Type Here to Get Search Results !

GMP Jadi Senjata Baru UMKM Sumbar

 

GMP Jadi Senjata Baru UMKM Sumbar, Kamis (18/6/2026) di Kampus Unand Limau Manis Padang. (Foto: Ali Akbar) 

Padang, Sumatera Barat - Science Techno Park (STP) Universitas Andalas bersama Direktorat Kerjasama dan Hilirisasi Riset Universitas Andalas menggelar "Workshop Good Manufacturing Practice (GMP) untuk UMKM Berkelanjutan"

Kegiatan yang membahas tata cara produksi pangan olahan yang baik ini berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026, di Gedung Tahir Foundation Fakultas Hukum Universitas Andalas, Limau Manis, Padang.

Workshop dibuka oleh Direktur Kerjasama dan Hilirisasi Riset Universitas Andalas, Dr. Eng. Muhammad Makky, serta dihadiri oleh Ketua Science Techno Park Universitas Andalas, Dr. Kiki Yulianto. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 14.00 WIB dengan diikuti sebanyak 75 peserta.

Membangun Fondasi UMKM yang Berdaya Saing

Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, peneliti Universitas Andalas, pelaku UMKM dari berbagai daerah di Sumatera Barat, hingga tenant binaan Science Techno Park Universitas Andalas. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap peningkatan kapasitas dalam pengelolaan usaha pangan yang aman dan berkualitas.

Sumatera Barat sendiri memiliki potensi besar dalam sektor industri pangan olahan. Kekayaan komoditas lokal serta ragam kuliner yang telah dikenal luas menjadi modal penting untuk mengembangkan produk bernilai tambah. Namun, tanpa standar produksi yang baik, potensi tersebut akan sulit berkembang secara maksimal dan berkelanjutan.

GMP Menjadi Keharusan bagi Pelaku Usaha Pangan

Pada workshop tersebut, peserta mendapatkan materi dari dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya, yaitu Reinny Patrisina, S.T., M.T., Ph.D., dosen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Andalas, serta Wellyalina, S.TP., M.P., dosen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Kegiatan dipandu oleh moderator Daimon Syukri, S.Si., M.Si., Ph.D.

Dalam paparannya, Wellyalina menegaskan bahwa penerapan GMP bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi industri pangan yang ingin berkembang. Menurutnya, GMP mengatur seluruh tahapan produksi, mulai dari penanganan bahan baku, kebersihan lingkungan kerja, sanitasi peralatan, proses produksi, hingga pengemasan produk agar memenuhi standar keamanan pangan.

Narasumber Reinny Patrisina (gambar kiri) dan Wellyalina (gambar kanan) dalam Workshop Good Manufacturing Practice (GMP) untuk UMKM Berkelanjutan, Kamis (18/6/2026). 

“GMP atau dikenal dengan CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik) menjadi keharusan bagi UMKM makanan, minuman, dan farmasi,” jelas Lya, sapaan akrab Wellyalina.

Ia menambahkan bahwa penerapan GMP akan membantu pelaku usaha menghasilkan produk yang konsisten, aman dikonsumsi, serta lebih mudah memenuhi persyaratan berbagai sertifikasi dan perizinan yang dibutuhkan untuk memasuki pasar yang lebih luas.

Menuju UMKM Berkelanjutan dan Berkelas

Melalui workshop ini, Universitas Andalas berharap semakin banyak pelaku UMKM memahami pentingnya standar produksi yang baik sebagai fondasi utama dalam membangun usaha yang berkelanjutan. 

Produk yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh rasa dan kemasan yang menarik, tetapi juga oleh proses produksi yang higienis, terkontrol, dan memenuhi standar keamanan pangan.

Dengan semakin meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap GMP, UMKM Sumatera Barat diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal, memperluas akses pasar, serta menjadi kekuatan ekonomi daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. (Ali Akbar


Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.