![]() |
| Alat berat yang sedang bekerja di Nagari Kapalo Koto, merupakan kinerja Ruri Eka Putra dengan Pemkab Padang Pariaman. |
Padang Pariaman, -- Bicaranya penuh semangat, cenderung blak-blakan. Apalagi kalau sudah bicara soal komplitnya urusan nagari. Semangat nya makin tinggi karena berpijak kepada pengalaman ketika menjadi wali korong dan Kepala Seksi Kesra di Pemerintahan Nagari Kapalo Koto beberapa waktu lalu.
"Banyak yang kaget ketika saya mendatangkan alat gelder untuk pembersihan dan pemeliharaan jalan Dusun Gantiang Subarang menuju ruas jalan negara Padang-Lubukbasung. Memang saya yang mengurus dari awal hingga selesai, tapi tak terlepas peran Wali Nagari Soni Putra dan Pelaksana Wali Nagari Riki," kata Ruri Eka Putra Selasa (24/6) di sebuah warung kopi Pasar Pauah Kamba.
Menurut Ruri, untuk membangun nagari, ada fasilitas yang tersedia dari pemerintah, tapi dalam keadaan terbatas. Kejelian dituntut hadir di sana. "Seperti mendatangkan alat gelder tadi, ada fasilitas dari pemerintah, tapi kita harus jeli memanfaatkannya," rinci Ruri.
Beberapa waktu lalu, kata Ruri, ada pula fasilitas bantuan lepas dari Dinas Perhubungan Padang Pariaman berupa lampu jalan. Tapi gagal diraih karena keterbatasan dan kekurangjelian tadi.
Belum lagi soal administrasi kependudukan yang hampir dihadapi berbagai masyarakat dari banyak nagari. Buktinya, di kantor Catatan Sipil tiap hari tak pernah sepi melayani masyarakat. Saat menjadi wali korong, sejumlah persoalan administrasi kependudukan diselesaikan Ruri, termasuk dari korong tetangga, bahkan ada yang dari nagari tetangga.
![]() |
Tak jarang, Ruri menempuh jalur khusus demi menyelesaikan administrasi kependudukan warga yang terkadang harus berpacu dengan waktu. Terkadang tak bisa diselesaikan oleh petugas loket, melainkan lansung ke pejabat. Mulai dari kepala seksi hingga kepala dinas. Pun tak mengenal waktu. Jam dinas ataupun bukan. "Dengan Pak Syamsul, Pak Fauzi, bahkan Pak Kadis Fadli," papar Ruri.
Beragam persoalan itu kata Ruri, penyelesaiannya sangat ditentukan oleh dua hal penting. Kejelian dan jaringan. "Tanpa keduanya mustahil kita melayani masyarakat," kata Ruri yang kini jadi calon wali nagari Kapalo Koto Kecamatan Nan Sabaris, Padang Pariaman periode 2026-2032.
"Kalau kita mau, kita bisa. Tapi tak terlepas dari kejelian dan jaringan atau kedekatan dengan banyak pihak. Soal gelder tadi misalnya , sudah lama diajukan, tapi tak kunjung datang. Ketika kejelian dan jaringan dipergunakan, hasilnya lansung terasa," papar Ruri.
Begitu juga soal fasilitas dan bantuan lain dari berbagai satuan kerja di lingkungan pemerintah kabupaten. Setiap tahun pasti ada program bisa diraih. Termasuk menggunakan bus Dishub Pemkab untuk berbagai kegiatan seperti pesta dan lainnya.
"Atas dasar itulah saya berani mencalonkan diri jadi wali nagari," tegas Ruri. "Di tengah keterbatasan, rasanya saya punya jaringan untuk bisa membangun nagari dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan program pemerintah kabupaten," papar Ruri.
Ruri mengakui gayanya yang ceplas-ceplos dan blak-blakan ada yang kurang disenangi orang. "Tapi meskipun itu sudah menjadi kebiasaan karena sering diskusi di berbagai forum, saya usahakan merubah seiring berjalannya waktu. Saya yakin saya bisa," kata Ruri.
Terkait peluangnya dalam Pilwana yang akan segera digelar, Ruri menyerahkan sepenuhnya kepada keredhaan Allah melalui pilihan masyarakat Kapalo Koto. "Kita hanya berusaha dan berjuang. Soal hasil, sepenuhnya ketentuan Allah yang telah tercantum di Lauhil Mahfuz," kata Ruri mengakhiri.


