Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Akibat Gangguan Listrik, Pemadaman Bergiliran Pun Diberlakukan

PADANG PARIAMAN, Sigi24.com--Pada hari Selasa, tanggal 4 Juni 2024, warga Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat dikejutkan oleh padamnya listrik yang terjadi tepat pukul 11.00 WIB. 

Sejak saat itu, kehidupan sehari-hari berubah drastis. Pemadaman listrik ini berlangsung hingga pukul 17.00 WIB, menyala kembali sebentar hingga pukul 23.00 WIB, sebelum akhirnya kembali padam sampai keesokan harinya pada pukul 12.00 WIB. Barulah pada pukul 13.00 WIB listrik kembali normal. 

Dampak Pemadaman Listrik

Kehidupan masyarakat yang sangat bergantung pada listrik pun terganggu. Di Pasar Usang, Lubuak Aluang, air PDAM yang biasanya mengalir deras kini mati total. Keluarga-keluarga kehabisan stok air bersih, terpaksa mencari alternatif seperti menimba air dari sumur atau membeli air galon yang harganya melonjak. Para ibu rumah tangga yang hendak memasak nasi harus beralih menggunakan tungku dan dendang, sebuah metode memasak tradisional yang sudah jarang dipakai.

Bagi para pengusaha kecil yang bergantung pada listrik, pemadaman ini berarti kerugian signifikan. Warung internet, bengkel, dan berbagai usaha lainnya terpaksa tutup atau beroperasi dengan kapasitas terbatas. Usaha percetakan yang sedang sibuk dengan pesanan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, menyebabkan penundaan dan ketidakpuasan pelanggan. Beberapa pengusaha harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli genset demi menjaga operasional bisnis mereka tetap berjalan.

Pada malam hari, kecemasan melanda banyak warga. Lampu-lampu jalan yang biasanya menerangi sudut-sudut kota kini padam, membuat suasana terasa seperti kembali ke masa lalu sebelum listrik merata. Di beberapa titik, warga memasang lilin dan lampu minyak untuk menerangi rumah mereka. Kisah-kisah tentang perampokan dan tindak kriminal lain yang meningkat saat pemadaman listrik membuat banyak orang merasa tidak aman.

Penyebab dan Penjelasan dari Pihak Berwenang

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Lampung, Darma Saputra, menjelaskan bahwa pemadaman ini terjadi karena gangguan transmisi SUTT 275 kV Lubuk Linggau - Lahat, Sumatra Selatan. Gangguan ini berdampak luas, mempengaruhi sistem kelistrikan di empat provinsi yaitu Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, dan Sumatera Barat, bahkan hingga Medan dan Aceh. "Sekarang ratusan personel PLN telah diterjunkan ke lapangan guna menelusuri penyebab gangguan kelistrikan ini," katanya. Jaringan udara tegangan tinggi di Lahat, Sumatera Utara, mengalami kerusakan parah yang menyebabkan pemadaman bergilir di berbagai wilayah.

Kehidupan Setelah Pemadaman

Pada akhirnya, pemadaman bergilir ini membuat masyarakat harus beradaptasi dengan cepat. Banyak yang mulai menyimpan air lebih banyak, menyiapkan lilin dan lampu minyak, serta mencari solusi alternatif untuk kebutuhan listrik. Meski sulit, masyarakat Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat menunjukkan kemampuan bertahan dan beradaptasi dalam situasi darurat.

Kini, dengan listrik yang sudah kembali normal di Pasar Usang, kehidupan perlahan-lahan kembali seperti semula. Namun, pengalaman ini meninggalkan bekas mendalam, mengingatkan pentingnya infrastruktur yang handal dan kesiapan menghadapi keadaan darurat. Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang dan pihak berwenang bisa memberikan solusi jangka panjang untuk mencegah gangguan listrik di masa mendatang. (titip/red)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Hollywood Movies