Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Widya Navies Terpilih di Tengah Hujan Lebat, Zulmansyah Sekedang: Sumbar Paling Banyak PNS di Keluarkan dari PWI

Foto bersama dengan Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat Zulmansyah Sekedang usai pembukaan KLB PWI Sumbar. (ist)

PADANG, Sigi24.com--Ketua Bidang Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Zulmansyah Sekedang tertegun, ketika saya salami, dan pegang erat salaman itu agak lama.

Tak juga ada yang mengenalkan saya di antara para wartawan yang tegak dengan mantan Ketua PWI Provinsi Riau itu, saya sebut padanya, saya dari Padang Pariaman.

Rabu 22 Mei 2024 pagi menjelang pembukaan Konferensi Luar Biasa (KLB) PWI Sumbar itu di Auditorium Gubernur Sumbar, Zulmansyah Sekedang baru ketawa, dan langsung ingat tulisan saya "Ketika Gelas Menggoyang Sendok".

"Saya sumando Sungai Geringging, dan kawan PWI daerah ini sering berkunjung ke PWI Riau," kata dia menyebut dalam sambutannya mewakili Ketua Umum PWI Pusat Hendry CH Bangun.

Saya agak sedikit gelisah juga duduk di belakang, saat Zulmansyah Sekedang menyebut dia pernah ditulis oleh kawan wartawan daerah ini.

Rupanya tulisan itu dibaca Zulmansyah Sekedang. Tulisan lepas yang saya buat ketika usai bertemu dia di Kantor PWI Riau, dua tahun yang lalu.

Tulisan itu hanya membahas soal dia tertarik dengan gadis Piaman yang akhirnya diperistri oleh Zulmansyah Sekedang.

Kisah asmaranya yang dianalogikan dengan gelas yang menggoyang sendok. Artinya, gadis Piaman rancak dan santiang.

Begitu Zulmansyah Sekedang melihatnya ketika bujang dan tentu belum jadi Ketua PWI Riau dia.

KLB PWI Sumbar 

KLB yang secara resmi dibuka Gubernur Mahyeldi ini, menurut Zulmansyah Sekedang, di seluruh Indonesia, Sumbar paling banyak PNS yang ikut jadi anggota PWI.

"Ada 26 anggota PWI yang berprofesi PSN sudah dikeluarkan dari keanggotaan PWI. Dan ternyata di Sumbar kasus itu paling besar dan banyak," katanya.

Ya, karena kasus PNS yang terpilih saat Konferensi PWI Sumbar dua tahun lalu, membuat KLB ini digelar. PNS boleh saja jadi wartawan, tapi tidak dibenarkan jadi anggota PWI.

KLB tuntas sehari itu. Widya Navies, Wakil Pemred Harian Singgalang menang dalam pemilihan Ketua PWI Sumbar periode 2024-2028.

Mengantongi 174 suara, Widya Navies mengalahkan Heranof Firdaus yang hanya dapat 102 dukungan, dan dua calon lainnya yang dapat delapan suara.

Sementara, Zul Efendi dari Harian Haluan juga terpilih sebagai Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sumbar.

Zul Efendi mampu mengungguli pesaingnya, Eko Yance Edrie. Hujan lebat pun menyertai kemenangan Widya Navies dan Zul Efendi.

Tidak ada kegaduhan dalam KLB. Hampir semua calon ketua dan calon Ketua DKP memberikan nilai terbaik dalam pidato singkatnya menyampaikan visi misinya untuk jadi pemimpin di tubuh organisasi profesi wartawan tertua di republik ini.

Semua ingin kebersamaan, ingin meningkatkan sumber daya manusia wartawan yang tergabung di PWI, menuntaskan kasus kebun sawit di Pasaman Barat yang milik ratusan wartawan PWI Sumbar.

Tapi, tak seorang pun dari calon ketua dan Ketua DKP yang menyebut kasus PNS di PWI, yang sudah disebut Zulmansyah Sekedang di awal pembukaan KLB.

PD/PRT, Kode Etik Jurnalistik, Kode Perilaku Wartawan (KPW) yang membuat PNS tereliminasi di PWI, Zulmansyah Sekedang sepertinya hendaknya menyebut, bahwa di masa mendatang jangan sampai terulang. (ad/red)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Hollywood Movies