.

“Kunci keberhasilan ada pada disiplin dan penguatan sistem manajemen. Jangan mencari alasan kegagalan dengan menyalahkan pihak lain atau pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Syarikat Islam Agam menyatakan optimisme tinggi bahwa komoditas gambir akan menjadi sumber kekuatan ekonomi baru apabila dikelola dengan sistem yang baik, profesional, dan berkelanjutan.

Rakorwil juga menghasilkan keputusan penting berupa pembentukan Tim Formatur Pendirian Koperasi Mandiri Syarikat Islam Sumatera Barat.

Tim ini diberi target tegas untuk menyelesaikan seluruh mandat organisasi dan persiapan administrasi paling lambat akhir Agustus 2026, sehingga seluruh perangkat kelembagaan siap menghadapi Kongres Nasional Ke-42 Syarikat Islam.

Berbagai pertanyaan peserta mengenai syarat keanggotaan, mekanisme koperasi, serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dibahas secara mendalam dalam suasana musyawarah yang penuh kekeluargaan.

Menjelang penutupan, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk memperkuat organisasi, membangun kemandirian ekonomi umat, dan menyukseskan Kongres Nasional Ke-42 Syarikat Islam Tahun 2026.

Dari Padang Panjang, semangat baru itu kini telah dikobarkan. Konsolidasi telah dimulai, koperasi telah dipersiapkan, dan perjuangan ekonomi umat semakin menemukan arah yang jelas.

Syarikat Islam Sumatera Barat bergerak. Bukan sekadar bertahan, tetapi bersiap menjadi kekuatan ekonomi umat yang diperhitungkan di tingkat nasional.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.