Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Jalan Syaikh Burhanuddin Padusunan Pariaman Tertimbun Longsor

Peristiwa longsor di Padusunan Pariaman yang menimbun jalan Syaikh Burhanuddin. (foto titip elyas)

PARIAMAN, Sigi24.com--Pada sore yang seharusnya tenang di Kota Pariaman, tepatnya pada hari Kamis, 6 Juni 2024, pukul 17.05 WIB, terjadi peristiwa yang mengguncang warga sekitar Jl. Syaikh Burhanudin, di pendakian sekolah MAN Padusunan, mendadak menjadi pusat perhatian setelah longsor hebat terjadi. 

Tanah, batu, kayu, dan tiang telkom berguguran, memutus akses vital roda dua maupun roda empat. Meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, dampak longsor ini sangat signifikan, mengisolasi wilayah penting dan memicu kekhawatiran di kalangan warga.

Kabar duka ini pertama kali tersebar melalui pesan WhatsApp dari Windra Firdaus, seorang dosen di kampus IAI Sumbar Pariaman. Dalam pesannya, Windra mengabarkan situasi darurat yang sedang berlangsung. 

"Telah terjadi longsor di Jl. Syaikh Burhanudin, akses jalan terputus total," demikian bunyi pesannya yang segera menyebar luas di kalangan komunitas lokal.

Dampak dan Langkah Tanggap Darurat

Longsor yang terjadi tidak hanya memutus akses jalan dari dan menuju Kampung Baru Padusunan, RSUD Sadikin, dan Padang Alai, tetapi juga membawa material yang sangat berbahaya. 

Tanah yang longsor mengubur jalan, sementara batu dan kayu besar menghalangi setiap upaya untuk membersihkan jalur secara manual. Tiang telkom yang tumbang menambah kompleksitas masalah, menimbulkan risiko tambahan berupa gangguan komunikasi.

Sebagai respons awal, pihak berwenang telah mengalihkan lalu lintas ke Simpang Apar Pariaman Utara. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran transportasi sementara jalan utama masih dalam kondisi berbahaya. 

Namun, langkah ini hanyalah solusi sementara yang membutuhkan tindakan cepat dan terkoordinasi untuk penyelesaian permanen.

Seruan untuk Bantuan dan Solidaritas

Dalam situasi darurat seperti ini, kecepatan dan efisiensi dalam penanganan menjadi kunci. Diperlukan alat berat seperti sinso untuk menebang kayu yang menghalangi jalan, serta eksavator untuk memperbaiki tanah yang turun akibat longsor. Keberadaan alat-alat ini sangat krusial untuk membuka kembali akses jalan dan memulihkan mobilitas warga.

Pemerintah setempat diharapkan dapat segera mengerahkan sumber daya yang diperlukan. Namun, ini juga menjadi momen bagi kita semua untuk menunjukkan solidaritas. 

Bantuan dari masyarakat, baik dalam bentuk tenaga, donasi, maupun dukungan moral, sangatlah dibutuhkan. Kerjasama antara warga, pemerintah, dan lembaga terkait akan mempercepat proses pemulihan.

Harapan dan Pembelajaran

Peristiwa longsor di Jl. Syaikh Burhanudin ini mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan dan tanggap darurat terhadap bencana alam. 

Kota Pariaman, yang dikelilingi oleh keindahan alam, juga menyimpan potensi risiko yang harus diantisipasi. Diperlukan upaya berkelanjutan dalam edukasi dan mitigasi bencana, memastikan bahwa setiap warga memiliki pengetahuan dan kesiapan yang memadai untuk menghadapi situasi darurat. (titip elyas)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Hollywood Movies