Type Here to Get Search Results !

Pilwana Serentak, Masyarakat Ambuang Kapua Sungai Sariak Dihadapkan dengan Pilihan Calon Walinagari yang Hebat

Calon Walinagari Ambuang Kapua Sungai Sariak.

Padang Pariaman, -- Nagari Ambuang Kapua Sungai Sariak memasuki babak baru periode kedua. Tak heran, Pilwana serentak 27 Juni tahun ini, nagari ini menyikapinya dengan sangat hati-hati.

Artinya, walinagari hasil Pilwana harus mampu memberikan yang terbaik, menggelorakan perubahan di tengah masyarakat. Sebagai nagari baru tegak, jelas sekali dalam satu periode belakangan, perubahan nagari itu belum terlihat nyata.

Untuk ini, walinagari yang dihasilkan dalam helat sekali delapan tahun itu, dituntut punya jaringan yang kuat, punya kapasitas dan pengalaman di sosial kemasyarakatan.

Empat calon Walinagari Ambuang Kapua yang ditetapkan panitia Pilwana, setidaknya anak nagari yang ingin mengabdi di tengah masyarakat, lewat jalur kepemimpinan di pemerintahan.

Lebih dari 1.400 masyarakat pemilih di nagari yang memiliki empat korong itu, yakni Korong Mandiangin Kandang Gadang, Lapau Ngarai, Bengke dan Korong Lamin, menentukan nasib nagari delapan tahun mendatang.

Keempat calon Walinagari Ambuang Kapua Sungai Sariak itu, Rudi Salam. Dia mantan Walikorong Bengke. Masih muda, tapi punya sedikit banyaknya pengalaman di pemerintahan nagari.

Rudi Salam, calon nomor urut tiga. Berdasarkan PP 16/2026, Rudi Salam dinilai calon yang punya komitmen yang kuat, serta dukungan masyarakat, sehingga dia mundur dari jabatan walikorong.

Sama dengan Rahmat. Mantan Walikorong Mandiangin Kandang Gadang ini memperoleh nomor urut empat, juga ingin meningkatkan statusnya dari walikorong ke walinagari.

Tentu beda dengan Jefri Idrus. Calon Walinagari Ambuang Kapua Sungai Sariak yang mendapatkan nomor urut dua ini ada seorang jurnalistik. Wartawan yang sudah kenal dengan banyak orang dan tokoh masyarakat.

Dengan ikutnya Jefri Idrus ini jadi calon walinagari di kampungnya sendiri, setidaknya dia ingin menguji keterkenalannya di Padang Pariaman bisa sama dengan di tanah kelahirannya, Ambuang Kapua.

Dari jaringannya yang cukup kuat dan luas di luar sana, Jefri Idrus bisa membangun nagari ini ke arah yang lebih baik lagi.

Sementara, Ardi Armansyah, calon walinagari nomor urut satu ini adalah seorang perantau ingin mengabdi ke kampung halaman.

Kita tahu, keberhasilan pembangunan di daerah ini, adalah sebagian besar karena faktor kelancaran komunikasi ranah dan rantau. Ardi Armansyah tentunya anak nagari yang sudah sukses di rantau.

Kesuksesannya di rantau, tentu menjadi kaca perbandingan nantinya ketika dia menjalankan roda pemerintahan nagarinya, setelah terpilih dan dipilih oleh masyarakat pada 27 Juni tahun ini.

Dari keempat calon Walinagari Ambuang Kapua Sungai Sariak, semuanya adalah anak nagari yang hebat. Masih muda keempatnya, tentu semuanya terpulang ke masyarakat yang menentukan, siapa diantara yang empat itu dijadikan walinagari, pemimpin di tengah masyarakat.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.