Type Here to Get Search Results !

Adri Ahmad: Koordinasi Intensif yang Mantap dengan Pemkab Padang Pariaman, Memaksimalkan Pelayanan Jemaah Haji


Kepala Kemenhaj dan Umrah Padang Pariaman, Adri Ahmad foto bersama dengan Ketua Fraksi Golkar DPRD Padang Pariaman, Nazir Tanjung dan Kadis Pol PP Damkar Rifki Monrizal, guna memaksimalkan pelayanan jemaah calon haji daerah ini yang akan berangkat ke tanah suci.

Padang Pariaman, -- Calon Jamaah Haji (CJH) Padang Pariaman masuk pada Kelompok Terbang (Kloter) 5 Embarkasi Haji Padang pada musim Haji 1447 H/ 2026 M. Sebanyak CJH Padang Pariaman bergabung dengan CJH Provinsi Bengkulu. 

Embarkasi Haji Padang memberangkatkan sebanyak 14 Kloter CJH dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM). CJH Padang Pariaman merupakan Kloter kedua dari Provinsi Sumatera Barat. Sebab Kloter 1 dari CJH Kota Padang, disusul Kloter 3, 4 dari Provinsi Bengkulu. 

Momentum ini bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi menjadi titik penentuan kesiapan spiritual dan fisik para tamu Allah tersebut.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Padang Pariaman, H. Adri Ahmad, M.A mengatakan, seluruh CJH diwajibkan mengikuti rangkaian manasik haji secara menyeluruh.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan agenda formalitas tahunan, melainkan fondasi utama dalam membentuk pemahaman mendalam terkait prosesi ibadah haji.

“Manasik adalah benteng awal perlindungan jamaah agar mampu menjalankan ibadah secara benar dan aman,” kata Adri Ahmad.

Untuk persiapan pemberangkatan, CJH Padang Pariaman akan mengikuti satu kali manasik gabungan tingkat kabupaten di masjid pada Senin 16 Februari 2026 di Masjid Berkah Sintuak Toboh Gadang.

Tingkat Kecamatan di empat titik lokasi dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu 7-8 Februari 2026 serta 14-15 Februari 2026.

Wilayah 1 di Masjid Raya Sungai Laban Kecamatan Nan Sabaris (Nan Sabaris, V Koto Kampung Dalam, V Koto Timur, Sungai Limau Batang Gasan, Sungai Geringging dan IV Koto Aur Malintang).

Wilayah 2 di Masjid Baiturrahmah Lubuk Alung ( Lubuk Alung, Batang Anai, Ulakan Tapakis dan Sintuak Toboh Gadang).

Wilayah 3 di Masjid Raya Kiambang Kecamatan 2X11 Enam Lingkung (2X11 Enam Lingkung, Enam Lingkung dan sebagian jemaah 2X11 Kayu Tanam).

Wilayah 4 di Masjid Raya Bisati Kecamatan VII Koto (VII Koto, Padang Sago, Patamuan dan sebagian jemaah 2X11 Kayu Tanam).

Pembagian lokasi ini dirancang untuk memastikan efektivitas pembelajaran sekaligus memudahkan pengawasan.

Adri Ahmad menekankan pentingnya kesiapan istitha’ah atau kemampuan menyeluruh dalam berhaji, baik dari aspek mental, spiritual, maupun kondisi kesehatan.

Ia mengingatkan bahwa perjalanan haji menuntut ketahanan fisik tinggi serta kedisiplinan menjaga pola hidup sehat sejak jauh hari sebelum keberangkatan. Menurutnya, banyak kegagalan ibadah haji berawal dari kelalaian menjaga kesehatan.

Selain mengikuti manasik, seluruh CJH juga diwajibkan menjalani imunisasi serta pemantauan medis berkala. Langkah ini dinilai krusial untuk meminimalisasi risiko kesehatan selama berada di Arab Saudi.

“Pola makan, waktu istirahat, dan kedisiplinan menjaga kondisi tubuh menjadi penentu kelancaran ibadah para jamaah,” ujar dia mengingatkan.

Di sisi lain, pihak Kemenhaj dan Umrah Padang Pariaman terus menjalin koordinasi intensif dengan Pemkab daerah itu, guna memastikan pelayanan jamaah berjalan maksimal.

Ia berpendapat bahwa kesuksesan pemberangkatan haji bukan hanya tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga hasil sinergi lintas sektor.

Di balik angka keberangkatan tersebut, tersimpan harapan besar masyarakat Padang Pariaman yang menaruh doa agar para jamaah pulang dengan predikat haji mabrur,

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.