![]() |
Kota Medan ---Sigi24.Com. Suasana haru menyelimuti ruangan wisuda di Pondok Tahfiz An-Nawawi, Patumbak, Kota Medan, pada Minggu (21/6/2026). Tanpa aba-aba, hampir seluruh hadirin—terutama orang tua para santriwati—serentak meneteskan air mata. Bukan karena peristiwa yang menyedihkan, melainkan karena rasa bangga yang meluap-luap menyaksikan momen istimewa ini. Panitia pun sigap membagikan tisu untuk menampung isak tangis kebahagiaan dan haru.
Perasaan campur aduk itu muncul karena momen bersejarah: sebanyak 10 santriwati dinyatakan berhasil menyelesaikan program tahfiz dan hafal seluruh 30 juz Al-Qur’an hanya dalam waktu satu tahun. Pencapaian ini terasa luar biasa, mengingat proses menghafal yang penuh tantangan dapat diselesaikan dalam durasi yang relatif singkat.
Pimpinan Pondok Tahfiz An-Nawawi, Muhammad Rasyid Ridho, S.Ag., M.Ag., mengungkapkan rasa syukur dan bangganya. “Kami sangat bersyukur atas hasil ini. Keberhasilan mereka tak lepas dari kegigihan para santriwati dan kesabaran para ustazah pengasuh. Semoga Allah SWT senantiasa memudahkan langkah mereka dan menjaga hafalan Al-Qur’an mereka selamanya,” ujarnya dengan nada haru.
Ia juga menyampaikan kerinduan sekaligus rasa kehilangan. “Selama satu tahun bersama, kami melihat mereka tumbuh dan belajar. Setiap sudut asrama selalu dipenuhi semangat mereka menghafal ayat-ayat suci. Melepas mereka terasa berat, namun ini adalah jalan yang harus ditempuh agar ilmu yang mereka miliki bermanfaat di masyarakat.”
Di akhir sambutannya, beliau memohon maaf kepada seluruh orang tua dan santriwati. “Jika selama pengasuhan ada teguran atau kata-kata yang terasa menyakitkan, itu semua kami lakukan demi memotivasi dan membentuk karakter mereka. Kami berpesan, jagalah selalu hafalan dan akhlak kalian, jadilah pribadi yang mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an di mana pun berada.”
Rasyid juga menceritakan perjuangan mempertahankan pondok ini. “Ini adalah angkatan ketiga kami. Hingga saat ini kami belum memiliki donatur tetap. Biaya operasional sepenuhnya ditanggung oleh saya dan istri, yang keduanya berstatus PNS. Kami berharap ke depannya ada pihak yang berkenan membantu agar program mulia ini dapat terus berjalan dan mencetak lebih banyak penghafal Al-Qur’an.”
Rasa terima kasih yang mendalam pun disampaikan oleh perwakilan orang tua santri, Drs. Ali Nurdin. Orang tua dari Olivia Natasya Ranchani ini dengan suara yang terisak, ia mengungkapkan kekagumannya. “Kami menyumbang sekitar Rp600.000 per bulan, yang kami sadari sangat jauh dari cukup untuk menutupi kebutuhan makan dan belajar. Namun berkat pengorbanan dan ketulusan Pak Rasyid beserta istri, Ani Sunarti, anak-anak kami tetap sehat dan berhasil. Semoga Allah membalas kebaikan mereka dengan surga-Nya.”
Sebagai penutup, ia juga memohon maaf atas segala kekurangan dari pihak orang tua selama putri mereka menuntut ilmu di pondok tersebut. “Kami mohon maaf jika ada keterlambatan dalam hal sumbangan atau hal lain yang kurang berkenan. Semoga silaturahmi dan keberkahan senantiasa menyertai kita semua.” (nd/red)

