Type Here to Get Search Results !

Galodo Mengamuk! Bendungan Irigasi Lubuak Jambu Runtuh, Sawah dan Rumah Warga Terancam

Bendungan Irigasi Lubuak Jambu di Durian Dangka, Nagari Sikucua Tangah, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, kembali menjadi saksi bisu keganasan alam.

Kampung Dalam - Bendungan Irigasi Lubuak Jambu di Durian Dangka, Nagari Sikucua Tangah, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, kembali menjadi saksi bisu keganasan alam. Pada Kamis (28/11/2025), galodo Batang Nareh menerjang tanpa ampun, meruntuhkan bendungan yang selama puluhan tahun menjadi nyawa bagi ratusan hektar sawah dan tumpuan ekonomi warga.

Air bah menggerus tebing, membawa longsoran besar, hingga lima rumah kini berada di bibir jurang sungai, tinggal menunggu waktu jika hujan kembali turun. Ratusan hektar lahan pertanian kini kering. Tanpa satu tetes air yang mengalir sejak bendungan ambruk.

Padahal, bendungan yang dibangun pada era Bupati Anas Malik di tahun 80-an dan telah diperbaiki tiga kali itu, dalam beberapa tahun terakhir telah menjelma menjadi ikon wisata alami.

Setiap akhir pekan, warga dan pelancong datang untuk menikmati kejernihan airnya. Ekonomi kecil-kecilan tumbuh dari sana: warung, parkir, dan pedagang lokal hidup kembali.

Kini, semua itu tinggal kenangan.

Yang tersisa hanyalah puing, tanah retak, dan kecemasan warga.

“Kami benar-benar butuh air sekarang. Tetapi bendungan jebol dihantam galodo gadang,” ucap Fuji, seorang petani, dengan mata yang tampak pasrah. Tanpa irigasi, sawahnya kini bergantung pada hujan. Resiko gagal panen ratusan hektar semakin nyata di depan mata.

Dari sisi lain, kecemasan juga menghantui para niniak mamak. Rosman Roal, tokoh masyarakat Durian Dangka, memperingatkan bahwa kondisi ini berbahaya.

“Jika banjir besar datang lagi, tujuh rumah itu bisa hanyut. Bahkan pondasi Jembatan Rajang Berayun dekat dengan lokasi juga terancam,” ujarnya.

Rosman, mantan kepala desa dan pensiunan ASN, menegaskan bahwa rehabilitasi bendungan tidak bisa ditunda. Ini bukan sekadar menjaga sawah, tapi menyelamatkan nyawa dan infrastruktur penting di sepanjang Batang Nareh di wilayah Durian Dangka.

Warga berharap pemerintah bergerak cepat. Mereka tak ingin kampung mereka masuk daftar bencana berikutnya. Mereka ingin kembali mengairi sawah, menjaga rumah, dan menghidupkan lagi denyut ekonomi yang pernah tumbuh di Lubuak Jambu.

Karena bagi mereka, bendungan itu bukan sekadar bangunan. Tetapi hidup dan masa depan. (tansri)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.