Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Rutinan Majlis Sholawat Ahlul Kirom Ditutup Selama Ramadhan

Majlis Sholawat Ahlul Kirom menutup rutinannya malam tadi untuk selam Ramadhan. (ist)

Medan, Sigi24.com--Menjelang bulan suci Ramadhan 1445 H, malam ini Rutinan Majlis Sholawat Ahlul Kirom yang diadakan setiap Selasa malam Rabu, 5 Maret 2024 malam ini ditutup sekaligus acara punggahan dan sholawat munajat demi kesejukan dan kedamaian bangsa Indonesia pasca hajatan Pilpres dan Pileg. 

"Rutinan sementara ditutup selama bulan suci Ramadhan dan akan kembali dengan rutinan setelah hari Raya Idul Fitri 1445 H, sekaligus halal bi halal dengan seluruh jama'ah," ujar Kyai Khambali, Pengasuh Majlis Sholawat Ahlul Kirom.

Menurut Kyai Khambali yang juga Pengasuh Ponpes Wirausaha Ahlul Kirom, bahwa tradisi sadranan/nyadran/punggahan adalah hasil akulturasi kebudayaan Jawa dengan ajaran Islam. 

Kegiatan yang diisi dengan berbagai ajaran Islam berupa aktifitas membaca Al-Quran, berdzikir, membersihkan makam, ziarah kubur, mendoakan ruh para leluhur, sillaturrahim, sodaqoh dan sebagainya.

Tradisi sadranan/punggahan mempunyai pesan begitu sangat penting yang patut menjadi bahan renungan kita bersama, diantaranya;

1. Wujud rasa syukur pada kehadirat Allah SWT dan bentuk terima ksih pada orang tua serta para leluhur. Allah SWT berfirman dalam QS. Luqman ayat 14:

ان اشكرلي ولوالديك والي المصير

"Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku (kamu) kembali."

2. Mengenang dan mendoakan ruh orang tua serta leluhur yang telah wafat. Balasan dan hadiah terbaik untuk mereka adalah doa dan permohonan ampunan kepada Allah SWT.

3. Menggali kembali tentang makna kehidupan dan kematian serta perjalanan panjang anak manusia pasca hari kematiannya. Dari mana berasal dan kemana akan menuju (sangkan paraning dumadi) atau dalam bahasa Al Quran adalah انا لله وانا اليه راجعون

4. Memumbuhkan dimensi kesadaran tentang hakikat penciptaan manusia hanya untuk beribadah dan terus beramal sholih. Waktu yang Allah SWT berikan tidak lama di dunia ini sehingga perlu terus mempertahankan status "Eling lan waspodo."

5. Menumbuhkan kepedulian & kepekaan terhadap sesama terutama pada kaum dhuaffa'. Shodaqoh dengan berbagai bentuk makanan adalah wujud dari semua itu.

6. Memupuk semangat kebersamaan dan gotong royong yang mengedepankan nilai-nilai egalitarian dengan duduk bersama tanpa perbedaan status ekonomi dan sosial.

"Kami atas nama pengurus dan jama'ah Majlis Sholawat Ahlul Kirom menjelang bulan suci Ramadhan mengucapkan mohon maaf, jika ada tindak tanduk dan perkataan yang kurang berkenan baik yang disengaja maupun tidak disengaja," tutur Kyai Khambali yang juga Ketua Umum Gema Santri Nusa. (rls/red)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies