Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Muktamar Menyatukan Oleh : Prof Duski Samad Tuanku Mudo

Prof Duski Samad Tuanku Mudo 

Pandangan umum Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia seluruh Provinsi yang meminta kembali H. Muhammad Yusuf Kalla menjadi Ketua Umum DMI untuk periode 2024-2029 patut di apresiasi dan ini adalah musyawarah yang patut dihargai dan ditiru ormas lainnya.

Dalam menjawab permintaan PW DMI se Indonesia, Pak JK menyatakan bersedia karena mengurus masjid adalah kerja tiada hentinya bagi setiap muslim.

Ketika dalam sambutan pembukaan Pak JK menyebut ada tiga kelompok orang yang dijanjikan masuk sorga, yaitu mereka yang membangun masjid, mengurus masjid dan jamaah masjid. 

Dinamika yang terjadi dalam muktamar VIII ini adalah bentuk kecintaan semua pegiat Masjid, begitu laporan Ketua SC Muktamar dalam laporan pada penutupan yang lebih bisa dipercepat, pukul 22.00 hari Sabtu, 02 Maret 2024.

Penutupan yang direncanakan hari Ahad pagi oleh Wapres Ma'ruf Amin. Pak JK menyampaikan dalam penutupan Wapres sudah janji untuk hadir, namun beliau kurang sehat.

AMANAH ITU PENTING 

Pak JK berterima kasih diberi amanah menjadi Ketum DMI 2024-2029, saya bersedia karena amanah itu penting.

Memperkuat hubungan PP dengan PW dan daerah dengan menetapkan Wakil Ketua Umum yang mengkoordinasikan daerah. Realitasnya masjid sudah banyak baik dan dapat dijadikan contoh bagi masjid yang masih belum maju dan baik. 

Pelatihan kepemimpinan masjid, dan pendanaan adalah focus PP DMI ke depan. Masjid di Indonesia yang didirikan dan dibiayai oleh masyarakat adalah justru lebih kuat dana dan kebebasan dalam menjalankan fungsi kemasjidannya. Negara lain Masjid di atur negara. 

Masjid di Indonesia independen dapat menjadi mandiri pembiayaan dan tentu juga kegiatannya. inisiatif Pengurus DMI dan Masjid di minta terus mengembangkan inovasi dan kreativitas. 

Saya (Pak JK) ke daerah mendorong pendirian Masjid Raya, sudah banyak yang ada. Sumatera Barat yang kuat Islam sudah punya Masjid Raya terindah arsitekturnya di dunia. 

Masjid juga diminta menjadi pemersatu. Gerakan muamalah di masjid harus diperkuat, yang berdagang adalah jamaah masjid, bukan pengurus masjid yang berdagang. 

Mengurus masjid bukan fisik saja, tetapi lebih dari itu mengurus jamaah masjid. Pengurus masjid harus terlibat aktif menyuarakan kepentingan jamaah, hanya saja jangan bersifat politis. 

Program kecil untuk membantu jamaah, misalnya memanfaatkan halaman dan lingkungan masjid untuk mengalirkan air tempat waduk yang bijinya bisa diminta dari jamaah. Itu luar biasa hasilnya dan bisa pula dibayar negara, melalui program penghijauan.

Memakmurkan masjid tidak hanya menyediakan kotak infak saja, tetapi juga menyediakan kotak ide dari jamaah. 

DMI harus segera memperkuat jaringan teknologi, karena efek teknologi juga menyasar urusan masjid. Contoh Vietnam yang maju kini, karena ia melihat masa depan, mengingat masa lalu sebagai itibar, mari bekerja untuk masa depan umat. 

Khatimah Muktamar DMI ke VIII tentu akan membawa spirit bagi masa depan umat. Kembangkan masyarakat dan jamaah agar memperbanyak yang mampu. Ini solusi untuk menyelesaikan kemiskinan. Masjid di dorong menjadikan umat dan jamaah mampu. (***)

*Ketua PW DMI Provinsi Sumatera Barat 




Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Hollywood Movies