Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ketageh Coffee Tempat Terakhir Al-Wasilah Melakukan Ziarah di Spritual Syiah Kuala

Jemaah Majlis Zikir dan Sholawat Al-Wasilah Padang Pariaman sedang di Ketageh Coffee yang sedang berdoa. 

Aceh, Sigi24.com--Katageh Coffee di Aceh Tamiang merupakan lokasi terakhir yang disinggahi rombongan Majlis Zikir dan Sholawat Al-Wasilah Padang Pariaman, dari perjalanan spiritual ziarah, dari 8-15 Januari 2024 di Tanah Rencong tersebut.

Terletak di Aceh Tamiang, yang sudah dekat dengan perbatasan Sumatera Utara. Aceh Tamiang merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Timur dulunya.

Setelah perjalanan panjang dari Lhokseumawe. Di Lhokseumawe, rombong bersilaturrahmi dengan perantau Musliardi Tanjung.

Ya, setelah menuntaskan ritual ziarah di makam Syekh Abdurrauf as-Singkili yang dikenal dengan sebutan Syiah Kuala di Gampong Deyah Raya, Banda Aceh.

Momen silaturrahmi dengan perantau di Lhokseumawe dan Aceh Tamiang ini, adalah bagian dari membudayakan komunikasi intensif antara ranah dan rantau.

Sebab, sebagai besar anak nagari Piaman ini hidup dan tinggal di rantau. Banyak pembangunan sarana umum, berupa jalan yang bagus, tak bisa dilepaskan terwujud akibat hubungan yang saling menguntungkan ranah dan rantau.

Rombongan yang dipimpin oleh Amrizal Tuanku Sutan, Buya Bustanul Arifin Khatib Bandaro, Nursyamsu alias Bujang, dan Buyung Elok Tuanku Kuniang ini setidaknya memberikan laporannya, sekaitan selesainya ziarah Syiah Kuala tahun ini.

Marjuli Filiang, Ajo Haji Edi Darmadi, Erizal Ardhan, Udo Syamsi Ajo Sabar Chan, Etek Siyar, Joni, Edi sepertinya antusias sekali menerima rombongan dari kampung yang menggunakan dua unit bus pariwisata ini.

Hampir tengah malam, rombongan baru sampai di Ketageh Coffee. Senyum sumringah Marjuli Filiang terlihat ketika rombongan turun dari bus saling berebutan.

Marjuli Filiang adalah perantau asal Lubuk Punggai, Nagari Kampung Tanjung Koto Mambang Sungai Durian. Dengan Buya Bustanul Arifin Khatib Bandaro, Marjuli Filiang punya hubungan khusus kekeluargaan.

Baginya, setiap jemaah dari kampung yang ziarah ke Banda Aceh harus singgah dan mampir di Ketageh Coffee yang dia punyai.

"Terima kasih, bos," begitu Buya Bustanul Arifin Khatib Bandaro menyapa Marjuli Filiang ini.

Buya Bustanul Arifin Khatib Bandaro yang juga Caleg DPRD Padang Pariaman dari PKB di Dapil IV ini pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Oleh jemaah, hajatan Buya Bustanul Arifin Khatib Bandaro ini ikut didoakan, ditahlilkan di tempat ziarah, Syiah Kuala.

Dengan harapan bisa terpilih sebagai wakil masyarakat di lembaga legislatif. Pun saat momen foto bersama, simbol empat jari pun menghiasi para jemaah, sekaitan Buya Bustanul Arifin Khatib Bandaro memakai nomor urut empat.

Banyak kisah dan cerita, serta saling bersejarah di Ketageh Coffee ini. Semua hidangan, berupa minuman dan nasi kotak, tak bersisa.

Pun mau akan naik bus untuk melanjutkan perjalanan menuju kampung, Buya Bustanul Arifin Khatib Bandaro minta karyawan Ketageh Coffee membuatkan kopi untuk diminum dalam perjalanan nantinya.

"Nanti semua dokumen berupa foto, minta sama katik," ujar Marjuli Filiang sambil salaman melepas keberangkatan Majlis Zikir dan Sholawat Al-Wasilah ini ke Padang Pariaman. (ad/red)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Hollywood Movies